• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Muncul Tanpa Gejala Khusus, Waspada Aneurisma Aorta

Muncul Tanpa Gejala Khusus, Waspada Aneurisma Aorta

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Beberapa penyakit, yang sayangnya terbilang serius, sering kali terjadi tanpa bisa dideteksi gejalanya. Akibatnya, terjadi terlambat penanganan dan menyebabkan tingginya angka kematian. Salah satunya adalah aneurisma aorta, kondisi ketika dinding arteri yang bertugas membawa darah bersih dari jantung dan mengedarkannya ke seluruh tubuh mengalami pembesaran atau menggelembung. 

Sudah pasti, kondisi ini lambat laun akan mengakibatkan pecahnya pembuluh darah arteri, sehingga mungkin terjadi perdarahan yang bisa berujung pada kematian. Sebagian besar kasus aneurisma aorta terjadi pada arteri paling utama dengan jalur dari jantung hingga ke bagian dada dan perut. Jika terjadi pada pembuluh darah di dada, kondisi tersebut dinamakan aneurisma aorta torakalis, sementara jika terjadi di perut, jenisnya aneurisma aorta abdominalis. 

Kenali Gejala Awal Aneurisma Aorta

Oleh karena tidak menimbulkan gejala serius, kamu sangat berhati-hati terhadap masalah kesehatan ini. Sering terjadi, penyakit ini baru teridentifikasi setelah pembuluh darah membesar atau menggembung sangat besar, bahkan terlanjur pecah.

Inilah mengapa kamu harus rutin melakukan pemeriksaan kesehatan atau medical check-up, agar masalah kesehatan bisa dideteksi secara dini dan dilakukan penanganan yang tepat. Pakai saja aplikasi Halodoc agar proses Cek Lab kamu bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja!

Baca juga: Kenali Aneurisma Aorta, Salah Satu Penyebab Kematian Mendadak

Ketika penggelembungan pembuluh darah telah cukup besar, biasanya gejala baru akan muncul dan terasa. Beberapa gejalanya seperti mual, muntah, nyeri pada dada dan punggung, denyut yang terasa kuat pada bagian dada atau perut, merasa cepat kenyang bahkan baru makan sedikit, lemas, kepala pusing, napas pendek, mati rasa, sensasi dingin pada tangan dan kaki, kesemutan, dan bahkan kehilangan kesadaran atau pingsan. 

Ketika terjadi penggelembungan pada salah satu pembuluh darah, biasanya akan terjadi pula penggumpalan darah. Apabila gumpalan ini pecah dan terjadi emboli, akan terjadi penyumbatan aliran darah ke organ lainnya, seperti hati, ginjal, dan paru-paru. Pada kondisi yang parah, organ tersebut bisa kehilangan fungsinya. 

Baca juga: Aneurisma Aorta Bisa Sebabkan 10 Komplikasi Ini

Apa Penyebab Aneurisma Aorta?

Lemahnya dinding aorta menjadi penyebab utama seseorang mengalami aneurisma aorta. Kondisi tersebut bisa terjadi karena memang bawaan lahir, tetapi bisa juga terjadi pada usia dewasa, karena aterosklerosis, diabetes, tekanan darah tinggi, aneurisma mikotik, nekrosis medial kistik, aneurisma inflamasi, hingga cedera. 

Lalu, siapa yang lebih berisiko mengalami masalah kesehatan yang terbilang serius ini? Pria berusia 55 tahun atau lebih memiliki risiko yang lebih tinggi, perokok aktif, memiliki riwayat hipertensi, mengidap aterosklerosis, memiliki riwayat aneurisma aorta dalam lingkup keluarga, dan mengidap penyakit bawaan yang membuat pembuluh darah melemah, seperti sindrom Marfan.

Adakah Tindakan Pencegahannya?

Sayangnya, tidak ada obat khusus yang bisa mengatasi aneurisma aorta. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar pembuluh darah tetap terjaga kesehatannya dan bisa bekerja dengan optimal. Beberapa di antaranya seperti:

  • Mengonsumsi makanan rendah kandungan lemak dan kolesterol.
  • Meningkatkan aktivitas fisik seperti berolahraga untuk meningkatkan kinerja detak jantung.
  • Hindari merokok.
  • Menjaga tekanan darah tetap normal. 

Baca juga: Cegah Aneurisma Aorta dengan Lakukan Perubahan Gaya Hidup

Tidak semua kasus aneurisma aorta berakhir dengan kematian. Hanya saja, perlu dilakukan deteksi dini dan penanganan segera untuk dilakukan operasi atau pembedahan. Ini akan meningkatkan angka kesembuhan para pengidapnya karena terhindar dari komplikasi serius yang membahayakan, seperti perdarahan internal, penggumpalan darah, dan circulatory shock.

Referensi:
Emedicine Health. Diakses pada 2020. Aortic Aneurism.
WebMD. Diakses pada 2020. Aortic Aneurism.
MedinePlus. Diakses pada 2020. Aortic Aneurism.