Datang Diam-Diam, Ini 4 Cara Melindungi Diri dari Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Datang Diam-Diam, Ini 4 Cara Melindungi Diri dari Kanker Ovarium

Halodoc, Jakarta - Kanker menjadi salah satu penyakit yang menyumbang angka kematian tertinggi, baik pada pria maupun wanita. Seperti misalnya kanker ovarium, yang terjadi tanpa adanya gejala yang pasti. Penyakit mematikan ini baru terdeteksi setelah pengidap telah memasuki tahap akut. Tak heran jika banyak perempuan yang akhirnya meninggal tak lama setelah terdiagnosis penyakit ini.

Namun, sebenarnya tidak harus begitu. Jika kanker ovarium dapat dideteksi lebih awal, seperti pada stadium I misalnya, seorang wanita memiliki peluang hidup sebesar 94 persen. Pasalnya, kondisi nyata justru melaporkan sebaliknya. Lebih dari 70 persen wanita masih tidak terdiagnosis sampai penyakit ini akhirnya masuk ke stadium III atau IV, yang berarti bahwa hanya 18 hingga 45 persen dari mereka memiliki masa hidup tak lebih lama dari 5 tahun.

Sederhananya, mencegah kanker ovarium sedini mungkin perlu dilakukan. Lalu, bagaimana caranya?

  • Mengenali Diagnosisnya

Kanker ovarium adalah jenis kanker reproduksi paling mematikan. Pasalnya, pemeriksaan yang dilakukan bukan untuk mendeteksi adanya kanker pada bagian ovarium, lebih kepada kanker serviks atau infeksi lain yang dapat terjadi pada bagian ini. Hal ini disebabkan karena anatomi ovarium yang terbilang lembut, berbentuk seperti kenari dan tergantung di kedua sisi rahim.

Baca juga: Kaum Hawa Perlu Tahu 2 Gangguan Ovarium

Kondisi ini lebih sulit dikenali pada wanita yang sudah mengalami menopause tapi sebenarnya memiliki risiko untuk mengalami kanker ovarium lebih tinggi. Kondisi ini disebabkan karena indung telur mulai menyusut dan semakin sulit untuk dirasakan. Gejala kanker ovarium mirip seperti gangguan pencernaan, yaitu perut kembung, nyeri panggul, dan sering buang air kecil lebih sering disepelekan.

  • Mengenali Gejalanya

Studi yang dilakukan oleh Barbara Goff, MD, direktur onkologi ginekologi di University of Washington di Seattle pada tahun 2007 menunjukkan pada dasarnya, gejala yang ditimbulkan bisa lebih diperhatikan, supaya deteksi dini bisa dilakukan. Seperti misalnya, pada kondisi normal, perut kembung atau sakit perut hanya terjadi satu atau dua kali dalam satu bulan.

Baca juga: Kenali Gejala Kista Ovarium

Pada wanita yang mengalami kanker ovarium, sakit perut atau perut kembung ini terjadi hingga lebih dari 12 kali dalam waktu yang sama. Inilah mengapa sangat penting untuk mengenali gejalanya. Apabila telah muncul, perhatikan lebih seksama. Apakah gejala ini sering terjadi atau hanya bersifat jarang.

  • Melakukan Tes Skrining untuk Deteksi Dini

Cara mencegah kanker ovarium selanjutnya dengan melakukan tes skrining lengkap untuk mendeteksi adanya kanker di dalam rahim. Seperti halnya dengan alat deteksi lainnya, tes untuk kanker ovarium harus memenuhi beberapa kriteria sulit. Menurut praktik medis standar, tes tersebut harus bersifat sensitif, khusus, terjangkau, dan aman.

  • Kenali Tanda dari Kanker Ovarium

Mudahnya, wanita harus mengenali apa saja tanda dari kanker ovarium. Beberapa gejalanya seperti nyeri panggul atau perut, perut kembung, sering buang air kecil, cepat kenyang sementara nafsu makan berkurang dengan frekuensi yang sangat sering. Jika terjadi demikian, segera periksakan diri ke dokter.

Baca juga: Mengenal Miom pada Rahim dan Bahayanya

Demikian tadi cara mencegah kanker ovarium dan melindungi diri dari penyakit ganas tersebut. Jangan abaikan gejala sekecil apapun yang muncul dalam tubuh. Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang penyakit ini, kamu bisa bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Caranya, download aplikasi Halodoc di ponsel kamu dan pilih layanan Tanya Dokter. Selamat mencoba!