• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlu Diwaspadai, Inilah Gejala Kista Epididimis

Perlu Diwaspadai, Inilah Gejala Kista Epididimis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Kista epididimis merupakan penyakit yang sering terlambat disadari. Pasalnya, penyakit ini sering muncul tanpa ditandai gejala yang jelas. Kista epididimis ditandai dengan munculnya benjolan kecil pada saluran epididimis, yaitu saluran yang terhubung dengan testis dan menjadi tempat penyimpanan sperma hingga matang. Namun, benjolan umumnya sulit dideteksi jika masih berukuran kecil atau pada awal kemunculannya. 

Benjolan yang muncul pada saluran epididimis berisi cairan, tetapi umumnya tidak berbahaya alias bersifat jinak. Jenis kista ini menyebabkan saluran epididimis terisi cairan, tetapi tidak bisa keluar. Selain gejalanya tidak jelas, penyebab pasti penyakit ini pun masih belum diketahui. Kista epididimis disebut terjadi karena proses penuaan dan rentan menyerang orang yang sudah berusia di atas 40 tahun.

Baca juga: Apakah Epididimitis Bisa Disembuhkan?

Gejala Kista Epididimis yang Perlu Diketahui 

Kista epididimis jarang memicu gejala. Penyakit ini umumnya terjadi pada pria yang sudah memasuki usia lanjut, yaitu di atas usia 40 tahun. Penyakit ini jarang berubah menjadi kondisi yang berbahaya, tetapi kanker epididimis sebaiknya tidak diabaikan begitu saja. Sayangnya, kista epididimis sering terlambat disadari karena jarang menunjukkan gejala yang spesifik terutama jika ukuran kista masih kecil.

Gejala utama dari penyakit ini adalah muncul benjolan yang umumnya baru akan terasa setelah berukuran besar. Benjolan kista berupa gumpalan lunak di sekitar testis. Kista epididimis bisa menyebabkan muncul satu atau beberapa benjolan pada kedua testis. Benjolan tersebut bisa diraba dan dikenali karena berada terpisah dari testis. 

Benjolan tanda penyakit ini berisi cairan, sehingga akan bergerak-gerak saat disebut. Jika terkena cahaya, benjolan kista epididimis menjadi transparan atau tembus pandang. Namun, benjolan ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak menimbulkan infeksi. Kista pada saluran epididimis ini juga tidak mengganggu pengeluaran urine atau ejakulasi pada pria. 

Ada beberapa faktor yang disebut bisa meningkatkan risiko penyakit ini menyerang. Selain proses penuaan, risiko kista epididimis juga meningkat pada orang yang mengidap cystic fibrosis, penyakit ginjal polikistik, penyakit Von Hippel-Lindau, serta paparan obat pengganti hormon diethylstilbestrol yang biasanya terjadi saat masih berada dalam kandungan ibu. 

Baca juga: Epididimitis Menurunkan Kesuburan Pria, Kok Bisa?

Diagnosis kista epididimis dilakukan dengan pemeriksaan fisik, yaitu mengamati gejala yang muncul. Pemeriksaan penunjang mungkin juga akan dilakukan, seperti USG testis. Jika benjolan yang terdapat di testis terbukti kista, pengobatan mungkin perlu dilakukan tergantung pada tingkat keparahan dan kondisi kista. Namun, pengobatan biasanya tidak dibutuhkan jika kista masih berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala. 

Orang yang didiagnosis dengan kista epididimis disarankan untuk selalu mengamati kista dan segera melakukan pemeriksaan jika benjolan bertambah besar. Apalagi jika benjolan yang muncul sudah mulai menimbulkan rasa nyeri. Pasalnya, nyeri pada benjolan bisa menjadi tanda bahwa kista sudah semakin memburuk dan harus segera ditangani. 

Kista yang sudah sangat besar dan menimbulkan nyeri ditangani dengan prosedur operasi. Prosedur operasi pengangkatan kista epididimis dilakukan dengan anestesi umum alias bius total. Kemudian, kista akan dipotong dan diangkat, lalu luka sayatan operasi akan dijahit. 

Baca juga: Ganggu Reproduksi Pria, Begini Cara Atasi Epididimitis

Masih penasaran tentang penyakit kista epididimis dan apa saja gejala yang harus diwaspadai? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi: 
Web MD. Diakses pada 2019. Spermatocele (Epididymal Cyst).
MedicineNet. Diakses pada 2019. Medical Definition of Epididymis.
Patient. Diakses pada 2019. Epididymal Cyst.