• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perawatan Rumah untuk Tangani Cubital Tunnel Syndrome

Perawatan Rumah untuk Tangani Cubital Tunnel Syndrome

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Pernah merasakan gejala seperti nyeri, mati rasa, kesemutan atau kelemahan pada area cincin dan jari-jari kecil? Terlebih jika kamu merasakan gejala ini ketika siku ditekuk untuk waktu yang lama, seperti saat memegang telepon atau saat tidur. Bisa jadi kamu mengalami cubital tunnel syndrome. Cubital tunnel terletak di siku dan merupakan jalur 4 milimeter antara tulang dan jaringan. Area ini membungkus saraf ulnaris, salah satu saraf yang memasok perasaan dan gerakan ke lengan dan tangan.

Saraf ulnaris membentang dari leher ke bahu, turun ke belakang lengan, di sekitar bagian dalam siku dan berakhir di tangan dengan jari keempat dan kelima. Lubang tunnel cubital yang sempit mudah terluka atau dikompresi melalui aktivitas berulang atau trauma. Menurut Postgraduate Medical Journal, cubital tunnel syndrome adalah sindrom jebakan saraf perifer kedua yang paling umum selain di samping carpal tunnel

Baca juga: Komplikasi yang Diakibatkan Cubital Tunnel Syndrome

Penyebab Cubital Tunnel Syndrome

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab masalah pada saraf ulnaris ini, antara lain: 

  • Tekanan. Saraf memiliki sedikit bantalan di atasnya. Tekanan langsung seperti menyandarkan lengan pada sandaran lengan nyatanya bisa  menekan saraf. 

  • Peregangan. Menjaga siku tertekuk untuk waktu yang lama dapat meregangkan saraf di belakang siku. Kebiasaan ini bisa terjadi tanpa sadar saat tidur.

  • Anatomi. Kadang-kadang, saraf ulnaris tidak menetap di tempatnya dan membentak maju dan mundur melewati tonjolan tulang saat siku digerakkan. Gertakan berulang dapat mengiritasi saraf. Terkadang, jaringan lunak di atas saraf juga bisa menjadi lebih tebal atau ada "ekstra" otot di atas saraf yang membuatnya tidak berfungsi dengan benar.

Baca juga: Pernah Alami Patah Tulang Picu Cubital Tunnel Syndrome?

Perawatan Rumahan Atasi Cubital Tunnel Syndrome

Beberapa ahli kesehatan yakin bahwa latihan-latihan tertentu dapat memperbaiki gejala sindrom ini. Nah, contoh-contoh latihan yang bisa dilakukan, yaitu: 

Latihan 1

  1. Rentangkan lengan lurus ke depan tubuh dengan siku diluruskan, senyaman mungkin, dengan telapak tangan menghadap ke atas.
  2. Perlahan-lahan dengan lembut dan perlahan ikatkan jari-jari ke arah telapak tangan kemudian perlahan-lahan dan dengan lembut tekuk ke bawah, menjauh dari tubuh.
  3. Tekuk siku secara perlahan dan lembut, sebanyak nyaman, lalu lepaskan perlahan.

Latihan 2

  1. Rentangkan lengan lurus ke depan tubuh dengan siku diluruskan, senyaman mungkin, dengan telapak tangan menghadap ke atas.
  2. Perlahan dan lembut mulai tekuk siku ke arah tubuh sementara pada saat yang sama dengan lembut memutar pergelangan tangan ke belakang, menjauh dari tubuh.
  3. Jika langkah 1 dan 2 nyaman, maka pertahankan pergelangan tangan ditekuk, pelan-pelan dan tekuk siku dengan lembut, kemudian lepaskan perlahan.

Latihan 3

  1. Berdiri, duduk, atau berbaring dan rentangkan lengan lurus di samping tubuh dengan kepalan tangan yang agak terkepal.
  2. Tekuk siku dengan perlahan dan lembut, arahkan kepalan tangan ke arah tubuh, lalu lepaskan perlahan.

Latihan 4

  1. Berdiri dengan siku ditekuk sehingga lengan berjalan sejajar dengan tubuh.
  2. Perlahan-lahan putar telapak tangan ke atas menghadap langit-langit dan kemudian ke bawah untuk menghadap lantai.

Pengidapnya bisa melakukan latihan ini 2 hingga 5 kali untuk setiap gerakan, masing-masing beberapa kali setiap hari. 

Baca juga: Ikuti Tips Ini untuk Mengobati Cubital Tunnel Syndrome

Ingat, pastikan kamu selalu berdiskusi dengan dokter sebelum memulai program olahraga baru apapun. Jika aktivitas ini menyebabkan nyeri penembakan yang hebat, segera hentikan dan diskusikan dengan dokter. Kamu juga bisa tanyakan pada dokter di Halodoc mengenai olahraga atau aktivitas lain yang aman dilakukan. 

Terkadang latihan-latihan ini juga tetap bisa menyebabkan kesemutan sementara atau mati rasa di lengan atau tangan. Jika perasaan ini berlanjut setelah istirahat, hentikan dan cari bantuan. Pada beberapa kasus, sindrom ini tidak berkurang dengan tindakan sederhana dan memerlukan pembedahan. 

Referensi:
American Society for Surgery of the Hand. Diakses pada 2020. Cubital Tunnel Syndrome.
Healthline. Diakses pada 2020. Cubital Tunnel Syndrome Exercises to Relieve Pain.
Medical News Today. Diakses pada 2020. How Does Cubital Tunnel Syndrome Occur?