• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Aneurisma Aorta

Aneurisma Aorta

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
aneurisma-aorta-halodoc

Pengertian Aneurisma Aorta

Aorta adalah pembuluh darah paling besar di dalam tubuh manusia yang berfungsi sebagai tempat mengalirnya darah dari jantung ke seluruh tubuh. Adapun aneurisma aorta memiliki arti adanya benjolan seperti balon yang biasanya terjadi akibat melemahnya otot-otot pada dinding aorta. Aneurisma aorta yang semakin besar dapat pecah dan menyebabkan perdarahan yang hebat yang dapat berakibat fatal. 

Gejala Aneurisma Aorta

Biasanya kondisi ini tidak memberikan gejala yang jelas hingga pecah. Adapun beberapa gejala yang dapat ditemui pada pengidap antara lain:

  • Nyeri dada,
  • Nyeri punggung,
  • Sulit bernapas,
  • Sulit menelan,
  • Sesak napas,
  • Batuk,
  • Suara serak, dan
  • Nyeri perut.

Pada kondisi aneurisma aorta yang pecah dapat terjadi hal berikut:

  • Nyeri dada ataupun nyeri perut yang semakin memberat. Nyeri biasanya bersifat tajam.
  • Muntah, keringat dingin, dan pingsan atau tidak sadarkan diri. Kondisi ini merupakan kondisi gawat darurat dan harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

 

Penyebab Aneurisma Aorta

Aneurisma terjadi karena adanya bagian dari pembuluh darah yang melemah, sehingga terjadi benjolan yang berisiko untuk pecah sewaktu-waktu. Penyebab pasti dari melemahnya pembuluh darah ini dapat berbeda-beda pada setiap pengidap, di antaranya berhubungan dengan penyakit pembuluh darah, cedera, ataupun karena kondisi yang tidak diketahui penyebabnya.

Terdapat dua jenis aneurisma aorta, yaitu:

  • Aneurisma Aorta Abdominalis

Aneurisma aorta abdominalis terjadi di sepanjang aorta di bagian perut. Tipe aneurisma ini merupakan yang paling sering, sekitar 3/4 kasus aneurisma aorta terjadi di bagian abdomen (perut). Penyebab pasti dari aneurisma aorta abdominalis masih belum dapat dipastikan, tetapi kemungkinan terkait dengan aterosklerosis, merokok, tekanan darah tinggi, dan genetik.

  • Aneurisma Aorta Torakalis

Aneurisma aorta torakalis terjadi di sepanjang aorta di bagian dada. Tipe aneurisma ini lebih jarang. Kondisi ini biasanya terkait gen ataupun dapat terjadi pada orang yang lahir dengan kondisi katup aorta bikuspid, sindrom marfan, dan sindrom Loeys-Dietz. Penyebab lain yang dapat menyebabkan timbulnya aneurisma aorta ini adalah tekanan darah tinggi, infeksi, aterosklerosis, kolesterol tinggi, dan trauma.

Faktor Risiko Aneurisma Aorta

Faktor risiko terjadinya kondisi ini penting untuk diketahui, sebabnya kondisi ini seringkali ditemukan saat pemeriksaan untuk alasan lain dan tidak ada gejala khusus. Oleh karena itu, skrining sangat penting dilakukan bagi yang memiliki hal-hal berikut:

  • Berusia 65 atau lebih,
  • Laki-laki,
  • Merokok,
  • Tekanan darah tinggi,
  • Kolesterol tinggi,
  • Diabetes melitus,
  • Memiliki riwayat keluarga dengan aneurisma, dan
  • Memiliki kelainan genetik, misalnya sindrom marfan.

 

Diagnosis Aneurisma Aorta

Diagnosis dapat ditegakkan dengan pemeriksaan rontgen, ekokardiogram, CT scan, MRI, ataupun USG. Seringkali diagnosis penyakit ini didapatkan secara tidak sengaja pada saat pemeriksaan medis rutin ataupun untuk alasan lain.

Komplikasi Aneurisma Aorta

Komplikasi dari aneurisma aorta bisa mengancam jiwa dan hal itu termasuk:

  • Diseksi Aorta, yaitu robekan pada lapisan dalam dinding aorta. Kondisi ini menyebabkan darah terkumpul di antara lapisan dalam dan tengah dinding aorta. Akibatnya, aorta bisa pecah atau organ-organ tidak mendapatkan cukup darah.
  • Insufisiensi Aorta dan Regurgitasi Aorta. Keduanya terjadi ketika katup aorta tidak menutup dengan benar karena bagian terdekat dari aorta membesar. Hal ini memungkinkan beberapa aliran balik darah kembali ke jantung. Akibatnya, jantung harus bekerja lebih keras, yang bisa menyebabkan gagal jantung.
  • Pecahnya Aorta, yang menyebabkan perdarahan berbahaya di dalam tubuh dan bisa menyebabkan syok.
  • Tamponade Jantung. Ini adalah kompresi jantung karena peningkatan jumlah cairan di perikardium, kantung yang membungkus jantung.
  • Gagal Ginjal, karena kurangnya aliran darah ke ginjal.
  • Kurangnya aliran darah ke usus, yang menyebabkan peradangan dan cedera di usus besar.

Pengobatan dan Efek Samping 

Tujuan utama dari terapi aneurisma aorta adalah untuk mencegah pecahnya pembuluh darah aorta. Dokter akan menentukan dari ukuran dan faktor risiko lain yang ada pada pengidap untuk menentukan jenis terapi.

Untuk aneurisma aorta abdominalis, terapi biasanya ditentukan berdasarkan ukuran.

  • Ukuran 3—4,4 cm : ukuran masih kecil, maka direkomendasikan dilakukan pemeriksaan ultrasound rutin setiap tahun untuk memantau pembesaran aneurisma.
  • Ukuran 4,5—5,4 cm : ukuran menengah, maka disarankan dilakukan pemeriksaan dengan ultrasound setiap tiga bulan untuk memantau pembesaran aneurisma.
  • Ukuran 5,5 cm atau lebih : ukuran besar, biasanya akan disarankan dilakukan tindakan pembedahan untuk mencegah pembesaran lebih lanjut atau pecahnya aneurisma.

Untuk aneurisma aorta torakalis, pengobatan diberikan berdasarkan ukuran aneurisma, beratnya gejala yang dialami, dan risiko pembedahan. Terapi aneurisma aorta torakalis meliputi:

  • Pemantauan rutin

Jenis terapi ini merupakan pilihan terapi bagi aneurisma kecil yang tidak berisiko untuk pecah. BIasanya akan disarankan dilakukan pemeriksaan dengan CT scan atau MRI rutin setiap 6 bulan sekali (tergantung ukuran aneurisma) untuk melihat pembesaran aneurisma.

  • Pembedahan konvensional

Prosedur ini biasanya direkomendasikan pada kondisi aneurisma yang besar dan rentan untuk pecah. Tindakan pembedahan konvensional dilakukan dengan metode bius umum dan memasangkan alat khusus (graft) untuk mencegah aliran darah menekan aneurisma lebih lanjut.

  • Pembedahan endovaskular

Tindakan pembedahan yang lebih tidak invasif. Metode ini menggunakan alat khusus yang dimasukkan ke dalam aorta melalui sobekan kecil atau melalui kateter yang dimasukkan di pembuluh darah kaki.

Pencegahan Aneurisma Aorta

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena aneurisma aorta adalah dengan:

  • Tidak merokok
  • Makan-makanan yang sehat
  • Rutin berolahraga
  • Mempertahankan berat badan yang normal
  • Tidak mengonsumsi alkohol
  • Segera melakukan pengobatan apabila mengidap darah tinggi atau hipertensi

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila kamu atau orang terdekat memiliki faktor risiko aneurisma aorta atau mengalami gejala yang mengarah pada penyakit ini, segera bicarakan pada dokter. Kamu juga bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, dokter terpercaya dari Halodoc bisa membantu memberi diagnosis awal dan saran kesehatan yang tepat. Download aplikasinya sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Aortic Aneurysm.
National Heart, Lung, and Blood Institute. Diakses pada 2022. Aortic Aneurysm.
Diperbarui pada 12 Januari 2022.