Epididimitis Menurunkan Kesuburan Pria, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Epididimitis Menurunkan Kesuburan Pria, Kok Bisa?

Halodoc, Jakarta - Jika selama ini kamu mengira kesuburan identik dengan wanita, itu salah besar. Pasalnya, pria juga memiliki tingkat kesuburan, yang juga berperan dalam keberhasilan pembuahan. Sama dengan wanita, kesuburan pria juga dapat dipengaruhi oleh berbagai hal. Beberapa jenis penyakit pun dapat memengaruhi kesuburan pria. Salah satunya adalah epididimitis. Bagaimana penyakit ini memengaruhi kesuburan? Simak penjelasan lengkapnya di sini.

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa epididimitis adalah kondisi peradangan pada epididimis atau saluran yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan penyaluran sperma. Epididimis terletak di belakang testis dan menyambungkan testis dengan vas deferens, hingga berlanjut ke saluran ejakulasi, prostat, dan saluran kencing (uretra), saat ejakulasi. Saat mengalami epididimitis, saluran tersebut menjadi bengkak sehingga menimbulkan nyeri. Peradangan ini juga dapat menyebar hingga ke testis (epididymo-orchitis).

Baca juga: Mr P Nyeri? Hati-Hati Kena Epididimitis

Gejala-gejala yang umum dialami oleh pria yang terserang epididimitis, antara lain:

  • Skrotum akan membengkak, terasa hangat, dan nyeri saat disentuh.

  • Nyeri pada testis, biasanya di salah satu satu sisi.

  • Darah pada cairan sperma.

  • Nyeri saat buang air kecil.

  • Sering ingin buang air kecil dan selalu merasa tidak tuntas.

  • Muncul benjolan di sekitar testis yang disebabkan karena penumpukan cairan.

  • Ujung Mr P mengeluarkan cairan tidak normal, biasanya terkait dengan penyakit menular seksual.

  • Nyeri saat ejakulasi atau berhubungan seksual.

  • Rasa tidak nyaman atau nyeri pada perut bagian bawah atau sekitar panggul.

  • Pembesaran kelenjar getah bening di pangkal paha.

  • Demam.

Apa yang Menyebabkannya?

Sebagian besar kasus epididimitis disebabkan oleh infeksi bakteri yang dimulai dari uretra, prostat, atau kandung kemih. Selain infeksi bakteri, epididimitis juga dapat disebabkan oleh:

  • Endapan urine di dalam epididimis. Kondisi ini terjadi ketika urine mengalir kembali ke epididimis.

  • Gondongan (mumps).

  • Efek samping amiodarone.

  • Infeksi menular seksual, seperti gonore dan chlamydia.

  • Torsio testis.

  • Penyakit Behḉet.

  • Tuberkulosis.

Baca juga: Jangan Disepelekan, Ini Bahaya Epididimitis untuk Pria

Selain itu, terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena epididimitis. Berikut beberapa di antaranya:

  • Berhubungan intim dengan pengidap penyakit menular seksual, tanpa menggunakan kondom.

  • Memiliki riwayat infeksi menular seksual.

  • Pernah menjalani prosedur medis yang memengaruhi saluran urine.

  • Mengidap pembesaran prostat.

  • Pernah mengalami infeksi prostat atau infeksi saluran kemih.

  • Pria yang belum disunat.

  • Memiliki letak anatomis saluran kemih yang tidak normal.

  • Menggunakan kateter urine untuk jangka panjang.

Bisa Menurunkan Kesuburan

Sebenarnya, ada banyak hal yang dapat memengaruhi tingkat kesuburan pria, mulai dari gaya hidup kurang sehat, hingga penyakit yang menyerang bagian vitalnya. Epididimitis yang tidak segera ditangani dapat menurunkan kualitas sperma pada pria, yang akhirnya mengganggu tingkat kesuburan.

Namun, selain menurunkan kesuburan pria, ada beberapa risiko komplikasi lain yang mungkin ditimbulkan dari epididimitis, yaitu:

1. Abses

Epididimitis yang sudah parah bisa menyebabkan munculnya abses pada bagian yang terserang. Abses merupakan infeksi bernanah yang biasanya terjadi pada skrotum.

2. Kerusakan Skrotum

Kantong pembungkus testis alias skrotum juga bisa mengalami dampak dari komplikasi yang muncul. Komplikasi epididimitis bisa menyebabkan skrotum mengalami kerobekan.

3. Matinya Jaringan Testis

Kondisi ini bisa terjadi karena kekurangan darah alias testicular infarction.

Baca juga: 4 Penyakit Menular Seksual pada Pria yang Perlu Diketahui

Itulah sedikit penjelasan tentang epididimitis yang ternyata dapat menurunkan kesuburan pria. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!