• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Nyeri Sendi, Gejala Awal dari Hemokromatosis?

Nyeri Sendi, Gejala Awal dari Hemokromatosis?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Hemokromatosis adalah kondisi yang diwariskan di mana kadar zat besi dalam tubuh perlahan menumpuk selama bertahun-tahun. Penumpukan zat besi ini dapat menyebabkan gejala yang tidak menyenangkan. Jika tidak diobati, ini dapat merusak bagian-bagian tubuh, seperti hati, sendi, pankreas, dan jantung.

Gejala hemokromatosis biasanya merasa sangat lelah sepanjang waktu (kelelahan), penurunan berat badan, badan terasa lemah, nyeri sendi, ketidakmampuan untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi (disfungsi ereksi), serta periode tidak teratur atau periode absen. Informasi selengkapnya ada di bawah ini!

Penyebab Hemokromatosis

Hemokromatosis disebabkan oleh gen yang salah yang memengaruhi cara tubuh menyerap zat besi dari makanan. Kamu berisiko mengalami kondisi ini jika kedua orangtua memiliki gen yang salah ini dan mewarisi satu salinan dari masing-masing gen tersebut.

Seseorang tidak akan mendapatkan hemokromatosis jika hanya mewarisi satu salinan gen yang salah. Namun, tetap ada kemungkinan kamu bisa meneruskan gen yang salah itu kepada anak-anak di masa depan.

Baca juga: Benarkah Mandi Malam Bikin Nyeri Sendi?

Perlu dicatat, ketika kamu mewarisi dua Salinan gen ini, tidak selamanya kamu akan mendapatkan hemokromatosis. Hanya sejumlah kecil orang dengan dua salinan gen yang salah ini yang akan mengembangkan kondisi ini. 

Jika kondisi ini didiagnosis dan diobati sejak dini, hemokromatosis tidak memengaruhi harapan hidup dan tidak menimbulkan masalah serius. Namun, jika tidak ditangani lebih lanjut kadar zat besi yang tinggi dapat merusak bagian-bagian tubuh. Ini dapat menyebabkan komplikasi yang berpotensi serius, seperti:

  1. Masalah hati, termasuk jaringan parut hati (sirosis) atau kanker hati.
  2. Diabetes, di mana tingkat gula dalam darah menjadi terlalu tinggi.
  3. Radang sendi, nyeri, dan pembengkakan pada sendi.
  4. Gagal jantung, di mana jantung tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh dengan benar.

Informasi lebih detail mengenai gejala hemokromatosis bisa ditanyakan ke aplikasi Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu.  Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Sulit Didiagnosis

Hemokromatosis bisa sulit untuk didiagnosis, karena gejala awal seperti kekakuan dan kelelahan sendi, adalah gejala yang sama dengan radang sendi. Makanya, jika hemokromatosis diduga menjadi penyebab radang sendi, dua tes darah dapat membantu membuat diagnosis.

Tes pertama dilakukan untuk mengukur jumlah zat besi yang terikat pada protein dalam darah (transferrin) serta tes kedua mengukur jumlah zat besi yang tersimpan dalam hati (ferritin). Dokter juga dapat melakukan tes laboratorium atau pencitraan lain untuk mengonfirmasi diagnosis guna memastikan jika gejala awal nyeri sendi tersebut diakibatkan oleh penyakit lain atau tidak.

Baca juga: Benarkah Makan Tahu Tempe Memicu Asam Urat?

Orang dengan hemokromatosis dapat mengurangi risiko komplikasi dengan memperhatikan diet dan suplemen yang mereka konsumsi. Ini termasuk menghindari suplemen vitamin C, yang meningkatkan penyerapan zat besi, menghindari alkohol, yang meningkatkan risiko kerusakan hati, dan menghindari kerang mentah, yang lebih mungkin menyebabkan infeksi pada orang dengan hemokromatosis.

Perawatan lain untuk hemokromatosis adalah dengan pengambilan darah dari tubuh, seperti yang dilakukan ketika mendonorkan darah, untuk mengurangi kadar zat besi. Awalnya darah diambil sekali atau dua kali seminggu. Setelah kadar zat besi normal, penarikan biasanya dapat dikurangi menjadi tiga hingga empat bulan sekali.

Bagi orang yang memiliki masalah medis yang membuatnya tidak disarankan untuk menjalankan pengambilan darah, dokter dapat merekomendasikan obat oral atau suntikan yang menyebabkan tubuh mengeluarkan zat besi melalui urine atau feses. Pada intinya perawatan dan penanganan untuk hemokromatosis adalah bertujuan untuk mengembalikan zat besi ke tingkat normal dan mencegah terjadinya komplikasi.

Referensi:
Arthritis Foundation. Diakses pada 2020. Hemochromatosis 
National Health Service. Diakses pada 2020. Haemochromatosis