Ad Placeholder Image

Pentingnya Langkah Pencegahan Meningitis dengan Vaksin

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   25 Juni 2025

Vaksin meningitis bantu cegah infeksi berbahaya pada anak dan remaja, terutama yang sistem imunnya masih berkembang.

Pentingnya Langkah Pencegahan Meningitis dengan VaksinPentingnya Langkah Pencegahan Meningitis dengan Vaksin

DAFTAR ISI


Ketahanan tubuh yang masih belum sempurna dan terus berkembang menyebabkan bayi dan balita sangat rentan terserang penyakit.

Inilah mengapa dibutuhkan vaksin untuk membantu meningkatkan sistem imun anak dalam memerangi penyakit yang berbahaya, seperti misalnya meningitis

Meningitis terjadi ketika ada peradangan pada selaput yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang.

Infeksi virus atau bakteri dari cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang inilah yang biasanya menyebabkan terjadinya pembengkakan.

Akan tetapi, cedera, kanker, obat-obatan, hingga infeksi lain turut bisa menjadi penyebab meningitis. 

Pentingnya Vaksin untuk Mencegah Meningitis

Sayangnya, sebagian besar kasus meningitis yang disebabkan karena virus lebih rentan terjadi pada anak yang berusia di bawah 5 tahun.

Sementara meningitis yang disebabkan karena bakteri sering ditemui pada anak berusia di bawah 20 tahun.

Risiko ini sangat besar untuk bayi atau anak yang tidak mendapatkan vaksin meningitis sebagai tindakan preventif.

Penyakit meningokokus yang terjadi karena bakteri bisa menyebabkan infeksi pada aliran darah dan meningitis atau bahkan keduanya.

Kondisi ini sangat serius dan membutuhkan penanganan segera karena bisa mengakibatkan kematian.

Inilah mengapa, pemberian vaksin sangat dianjurkan untuk mencegah anak mengalami risiko penyakit meningitis.  

Ada dua jenis vaksin yang bisa diberikan untuk mencegah penyakit meningococcal, termasuk meningitis, yaitu:

  • Vaksin konjugat meningokokus yang melindungi terhadap empat jenis bakteri meningokokus (disebut tipe A, C, W, dan Y). vaksin ini dianjurkan untuk semua anak. 
  • Vaksin meningokokus B atau MenB yang melindungi terhadap bakteri meningokokus tipe kelima atau tipe B.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan pemberian vaksin ACWY untuk anak yang berusia antara 2 bulan hingga 10 tahun dengan kondisi:

  • Memiliki kelainan imun tipe langka yang disebut defisiensi komponen komplemen;
  • Menggunakan jenis obat yang disebut inhibitor komplemen;
  • Mengalami kerusakan limpa atau telah menjalani pengangkatan limpa;
  • Mengidap HIV.

Sementara itu, semua anak berusia 11 hingga 12 tahun harus mendapatkan vaksin ACWY dengan dosis penguat di usia 16 tahun.

Remaja juga bisa mendapatkan vaksin MenB, lebih direkomendasikan dilakukan pada usia 16 hingga 18 tahun. Pemberian vaksin tidak dianjurkan jika ada indikasi alergi parah, ibu hamil dan menyusui, atau sedang dalam kondisi yang tidak sehat. 

Data yang dituliskan oleh CDC menyatakan, perlindungan dari vaksin ACWY mengalami penurunan pada banyak remaja dalam kurun waktu 5 tahun.

Sementara pada vaksin MenB, penurunan juga terjadi dan lebih cepat dibandingkan dengan vaksin ACWY, yaitu sekitar 1 sampai 2 tahun setelah pemberian.

Inilah mengapa dianjurkan untuk mendapatkan dosis tambahan atau booster pada usia 16 tahun, karena usia remaja yang rentan terserang penyakit meningokokus. Simak informasi mengenau Meningitis – Gejala, Penyebab, Pencegahan & Pengobatannya berikut ini.

Jenis Vaksin Meningitis

Ada beberapa jenis vaksin meningitis yang tersedia, yang melindungi terhadap berbagai jenis bakteri penyebab meningitis:

  • Vaksin Meningokokus

Vaksin ini melindungi terhadap penyakit meningokokus, yang disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitidis.

Vaksin ini tersedia dalam beberapa jenis, termasuk vaksin konjugat MenACWY dan vaksin polisakarida MenPS.

  • Vaksin Hib

Melindungi terhadap Haemophilus influenzae tipe b (Hib). Vaksin Hib adalah bagian dari jadwal imunisasi rutin anak-anak.

  • Vaksin Pneumokokus

Melindungi terhadap penyakit pneumokokus, yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae.

Vaksin ini tersedia dalam dua jenis, yaitu vaksin konjugat PCV13 dan vaksin polisakarida PPSV23.

Efek Samping Vaksin Meningitis

Seperti semua vaksin, vaksin meningitis dapat menyebabkan efek samping.

Efek samping yang umum biasanya ringan dan berlangsung beberapa hari, seperti:

  • Nyeri, kemerahan, atau bengkak di tempat suntikan.
  • Demam ringan.
  • Sakit kepala.
  • Kelelahan.

Efek samping yang serius jarang terjadi. Jika memiliki kekhawatiran tentang efek samping vaksin meningitis, konsultasikan dengan dokter. Berikut 4 Daftar Dokter Spesialis Saraf untuk Perawatan Meningitis yang kamu hubungi.

Siapa yang Perlu Mendapatkan Vaksin Meningitis?

Vaksin meningitis direkomendasikan untuk beberapa kelompok orang, termasuk:

  • Bayi dan anak-anak.
  • Remaja dan dewasa muda.
  • Orang yang memiliki kondisi medis tertentu, seperti HIV atau gangguan sistem kekebalan tubuh.
  • Orang yang bepergian ke daerah di mana meningitis umum terjadi.
  • Calon jamaah haji dan umrah.

Itulah penjelasan seputar meningitis yang perlu kamu ketahui. Jika kamu punya pertanyaan lain terkait hal ini, hubungi dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc saja!

Mereka bisa memberikan informasi dan saran perawatan yang tepat sekaligus meresepkan obat.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Pakai Halodoc sekarang juga!

Referensi: 
KidsHealth. Diakses pada 2025. Your Child’s Immunization: Meningococcal Vaccines.
CDC. Diakses pada 2025. Meningococcal Vaccination: What Everyone Should Know.
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Meningitis.

FAQ Vaksin Meningitis

1. Vaksin meningitis biaya berapa?

Harga vaksin meningitis bervariasi, namun apabila kamu tidak ingin repot ke klinik atau rumah sakit untuk vaksin meningitis, kamu bisa melakukan vaksinasi meningitis melalui layanan Homecare by Halodoc.

Harga vaksin meningitis di rumah saja melalui layanan Homecare by Halodoc, yaitu Rp390.000.

2. Berapa kali harus vaksin meningitis?

Vaksin meningitis dilakukan 1 kali atau 1 dosis. Pengulangan vaksin meningitis setiap 3–5 tahun bagi yang berisiko

3. Apakah jamaah haji dan umrah membutuhkan vaksin meningitis?

Ya, jamaah haji atau umrah membutuhkan vaksin meningitis sebagai syarat wajib untuk mencegah penyebaran penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitidis.

4. Di mana bisa mendapatkan buku kuning meningitis?

Jika kamu melakukan vaksinasi meningitis di Homecare by Halodoc, kamu akan mendapatkan buku kuning (e-ICV).

Buku kuning meningitis ini sebagai tanda bahwa kamu sudah melakukan vaksin meningitis yang menjadi syarat utama jamaah haji dan umrah.