• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pengobatan Kanker Ovarium yang Dapat Dijalani

Pengobatan Kanker Ovarium yang Dapat Dijalani

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Pengobatan Kanker Ovarium yang Dapat Dijalani

Halodoc, Jakarta - Baru-baru ini, artis Feby Febiola akhirnya membuka diri tentang perjuangannya melawan penyakit kanker ovarium stadium 1C. Ketika awalnya didiagnosis memiliki penyakit ini, ia merasa khawatir pengobatan yang akan dilakukan dan efek sampingnya. Saat ini, ia telah menjalani dua kali kemoterapi untuk mengobati penyakit kanker ovarium yang dialaminya. 

Kanker ovarium dapat terjadi di beberapa bagian ovarium yang berbeda. Biasanya dimulai pada sel ovarium, stroma, atau sel epitel. American Cancer Society menyebutkan, faktor pemicu seorang wanita mengalami kanker ovarium bisa meliputi faktor genetik dan hormonal.

Pendeteksian dini terhadap kanker ovarium penting dilakukan untuk menentukan penanganan yang tepat. Ketika kanker ovarium ditemukan lebih awal, maka pengobatan akan lebih efektif. Berikut ini beberapa pilihan pengobatan kanker ovarium yang bisa dilakukan, yaitu: 

Baca juga: Kista Ovarium Bisa Terjadi pada Usia Remaja?

  • Operasi

Pengobatan ini merupakan langkah pertama yang dilakukan saat seseorang didiagnosis mengalami kanker ovarium. Operasi untuk kanker ovarium biasanya dilakukan dengan pengangkatan ovarium. 

Berapa banyak operasi yang akan dilakukan tergantung pada sejauh mana kanker telah menyebar. Pada beberapa kasus, ovarium, uterus, serviks, atau tuba falopi mungkin perlu diangkat. Jaringan lain yang biasanya juga diangkat termasuk kelenjar getah bening, omentum (apron berlemak yang menutupi usus) dan semua kanker yang terlihat. 

Jika operasi yang kamu lakukan masih tahap awal dan kamu masih ingin memiliki anak, maka dokter mungkin tidak mengangkat semua organ reproduksi. 

  • Kemoterapi

Pengidap kanker ovarium mungkin perlu melakukan kemoterapi untuk menyingkirkan sel-sel kanker yang masih ada di tubuh setelah operasi. Pengidap biasanya akan menerima obat melalui infus. Namun, pengobatan ini terkadang bekerja lebih baik untuk kanker ovarium jika disuntikkan ke perut. Ini memungkinkan obat bersentuhan langsung dengan bagian tubuh di mana kanker itu kemungkinan besar menyebar. 

Baca juga: Jadwal Haid Enggak Teratur, Normalkah?

  • Radiasi

Sinar-X berenergi tinggi ini dapat membantu membunuh sel-sel kanker yang tertinggal di area panggul. Radiasi yang diberikan seperti sinar-X biasa. Ini dapat digunakan jika kanker kembali setelah pengobatan atau untuk membantu mengendalikan gejala seperti rasa sakit. 

  • Targeted Therapy

Pengobatan ini dilakukan dengan menggunakan obat-obatan yang dapat menyerang hanya sel kanker saja sehingga kerusakan yang terjadi pada sel normal di sekitarnya kecil. Obat-obatan ini bekerja dengan cara yang berbeda, tetapi ini dapat menghentikan sel kanker tumbuh, membelah, atau memperbaiki diri. 

  • Terapi Hormon

Pada beberapa kasus, dokter mungkin menyarankan pengidap kanker serviks untuk menggunakan obat penghambat hormon. Terapi ini paling sering digunakan untuk mengobati tumor stroma ovarium. 


Efek Samping Pengobatan Kanker Ovarium

Beberapa efek samping kemoterapi, seperti kelelahan, mual, dan mati rasa atau kesemutan pada jari tangan dan kaki (neuropati). Sementara efek samping lainnya adalah rambut rontok. Hal ini memang bisa menurunkan kepercayaan diri seseorang. 

Setelah menjalani kemoterapi pertama, biasanya wanita akan kehilangan rambut dalam waktu 2-3 minggu. Selain rambut, nyatanya alis dan rambut kemaluan juga bisa rontok. Namun, efek samping ini akan berbeda pada setiap wanita. 

Baca juga: Datang Diam-Diam, Ini 4 Cara Melindungi Diri dari Kanker Ovarium

Sebagian besar efek samping akan hilang begitu perawatan berakhir. Sementara itu, dokter dan tim yang mengobati akan membantu mengendalikan efek samping apapun yang kamu alami. Kamu dapat berdiskusi terlebih dulu pada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai pengobatan dan efek samping dari pengobatan kanker ovarium. Yuk, segera download aplikasi Halodoc sekarang juga!


Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. What Are the Treatments for Ovarian Cancer?
WebMD. Diakses pada 2020. Chemotherapy for Ovarian Cancer: Easing the Stress & Managing Side Effects
Healthline. Diakses pada 2020. Ovarian Cancer
American Cancer Society. Diakses pada 2020. Ovarian Cancer