Sudah Sembuh, Bisakah Herpes Genital Kembali Kambuh

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Sudah Sembuh, Bisakah Herpes Genital Kembali Kambuh

Halodoc, Jakarta – Sebagian besar orang kerap tidak menyadari bahwa mereka memiliki herpes genital. Ini dikarenakan banyak orang memiliki gejala yang sangat ringan yang tidak dikenali atau keliru dengan kondisi lain atau tanpa gejala sama sekali.

Seseorang dapat menunjukkan gejala dalam beberapa hari setelah tertular herpes genital, atau mungkin butuh berminggu-minggu, berbulan-bulan, ataupun bertahun-tahun. Beberapa orang mungkin memiliki wabah parah dalam beberapa hari setelah tertular virus sementara yang lain mungkin memiliki wabah pertama yang sangat ringan, sehingga mereka tidak menyadarinya. Karena kemungkinan-kemungkinan ini, mungkin sulit bagi orang untuk mengetahui kapan dan dari siapa mereka tertular virus.

Karena tanda-tanda dapat sangat bervariasi, sangat disarankan agar seseorang mengunjungi penyedia layanan kesehatan untuk diuji jika mereka memiliki lesi apapun. Ini dapat diseka untuk tes kultur atau untuk tes sensitif lainnya.

Baca juga: 3 Cara Atasi Masalah Herpes Genital

Ketika sudah sembuh dari herpes genital, bisakah kambuh lagi? Tentu saja bisa, bila kamu melakukan hubungan intim tanpa pengaman, berganti-ganti pasangan, dan saat imunitas tubuhmu mengalami penurunan.

Jika episode pertama menghasilkan gejala yang cukup ringan, maka kekambuhan selanjutnya biasanya tidak akan meningkat dalam keparahan. Namun, seperti disebutkan sebelumnya, ketika herpes genital muncul kembali setelah episode pertama, itu tidak selalu menyebabkan tanda dan gejala yang dapat dikenali.

Beberapa orang mengalami wabah berulang dengan apa yang disebut lesi herpes, seperti lepuh "klasik" yang mengeras, atau dengan luka yang menyakitkan. Namun, pada herpes rekuren, proses ini biasanya memakan waktu separuh dari waktu dalam episode pertama.

Selain itu, banyak orang memiliki bentuk herpes berulang yang sangat halus yang sembuh dalam hitungan hari. Dan terakhir, herpes mampu mengaktifkan kembali tanpa menghasilkan lesi yang terlihat (reaktivasi asimptomatik).

Baca juga: Selain Menggunakan Kondom, Ini Cara Mencegah Herpes Genital

Virus yang “Tidur”

Ketika seseorang memiliki herpes genital, virus itu tertidur (tertidur) di bundel saraf di pangkal tulang belakang. Ketika virus mengaktifkan kembali (bangun), ia berjalan di jalur saraf ke permukaan kulit, kadang-kadang menyebabkan wabah.

Saraf di alat kelamin, paha atas dan bokong terhubung. Karena itu, seseorang dapat mengalami wabah di salah satu area ini. Area tersebut termasuk Miss V atau vulva, Mr P, skrotum atau testis, bokong atau anus, ataupun paha.

Individu dengan infeksi herpes genital harus menjauhkan diri dari aktivitas seksual sementara mengalami gejala herpes genital. Herpes genital paling menular selama wabah luka, tapi juga dapat ditularkan ketika tidak ada gejala yang dirasakan atau terlihat.

Penggunaan kondom yang konsisten dan benar dapat membantu mengurangi risiko penyebaran herpes genital. Namun, kondom hanya memberikan perlindungan parsial, karena herpes genital dapat ditemukan di area yang tidak dicakup oleh kondom.

Baca juga: Ini Alasan Herpes Genital Gampang Menular

Wanita hamil dengan gejala herpes genital harus memberi tahu penyedia layanan kesehatan mereka. Mencegah akuisisi infeksi herpes genital baru sangat penting bagi wanita di akhir kehamilan, karena ini adalah saat risiko herpes neonatal terbesar.

Penelitian tambahan sedang dilakukan untuk mengembangkan metode pencegahan yang lebih efektif terhadap infeksi herpes genital, seperti vaksin atau mikrobisida topikal (senyawa yang dapat diterapkan di dalam Miss V atau rektum untuk melindungi terhadap infeksi menular seksual).

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai herpes genital, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Talk to a Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.