• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penting, Ketahui Faktor Risiko Koarktasio Aorta

Penting, Ketahui Faktor Risiko Koarktasio Aorta

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Muncul saat lahir, koarktasio aorta sering disebut sebagai penyakit jantung bawaan. Namun lebih jelasnya, koarktasio aorta merupakan kondisi ketika aorta mengalami penyempitan. Aorta adalah pembuluh darah besar pada jantung, yang memiliki tugas untuk mengalirkan darah kaya oksigen ke seluruh tubuh.

Penyempitan ini bisa terjadi pada satu lokasi atau beberapa bagian di sepanjang pembuluh aorta. Kondisi ini mengakibatkan aliran darah normal pada tubuh menjadi terhambat, sehingga otot pada bilik kiri jantung harus bekerja lebih keras dalam memompa darah keluar dari jantung. Jika tidak ditangani, koarktasio aorta dapat membuat dinding jantung menebal dan otot jantung melemah, sehingga memicu terjadinya gagal jantung. 

Baca juga: Kenali Tanda-Tanda Si Kecil Idap Koarktasio Aorta

Penyebab pasti dari koarktasio aorta belum diketahui. Namun, penyakit ini diduga terjadi akibat adanya mutasi pada gen atau kromosom. Selain itu, ada juga beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami penyakit ini, yaitu:

  • Mengidap kelainan pada jantung, seperti patent ductus arteriosus, adanya lubang di antara dinding sekat jantung, atau penyakit katup jantung.
  • Memiliki kondisi genetik tertentu, seperti sindrom Turner.
  • Faktor dari ibu saat hamil, seperti paparan bahan tertentu dari lingkungan pada ibu hamil, serta makanan, minuman atau obat yang dikonsumsi ibu saat kehamilan.

Bagaimana Gejala yang Ditimbulkan Koarktasio Aorta?

Gejala yang ditimbulkan koarktasio aorta biasanya muncul sesuai dengan tingkat keparahan penyempitan aorta yang terjadi. Pada tahap ringan, koarktasio aorta bisa saja tidak menunjukkan gejala yang berarti. Namun seiring bertambahnya usia, gejala akan mulai muncul. Beberapa gejala yang ditimbulkan penyakit ini adalah:

  • Hipertensi.
  • Sakit kepala. 
  • Otot lemah. 
  • Mimisan. 
  • Nyeri dada. 
  • Napas pendek.
  • Kram tungkai. 
  • Kaki terasa dingin.

Jika mengalami berbagai gejala tersebut, jangan diabaikan dan segera cari bantuan medis. Salah satu cara yang dapat kamu lakukan adalah men-download aplikasi Halodoc untuk berkonsultasi dengan dokter lewat chat, atau buat janji dengan dokter di rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan langsung. 

Baca juga: Ini Cara Mendiagnosis Koarktasio Aorta pada Si Kecil

Sementara itu, pada kasus yang parah, gejala koarktasio aorta dapat muncul segera setelah lahir atau pada bulan-bulan awal setelah kelahiran. Gejala yang muncul dapat berupa:

  • Bayi tampak gelisah. 
  • Sulit bernapas. 
  • Mengeluarkan banyak keringat. 
  • Kesulitan saat menyusu. 
  • Kulit menjadi pucat.

Pengobatan untuk Koarktasio Aorta

Ketika seseorang terdiagnosis mengidap koarktasio aorta, pengobatan perlu segera dilakukan. Tujuan dalam pengobatan koarktasio aorta adalah untuk melebarkan pembuluh darah yang menyempit. Tindakan pengobatan yang dilakukan biasanya ditentukan dari usia dan tingkat keparahan penyempitan aorta yang dialami.

Hingga saat ini, ada 2 metode pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi koarktasio aorta, yaitu:

1. Operasi

Ada beberapa teknik operasi yang dapat dilakukan untuk mengatasi koarktasio aorta, yaitu:

  • Operasi untuk memotong bagian yang menyempit dan menghubungkan kedua ujung pembuluh darah (resection with end-to-end anastomosis).
  • Pemasangan pipa plastik tambahan sebagai jalan tembus aorta yang menyempit (bypass graft repair).
  • Operasi pemotongan aorta yang menyempit lalu menempelkan bahan tambahan sintetik guna melebarkan pembuluh darah (patch aortoplasty).
  • Operasi pengambilan sebagian pembuluh darah dari lengan kiri agar aorta yang menyempit dapat melebar (subclavian flap aortoplasty).

Baca juga: Adakah Cara Mencegah Koarktasio Aorta pada Si Kecil?

2. Angioplasti Balon

Metode pengobatan ini dapat dilakukan pada kasus koartasio aorta yang terjadi pertama kali, ataupun yang kambuh kembali setelah operasi. Dalam pelaksanaannya, sebuah balon akan dipasang pada pintu masuk aorta yang mengalami penyempitan, kemudian dikembangkan agar aorta dapat melebar dan aliran darah menjadi lebih lancar. Pada kebanyakan kasus, angioplasti balon kerap dilanjutkan dengan pemasangan cincin (stent), agar bagian yang menyempit dapat tetap terbuka.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Coarctation of the Aorta.
American Heart Association. Diakses pada 2019. Coarctation of the Aorta (CoA).