Mitos atau Fakta Nyamuk Bisa Menularkan HIV dan AIDS

Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   19 Juni 2020
Mitos atau Fakta Nyamuk Bisa Menularkan HIV dan AIDSMitos atau Fakta Nyamuk Bisa Menularkan HIV dan AIDS

Halodoc, Jakarta - Mitos-mitos mengenai dunia kesehatan sering kali membuat banyak orang merasa resah. Meski sebenarnya cuma mitos dan tak perlu dipercaya, tetapi ada saja sebagian orang yang termakan dengan kabar angin tersebut. 

Lalu, mitos-mitos medis apa saja sih yang perlu diwaspadai? Sangat beragam, salah satunya mitos mengenai HIV dan AIDS. Ada yang mempercayai kalau penyakit ini bisa ditularkan melalui gigitan nyamuk. Pertanyaannya, bagaimana dengan fakta medisnya? 

Baca juga: Jenis Persalinan Untuk Ibu Hamil Pengidap HIV

Menular Lewat Gigitan Nyamuk, Masa Sih? 

Desas-desus HIV dan AIDS yang bisa ditularkan melalui gigitan nyamuk bukanlah argumen baru. Kabar angin ini telah lama beredar dan tak sedikit yang memercayainya. 

Mereka yang percaya pendapat ini mengatakan, ketika nyamuk menggigit pengidap HIV atau AIDS, maka ada sebagian virus yang dibawa oleh nyamuk. Nah, virus ini katanya bisa menyebar bila nyamuk tersebut menggigit orang lain. Namun, benarkah faktanya seperti itu? 

Jawabannya singkat, hingga kini tak ada fakta medis yang mengatakan bahwa gigitan nyamuk dapat menularkan HIV. Gigitan nyamuk memang bisa menularkan berbagai penyakit, seperti demam berdarah, malaria, atau chikungunya, tetapi bukan HIV atau AIDS. 

Menurut para ahli, serangga seperti nyamuk tak “menyuntikkan" darah orang atau hewan yang mereka gigit sebelumnya. Di samping itu, ada beberapa ahli yang mengatakan kalau virus HIV bisa berada di dalam tubuh nyamuk. Namun, virus ini apat rentah, artinya hanya dapat bertahan dalam waktu yang singkat.

Kesimpulannya, penularan HIV atau AIDS lewat gigitan nyamuk hanyalah mitos belaka. 

Baca juga: Inilah 4 Cara untuk Cegah HIV/AIDS

Catat, Ini Pularan HIV yang Telah Terbukti 

Selama ini, hubungan seksual selalu dituduh sebagai penularan HIV yang sering terjadi. Bahkan, dalam beberapa kasus penularan HIV juga bisa terjadi akibat oral seks, bila terdapat luka terbuka di mulut pengidapnya. 

Nah, yang mesti ditegaskan, penularan HIV bukan cuma melalui kontak seksual saja. Berikut beberapa penularan HIV yang mesti diwaspadai. 

1. Lewat Transfusi Darah

Menurut ahli di WHO, penyebaran HIV juga bisa melalui pertukaran cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Nah, salah satu cairan tubuh yang dimaksud adalah darah. Ingat, darah merupakan media penularan virus HIV. Oleh sebab itu, virus ini bisa menular ketika seseorang menerima donor darah dari pengidap HIV. 

2. Kehamilan atau ASI

Pengidap HIV yang sedang hamil atau menyusui rasanya perlu ekstra waspada. Sebab menurut ahli di National Institutes of Health - MedlinePlus, wanita hamil dapat menyebarkan virus HIV ke janinnya lewat sirkulasi darah. Tak hanya itu, penularan HIV juga bisa terjadi lewat ASI yang diberikan ibu pada Si Kecil. Oleh karena itu, para wanita amat disarankan untuk menjalani tes HIV, baik sebelum maupun saat hamil. 

3. Saling Berbagi Jarum Suntik

Penggunaan jarum suntik secara bergantian dengan pengidap HIV, merupakan penularan HIV yang terbilang umum. Contohnya, menggunakan jarum suntik saat menggunakan Narkoba, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA). 

Enggak cuma itu, orang yang menyuntikan obat, steroid, atau hormon juga dapat terinfeksi HIV, bila menggunakan jarum suntik secara bergantian. Kok bisa? Hal ini disebabkan ada darah yang masih menempel pada jarum suntik dari pengguna sebelumnya yang terinfeksi HIV. 

Baca juga: Cari Tahu 5 Hal Mengenai HIV AIDS

4. Transplantasi Organ Tubuh

Meski tujuannya untuk menyelamatkan nyawa seseorang, transplantasi organ tubuh amat riskan dengan penularan HIV. Sebab, penerima donor yang mendapatkan organ dari pendonor yang sudah terinfeksi virus HIV, bisa terinfeksi virus tersebut melalui pertukaran cairan di organ tersebut. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. HIV/AIDS.
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. HIV/AIDS.
WHO. Diakses pada 2020. HIV/AIDS - Key Facts.
Webmd. Diakses pada 2020. 10 Common Myths About HIV and AIDS.

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan