Ad Placeholder Image

Overweight: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

6 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   03 Oktober 2025

Overweight adalah kondisi ketika berat badan seseorang melebihi batas ideal akibat penumpukan lemak tubuh berlebih.

Overweight: Penyebab, Gejala, dan Cara MengatasinyaOverweight: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI

  1. Apa Itu Overweight?
  2. Penyebab Overweight yang Perlu Diketahui
  3. Kenali Gejala Overweight
  4. Bagaimana Overweight Didiagnosis?
  5. Risiko dan Komplikasi Overweight
  6. Cara Mengatasi Overweight
  7. Temukan Cara Menurunkan Berat Badan Tepat dengan Program Klinis dan Menyeluruh dari Halofit
  8. Kapan Harus ke Dokter?
  9. Cara Mencegah Overweight
  10. Kesimpulan

Overweight atau kelebihan berat badan merupakan kondisi yang sering terjadi dan dialami banyak orang di berbagai usia.

Meski kerap dianggap sepele, overweight dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, mulai dari diabetes, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung.

Lalu, apa saja penyebab overweight, gejala yang perlu diwaspadai, dan cara mengatasinya? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Overweight?

Overweight atau kelebihan berat badan adalah kondisi ketika berat badan seseorang lebih tinggi dari batas normal yang dianggap sehat berdasarkan tinggi badan.

Kondisi ini sering kali menjadi tahap awal sebelum obesitas. Penting untuk dipahami bahwa overweight meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan serius.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), overweight didefinisikan sebagai kondisi memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) sama dengan atau lebih besar dari 25. IMT dihitung dengan membagi berat badan (kilogram) dengan kuadrat tinggi badan (meter).

Penyebab Overweight yang Perlu Diketahui

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan overweight, di antaranya:

  • Pola Makan Tidak Sehat: Konsumsi makanan tinggi kalori, lemak, gula, dan rendah serat berkontribusi pada penumpukan lemak tubuh.
  • Kurang Aktivitas Fisik: Gaya hidup sedentari atau kurang gerak menyebabkan tubuh membakar lebih sedikit kalori.
  • Faktor Genetik: Keturunan dapat memengaruhi metabolisme dan kecenderungan seseorang untuk mengalami overweight.
  • Usia: Metabolisme cenderung melambat seiring bertambahnya usia, sehingga meningkatkan risiko penambahan berat badan.
  • Kurang Tidur: Kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang mengatur nafsu makan, sehingga meningkatkan keinginan untuk makan makanan tinggi kalori.
  • Kondisi Medis Tertentu: Beberapa kondisi medis seperti hipotiroidisme dan sindrom Cushing dapat menyebabkan penambahan berat badan.
  • Obat-obatan: Beberapa jenis obat, seperti antidepresan dan kortikosteroid, dapat menyebabkan efek samping berupa penambahan berat badan.

Kenali Gejala Overweight

Gejala overweight yang paling jelas adalah peningkatan berat badan yang signifikan. Selain itu, beberapa gejala lain yang mungkin dialami antara lain:

  • Mudah merasa lelah dan sesak napas saat beraktivitas fisik.
  • Nyeri sendi, terutama di lutut dan pinggul.
  • Mendengkur saat tidur.
  • Keringat berlebihan.
  • Masalah kulit seperti stretch mark.

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan untuk mengetahui status berat badan dan risiko kesehatan yang mungkin timbul.

Kamu alami nyeri sendi akibat kelebihan berat badan? Ini Rekomendasi Terbaik Obat Pereda Nyeri Sendi dan Tulang.

Bagaimana Overweight Didiagnosis?

Diagnosis overweight umumnya dilakukan dengan mengukur Indeks Massa Tubuh (IMT).

Dokter atau tenaga medis akan menghitung IMT menggunakan rumus berat badan (kg) dibagi dengan kuadrat tinggi badan (m²).

Hasil IMT kemudian dikategorikan sebagai berikut:

  • IMT kurang dari 18.5: Berat badan kurang
  • IMT 18.5-24.9: Berat badan normal
  • IMT 25-29.9: Overweight (kelebihan berat badan)
  • IMT 30 atau lebih: Obesitas

Selain IMT, dokter juga dapat mengukur lingkar pinggang untuk menilai risiko kesehatan terkait lemak perut. Pengukuran lingkar pinggang lebih dari 80 cm pada wanita dan lebih dari 94 cm pada pria meningkatkan risiko penyakit metabolik.

Risiko dan Komplikasi Overweight

Overweight dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan serius, antara lain:

  • Penyakit Jantung: Overweight meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan tekanan darah, yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.
  • Diabetes Tipe 2: Resistensi insulin sering terjadi pada orang dengan overweight, yang dapat menyebabkan diabetes tipe 2.
  • Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi): Overweight meningkatkan beban kerja jantung dan pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko hipertensi.
  • Osteoarthritis: Kelebihan berat badan memberi tekanan berlebih pada sendi, yang dapat menyebabkan osteoarthritis.
  • Sleep Apnea: Overweight dapat menyebabkan penyempitan saluran napas saat tidur, yang menyebabkan sleep apnea.
  • Beberapa Jenis Kanker: Overweight dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara, usus besar, ginjal, dan endometrium.
  • Penyakit Liver: Perlemakan hati non-alkoholik (NAFLD) sering terjadi pada orang dengan overweight.

Ini Kata Dokter: Cara Mengenali Obesitas dan Penangannya.

Cara Mengatasi Overweight

Mengatasi overweight membutuhkan perubahan gaya hidup yang berkelanjutan, antara lain:

  • Pola Makan Sehat: Konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya akan buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan protein tanpa lemak. Batasi asupan makanan olahan, minuman manis, dan makanan tinggi lemak jenuh.
  • Aktivitas Fisik Teratur: Lakukan aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu dengan intensitas sedang, seperti berjalan kaki, jogging, bersepeda, atau berenang.
  • Tidur yang Cukup: Usahakan untuk tidur 7-8 jam setiap malam.
  • Kelola Stres: Temukan cara sehat untuk mengelola stres, seperti yoga, meditasi, atau menghabiskan waktu di alam.
  • Konsultasi dengan Dokter atau Ahli Gizi: Dokter atau ahli gizi dapat membantu membuat rencana penurunan berat badan yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan individu.

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan obat-obatan atau merekomendasikan operasi bariatrik untuk membantu menurunkan berat badan.

Temukan Cara Menurunkan Berat Badan Tepat dengan Program Klinis dan Menyeluruh dari Halofit

Sedang mencari cara menurunkan berat badan dengan cepat tapi tetap aman dan diawasi dokter? Kini kamu bisa mencapainya lewat Halofit, layanan Klinik Obesitas Digital dari Halodoc yang menawarkan pendekatan klinis, nutrisi, dan gaya hidup sehat secara menyeluruh.

Halofit dirancang khusus untuk membantu kamu menemukan cara menurunkan berat badan yang benar-benar efektif, bukan sekadar diet sementara. Dengan dukungan dokter dan ahli gizi profesional, setiap program Halofit disesuaikan dengan kondisi tubuh, pola makan, dan target penurunan berat badanmu.

Berikut dua pilihan program yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan:

1. Halofit Advanced – Rp750.000/bulan

Paket Halofit Advanced - obat diet ampuh

Cocok bagi kamu yang ingin memulai perjalanan sehat dengan pendampingan dokter dan ahli gizi selama 30 hari. Program Halofit Advanced mencakup meal plan personal, serta obat pendamping penurun berat badan yang diresepkan langsung oleh dokter untuk mendukung hasil yang aman dan maksimal.

2. Halofit Transform –  Mulai dari Rp3.300.000/bulan

Program Halofit Transform adalah program premium bagi kamu yang membutuhkan cara menurunkan berat badan dengan cepat dan terukur melalui terapi injeksi GLP-1. Terapi ini telah terbukti secara klinis membantu mengontrol nafsu makan dan mempercepat penurunan berat badan. Dengan pengawasan dokter, kamu akan mendapatkan dukungan medis lengkap beserta obat diet paling ampuh sesuai kebutuhan tubuhmu.

Semua layanan ini tersedia langsung di aplikasi Halodoc, mulai dari konsultasi, pemesanan paket, hingga pemantauan progres, semuanya bisa dilakukan tanpa perlu datang ke klinik.

Tunggu apa lagi?  Kamu bisa klik di sini untuk mulai coba program Halofit!

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika:

  • Mengalami kesulitan menurunkan berat badan meskipun sudah melakukan perubahan gaya hidup.
  • Memiliki kondisi medis yang berkaitan dengan overweight, seperti diabetes, penyakit jantung, atau sleep apnea.
  • Merasa cemas atau depresi akibat masalah berat badan.

Dokter dapat membantu mengevaluasi kondisi kesehatan, memberikan saran medis, dan merekomendasikan rencana perawatan yang sesuai.

Cara Mencegah Overweight

Mencegah overweight lebih mudah daripada mengobatinya. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menerapkan pola makan sehat sejak dini.
  • Membatasi waktu menonton TV dan bermain gadget.
  • Mengajak anak-anak untuk aktif bergerak setiap hari.
  • Menyediakan makanan sehat di rumah dan di sekolah.
  • Memberikan contoh yang baik kepada anak-anak dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Kesimpulan

Overweight adalah masalah kesehatan yang umum terjadi dan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius.

Penting untuk menjaga berat badan ideal melalui pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, dan gaya hidup sehat lainnya.

Jika mengalami kesulitan menurunkan berat badan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

Konsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik sekarang lebih mudah dan praktis melalui Halodoc. 

Tak perlu bingung cari obat, kamu bisa dapatkan di apotek 24 jam terdekat dari rumah, karena ada Apotek Online Halodoc.

Obat dan produk kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc dijamin 100% asli dan tepercaya. Produk dikirim dari apotek terdekat dari rumahmu, diantar dalam waktu 1 jam.

Segera download Halodoc untuk pengalaman belanja obat online dengan praktis!

Referensi:
National Health Services. Diakses pada 2025. Obesity.
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Obesity.
Healthline. Diakses pada 2025. Obesity.