• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pengidap Diabetes Ingin Hamil, Perhatikan Hal Ini 

Pengidap Diabetes Ingin Hamil, Perhatikan Hal Ini 

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Kini tidak sedikit wanita yang memilih untuk menikah pada usia di atas 30 tahun. Ada banyak hal yang melatarbelakanginya, seperti ingin fokus berkarier atau semacamnya. Namun, tahukah kamu bahwa saat menikah dan merencanakan kehamilan di atas usia 30 memiliki risiko tersendiri. Apalagi di usia 30an awal biasanya beberapa gejala penyakit mulai muncul, salah satunya diabetes.

Kehamilan dan diabetes seharusnya bukan menjadi kombinasi yang penuh risiko. Jika kamu didiagnosis diabetes dan tengah mempersiapkan kehamilan dengan pasangan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan peluang melahirkan bayi yang sehat. 

Baca juga: Diabetes Gestasional Dapat Terkena Eklampsia?

Merencanakan Kehamilan dengan Diabetes

Apabila kamu mengidap diabetes, baik tipe 1 atau tipe 2, kamu tidak perlu banyak khawatir tentang kemungkinan risiko. Untuk menenangkan pikiran, mulailah mempersiapkannya dengan baik. Mengelola kadar gula darah dan membuat pilihan gaya hidup sehat sebelum kehamilan adalah hal yang disarankan untuk memulai kehamilan yang sehat. 

Langkah pertama dalam mempersiapkan kehamilan adalah berbicara dengan penyedia layanan kesehatan. Tanyakan pada dokter mengenai apa saja yang bisa dilakukan. Kamu juga bisa bertanya pada dokter di Halodoc supaya mengenai hal ini. Umumnya dokter akan merekomendasikan beberapa hal, seperti: 

  • Mengganti Obat. Jika kamu minum obat diabetes selain insulin, kamu perlu beralih ke obat yang lebih aman untuk digunakan dalam mempersiapkan kehamilan. Jika kamu memiliki tekanan darah tinggi, obat tekanan darah juga mungkin perlu diubah karena beberapa obat tekanan darah tidak dianjurkan selama kehamilan.

  • Melakukan Perawatan Tertentu. Jika kamu memiliki tekanan darah tinggi, tanda-tanda penyakit mata atau komplikasi diabetes lainnya yang dapat diperburuk oleh kehamilan, kamu perlu perawatan khusus sebelum merencanakan kehamilan.

  • Mengunjungi Dokter Spesialis. Dokter mungkin menyarankan kamu untuk bertemu dokter spesialis sebelum merencanakan kehamilan. Kamu mungkin perlu mengunjungi dokter ahli diabetes, ahli nutrisi atau spesialis lainnya. 

Baca juga: 5 Tips untuk Ibu Hamil yang Terkena Diabetes

Persiapan Kehamilan dengan Diabetes

Selain itu, ada beberapa hal yang perlu dilakukan jika tengah merencanakan kehamilan saat mengidap diabetes, antara lain:

Fokus Menjaga Kadar Gula Darah

Mengelola gula darah adalah kunci untuk menghindari komplikasi diabetes. Ketika kamu bersiap untuk kehamilan, manajemen gula darah menjadi hal yang lebih penting dari sebelumnya. Kamu akan direkomendasikan agar mencapai kadar A1C hemoglobin tertentu sebelum kehamilan. A1C adalah tes darah yang memberi dokter gambaran kadar gula darah selama dua hingga tiga bulan terakhir. The American Diabetes Association umumnya merekomendasikan A1C pra-kehamilan sebesar 6,5 persen.

Otak bayi, sumsum tulang belakang, jantung dan organ-organ lain mulai terbentuk segera setelah pembuahan, bahkan sebelum kamu sadar bahwa kamu tengah hamil. Jika gula darah tidak terkontrol dengan baik selama hari-hari awal kehamilan, risiko keguguran dan risiko cacat lahir pada bayi, terutama yang mempengaruhi otak, sumsum tulang belakang, dan jantung akan meningkat.

Manfaatkan Teknologi 

Kamu harus memeriksa gula darah beberapa kali sepanjang hari. Kamu dapat melakukan ini dengan menusuk jari dan menggambar setetes darah untuk diuji dengan meteran glukosa, atau kamu juga dapat memilih untuk mengandalkan teknologi yang lebih baru.

Monitor glukosa berkelanjutan adalah alat yang melacak gula darah sepanjang hari, memberi tahu kadar gula darah tanpa harus menusuk jari. Perangkat ini mengandalkan sensor kecil yang disuntikkan di bawah kulit sementara waktu. Alangkah baik jika kamu memilikinya selama hamil atau selama merencanakan kehamilan.

Pola Makan Sehat

Pola makan khusus pengidap diabetes juga perlu kamu lakukan. Ini bisa melibatkan banyak buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Kamu bisa makan makanan yang sama saat mempersiapkan kehamilan. Jika kamu kesulitan menjaga kadar gula darah dalam kisaran target atau ingin menurunkan berat badan sebelum hamil, bertanyalah pada ahli nutrisi atau ahli diet. Mereka dapat membantu kamu menyesuaikan rencana makan untuk memenuhi kebutuhan pra-kehamilan. Kamu juga disarankan untuk mengonsumsi vitamin prenatal harian yang mengandung asam folat dan vitamin untuk memaksimalkan pertumbahan bayi di dalam kandungan. 

Tetap Aktif

Aktivitas fisik adalah bagian penting lain dari hidup sehat dengan diabetes. Tetap rutin olahraga dan pilih kegiatan yang disukai, seperti berjalan kaki, berenang atau bersepeda statis. Pastikan hal ini menjadi bagian dari rutinitas harian.

Aktif berolahraga setidaknya 150 menit seminggu dengan intensitas sedang adalah hal yang disarankan. Ingatlah bahwa aktivitas fisik memengaruhi gula darah. Periksa kadar gula darah sebelum dan sesudah aktivitas apapun, terutama jika kamu menggunakan insulin. 

Baca juga: 5 Olahraga yang Paling Disarankan untuk Ibu Hamil

Jika kamu masih memiliki pertanyaan mengenai perencanaan kehamilan meski mengidap diabetes, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Preparing for Pregnancy When You Have Diabetes.
Web MD. Diakses pada 2020. How to Plan a Pregnancy When You Have Diabetes