Ad Placeholder Image

Penyakit Hati Berlemak Non-Alkohol: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

8 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   29 September 2025

PHBAL merupakan masalah kesehatan yang umum di seluruh dunia dan menjadi penyebab utama penyakit hati kronis.

Penyakit Hati Berlemak Non-Alkohol: Gejala, Penyebab, dan PengobatanPenyakit Hati Berlemak Non-Alkohol: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

DAFTAR ISI

  1. Seberapa Umum Penyakit Hati Berlemak Non-Alkohol?
  2. Perbedaan Penyakit Hati Berlemak Non-Alkohol dengan Sirosis
  3. Apa Saja Gejala Penyakit Hati Berlemak Non-Alkohol?
  4. Kapan Harus ke Dokter?
  5. Apa Penyebab Penyakit Hati Berlemak Non-Alkohol?
  6. Faktor Risiko Penyakit Hati Berlemak Non-Alkohol
  7. Bagaimana Diagnosis Penyakit Hati Berlemak Non-Alkohol?
  8. Pengobatan Penyakit Hati Berlemak Non-Alkohol
  9. Komplikasi Penyakit Hati Berlemak Non-Alkohol
  10. Hubungi Dokter Ini Jika Mengalami Gangguan Hati atau Metabolik
  11. Bisakah Penyakit Hati Berlemak Non-Alkohol Dicegah?
  12. Rekomendasi Makanan untuk Pengidap Penyakit Hati Berlemak

Penyakit hati berlemak non-alkohol (PHBAL), atau dalam bahasa Inggris disebut Non-Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD), adalah kondisi ketika terjadi penumpukan lemak di hati pada seseorang yang tidak mengonsumsi alkohol secara berlebihan.

Hati yang sehat seharusnya memiliki sedikit lemak. Namun, jika lemak mencapai 5-10% dari berat hati, maka kondisi ini disebut sebagai PHBAL.

PHBAL merupakan masalah kesehatan yang umum di seluruh dunia dan menjadi penyebab utama penyakit hati kronis.

Pada kasus yang lebih parah, PHBAL dapat berkembang menjadi Non-Alcoholic Steatohepatitis (NASH), yaitu peradangan hati dan kerusakan sel hati, yang berpotensi menyebabkan sirosis, gagal hati, dan bahkan kanker hati.

Seberapa Umum Penyakit Hati Berlemak Non-Alkohol?

Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, diperkirakan sekitar 20-40% orang dewasa di Indonesia mengidap PHBAL.

Angka ini terus meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat.

Secara global, diperkirakan sekitar 25 persen populasi dunia menderita PHBAL.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang yang memiliki kondisi medis tertentu, seperti obesitas, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan kadar kolesterol tinggi.

Pahami lebih dalam tentang Apa itu Batu Empedu? Gejala & Penyebabnya di sini.

Perbedaan Penyakit Hati Berlemak Non-Alkohol dengan Sirosis

Penting untuk dipahami bahwa PHBAL dan sirosis adalah dua kondisi yang berbeda, meskipun PHBAL yang tidak ditangani dengan baik dapat berkembang menjadi sirosis.

PHBAL adalah penumpukan lemak di hati. Sementara itu, sirosis adalah kondisi kerusakan hati yang parah dan ireversibel, di mana jaringan hati yang sehat digantikan oleh jaringan parut.

Sirosis dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi virus hepatitis, konsumsi alkohol berlebihan, dan PHBAL yang tidak diobati.

Apa Saja Gejala Penyakit Hati Berlemak Non-Alkohol?

Seringkali, PHBAL tidak menimbulkan gejala yang jelas, terutama pada tahap awal.

Kebanyakan orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka mengidap kondisi ini.

Namun, pada beberapa kasus, PHBAL dapat menyebabkan gejala seperti:

  • Kelelahan atau merasa lemas.
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut kanan atas.
  • Perut bengkak.
  • Mata dan kulit menguning (jaundice).
  • Pembesaran hati (dapat dideteksi melalui pemeriksaan fisik oleh dokter).

Jika PHBAL berkembang menjadi NASH dan sirosis, gejala yang muncul bisa lebih serius, seperti:

  • Penumpukan cairan di perut (ascites).
  • Pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki (edema).
  • Mudah memar atau berdarah.
  • Kebingungan atau kesulitan berpikir jernih (ensefalopati hepatik).

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala-gejala yang mengkhawatirkan, terutama jika memiliki faktor risiko PHBAL seperti obesitas, diabetes, atau riwayat keluarga dengan penyakit hati.

Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius.

Kamu bisa memanfaatkan layanan konsultasi dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat dengan cara klik banner di bawah ini!

Apa Penyebab Penyakit Hati Berlemak Non-Alkohol?

Penyebab pasti PHBAL belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini sering dikaitkan dengan beberapa faktor, seperti:

  • Obesitas atau kelebihan berat badan: Obesitas meningkatkan risiko terjadinya resistensi insulin, yang dapat menyebabkan penumpukan lemak di hati.
  • Resistensi insulin: Kondisi ini terjadi ketika sel-sel tubuh tidak merespons insulin dengan baik, sehingga kadar gula darah meningkat. Resistensi insulin dapat memicu penumpukan lemak di hati.
  • Diabetes tipe 2: Penderita diabetes tipe 2 seringkali mengalami resistensi insulin, yang meningkatkan risiko PHBAL.
  • Kadar lemak tinggi dalam darah (hiperlipidemia): Kadar kolesterol tinggi, trigliserida tinggi, atau keduanya, dapat meningkatkan risiko PHBAL.
  • Sindrom metabolik: Kumpulan kondisi yang meliputi obesitas, tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, dan kadar trigliserida tinggi. Sindrom metabolik sangat erat kaitannya dengan PHBAL.
  • Pola makan tidak sehat: Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, lemak trans, dan gula berlebihan dapat meningkatkan risiko PHBAL.
  • Penurunan berat badan yang terlalu cepat: Penurunan berat badan yang drastis dalam waktu singkat dapat memicu penumpukan lemak di hati.
  • Efek samping obat-obatan tertentu: Beberapa jenis obat, seperti kortikosteroid dan amiodaron, dapat meningkatkan risiko PHBAL.

Nah, 5 Dokter Spesialis yang Bisa Bantu Perawatan Gangguan Fungsi Hati.

Faktor Risiko Penyakit Hati Berlemak Non-Alkohol

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang terkena PHBAL, antara lain:

  • Usia lanjut
  • Ras tertentu (misalnya, Hispanik dan Asia)
  • Riwayat keluarga dengan PHBAL
  • Kondisi medis tertentu, seperti:
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi
  • Sleep apnea
  • Hipotiroidisme
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Bagaimana Diagnosis Penyakit Hati Berlemak Non-Alkohol?

Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk mendiagnosis PHBAL, termasuk:

  • Pemeriksaan fisik: Dokter akan memeriksa riwayat kesehatan, menanyakan tentang gejala yang dialami, dan melakukan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi adanya pembesaran hati atau tanda-tanda penyakit hati lainnya.
  • Tes darah: Tes darah dapat membantu mendeteksi adanya peningkatan enzim hati (seperti ALT dan AST), yang dapat menjadi indikasi adanya kerusakan hati. Selain itu, tes darah juga dapat digunakan untuk memeriksa kadar gula darah, kolesterol, dan trigliserida.
  • Pemeriksaan pencitraan: Beberapa jenis pemeriksaan pencitraan, seperti USG perut, CT scan, atau MRI, dapat digunakan untuk melihat kondisi hati dan mendeteksi adanya penumpukan lemak.
  • Biopsi hati: Biopsi hati adalah prosedur pengambilan sampel jaringan hati untuk diperiksa di laboratorium. Biopsi hati merupakan cara paling akurat untuk mendiagnosis PHBAL dan menentukan tingkat keparahan kerusakan hati.

Pengobatan Penyakit Hati Berlemak Non-Alkohol

Belum ada obat khusus untuk PHBAL.

Pengobatan PHBAL berfokus pada perubahan gaya hidup dan pengendalian faktor risiko.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi PHBAL, antara lain:

  • Menurunkan berat badan: Jika mengalami obesitas atau kelebihan berat badan, menurunkan berat badan secara bertahap dapat membantu mengurangi penumpukan lemak di hati dan memperbaiki fungsi hati. Penurunan berat badan sebanyak 7-10% dari berat badan awal dapat memberikan manfaat yang signifikan.
  • Mengadopsi pola makan sehat: Konsumsi makanan yang kaya akan buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan sumber protein tanpa lemak. Batasi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, lemak trans, gula, dan makanan olahan.
  • Berolahraga secara teratur: Aktivitas fisik secara teratur dapat membantu membakar lemak, meningkatkan sensitivitas insulin, dan memperbaiki fungsi hati. Usahakan untuk berolahraga setidaknya 150 menit per minggu dengan intensitas sedang, seperti jalan kaki, jogging, bersepeda, atau berenang.
  • Mengendalikan kondisi medis yang mendasari: Jika memiliki kondisi medis seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau kolesterol tinggi, penting untuk mengendalikan kondisi tersebut dengan obat-obatan dan perubahan gaya hidup.
  • Menghindari alkohol: Meskipun PHBAL tidak disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebihan, menghindari alkohol dapat membantu mengurangi beban kerja hati dan mencegah kerusakan hati lebih lanjut.
  • Konsumsi suplemen: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen seperti vitamin E dan milk thistle dapat membantu memperbaiki fungsi hati pada penderita PHBAL. Namun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen apa pun.

Menurut WHO, perubahan gaya hidup adalah kunci utama dalam mengelola PHBAL.

Kemenkes RI juga mengampanyekan pentingnya CERDIK (Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres) sebagai langkah pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, termasuk PHBAL

Komplikasi Penyakit Hati Berlemak Non-Alkohol

Jika tidak ditangani dengan baik, PHBAL dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:

  • NASH (Non-Alcoholic Steatohepatitis): Peradangan hati dan kerusakan sel hati.
  • Sirosis: Kerusakan hati yang parah dan ireversibel, di mana jaringan hati yang sehat digantikan oleh jaringan parut.
  • Gagal hati: Kondisi ketika hati tidak dapat berfungsi dengan baik.
  • Kanker hati (karsinoma hepatoseluler): Kanker yang berasal dari sel-sel hati.
  • Penyakit kardiovaskular: PHBAL dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Hubungi Dokter Ini Jika Mengalami Gangguan Hati atau Metabolik

Jika kamu mengalami gejala gangguan hati atau gangguan metabolisme seperti kadar gula dan kolesterol tidak stabil, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Dokter spesialis di Halodoc berpengalaman menangani berbagai keluhan fungsi hati dan metabolisme tubuh, serta mendapatkan ulasan positif dari pasien sebelumnya.

Berikut beberapa dokter yang bisa kamu hubungi melalui Halodoc:

  • dr. Puguh Krisnadi Sandjojo, Sp.PD: Dokter spesialis penyakit dalam dengan pengalaman 12 tahun, lulusan Universitas Hang Tuah Surabaya (2012) dan Universitas Sam Ratulangi (2020). Saat ini praktik di Cikarang, Jawa Barat, anggota PAPDI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Maya Puspita Sari, Sp.PD, AIFO-K: Dokter spesialis penyakit dalam dengan pengalaman 9 tahun, lulusan Universitas Sriwijaya (2015) dan Universitas Hasanuddin (2023). Saat ini praktik di Lampung Tengah, Lampung, anggota PAPDI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Vera Bahar, Sp.PD: Dokter spesialis penyakit dalam dengan pengalaman 15 tahun, lulusan Universitas Muslim Indonesia (2008) dan Universitas Hasanuddin (2021). Saat ini praktik di Wajo, Sulawesi Selatan, anggota PAPDI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.

Dokter tersebut siap memberikan penanganan terbaik untuk gangguan hati dan metabolik yang sesuai dengan kondisimu.

Dengan Halodoc, kamu bisa berkonsultasi dengan mudah, aman, dan nyaman tanpa harus keluar rumah.

Tunggu apa lagi? Ayo gunakan Halodoc sekarang juga!

Bisakah Penyakit Hati Berlemak Non-Alkohol Dicegah?

PHBAL dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti:

  • Mempertahankan berat badan yang sehat.
  • Mengonsumsi makanan sehat dan seimbang.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Mengendalikan kadar gula darah, kolesterol, dan trigliserida.
  • Menghindari alkohol.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Rekomendasi Makanan untuk Pengidap Penyakit Hati Berlemak

Berikut adalah beberapa rekomendasi makanan yang baik untuk pengidap penyakit hati berlemak:

  • Buah-buahan dan sayuran: Kaya akan serat, vitamin, dan mineral yang penting untuk kesehatan hati.
  • Biji-bijian utuh: Sumber karbohidrat kompleks yang baik dan mengandung serat tinggi.
  • Protein tanpa lemak: Ikan, ayam tanpa kulit, tahu, dan tempe adalah sumber protein yang baik dan rendah lemak.
  • Lemak sehat: Alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun mengandung lemak sehat yang bermanfaat bagi kesehatan jantung dan hati.

Hindari makanan olahan, makanan tinggi gula, minuman manis, dan makanan tinggi lemak jenuh dan trans.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2025. Fatty Liver Disease (Hepatic Steatosis).
American Liver Foundation. Diakses pada 2025. The Facts About Non-Alcoholic Fatty Liver Disease.
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Nonalcoholic fatty liver disease.
NHS UK. Diakses pada 2025. Non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD). 

FAQ

1. Apakah penyakit hati berlemak non-alkohol bisa sembuh?

Pada banyak kasus, PHBAL dapat dikendalikan dan bahkan disembuhkan dengan perubahan gaya hidup yang konsisten, seperti menurunkan berat badan, mengadopsi pola makan sehat, dan berolahraga secara teratur.

2. Apakah penyakit hati berlemak non-alkohol berbahaya?

Jika tidak ditangani dengan baik, PHBAL dapat berkembang menjadi NASH, sirosis, gagal hati, dan bahkan kanker hati.

Oleh karena itu, penting untuk mendeteksi dini dan mengobati PHBAL dengan tepat.

3. Bagaimana cara mencegah penyakit hati berlemak non-alkohol?

PHBAL dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti mempertahankan berat badan yang sehat, mengonsumsi makanan sehat, berolahraga secara teratur, dan menghindari alkohol.