• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perubahan pada Kulit Bisa Menjadi Tanda Hamil
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perubahan pada Kulit Bisa Menjadi Tanda Hamil

Perubahan pada Kulit Bisa Menjadi Tanda Hamil

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani : 31 Maret 2021
Perubahan pada Kulit Bisa Menjadi Tanda HamilPerubahan pada Kulit Bisa Menjadi Tanda Hamil

Halodoc, Jakarta - Saat hamil, ibu akan mengalami banyak perubahan secara fisik. Umumnya perubahan ini dipicu oleh hormon. Namun, selain perut yang kelak akan semakin membesar, ibu juga bisa merasakan tanda-tanda hamil dari perubahan kulit. Akibat fluktuasi hormon ini, ibu akan merasakan perubahan seperti wajah yang tampak berkilau atau kemerahan, dan rambut yang juga ikut berkilau. 

Sayangnya, tidak setiap wanita hamil akan mengalami semua perubahan kulit yang sama. Wanita juga bisa merasakan tanda tanda hamil yang terjadi pada kulit namun dalam kondisi yang malah membuat ibu jadi tidak percaya diri. Misalnya adalah kemunculan jerawat, bintik hitam, dan stretch mark.

Baca juga: 5 Perawatan Tubuh yang Bisa Dilakukan selama Kehamilan

Tanda-Tanda Hamil yang Muncul di Kulit

Berikut adalah beberapa tanda-tanda hamil yang cukup umum dialami pada kulit akibat pergeseran hormon dan aliran darah: 

Perubahan Pigmentasi

Jangan kaget jika area di sekitar puting dan kulit di paha bagian dalam, alat kelamin, dan leher mungkin menjadi gelap, kemungkinan ini karena perubahan hormonal selama hamil. Ibu juga mungkin melihat garis gelap dari pusar ke tulang kemaluan (linea nigra). Bercak gelap mungkin berkembang di wajah (chloasma). Oleh karena itu, tanda-tanda hamil ini perlu diperhatikan dan ibu perlu menghindari paparan sinar matahari. Pasalnya sinar matahari bisa memperburuk kondisinya. Setelah melahirkan, pigmen kulit biasanya kembali normal selama beberapa bulan. Namun, beberapa bercak gelap akibat chloasma mungkin tidak akan pernah hilang.

Jerawat

Beberapa wanita mengalami masalah jerawat selama kehamilan. Untuk mengatasi jerawat, bersihkan dengan pembersih yang lembut. Keramas secara teratur, jangan memencet jerawat dengan tangan sendiri. 

Pembuluh Darah Membesar

Ibu juga mungkin mengalami mengembangkan pembuluh darah di kaki (varises) karena rahim telah memberikan tekanan yang lebih besar pada pembuluh darah ini. Perubahan hormonal selama kehamilan juga mungkin berperan. Varises yang berkembang selama kehamilan umumnya membaik tanpa perawatan medis tiga hingga 12 bulan setelah melahirkan.

Stretch Mark

Ini adalah tanda tanda hamil yang cukup banyak mengganggu dan dikhawatirkan ibu hamil. Stretch mark adalah guratan berlekuk yang sering muncul di perut, payudara, pinggul, bokong, dan paha. Kondisi ini disebabkan oleh peregangan kulit dan umum terjadi selama trimester kedua dan ketiga. Banyak krim, salep, dan produk lain yang mengklaim dapat mencegah atau mengobati stretch mark. Namun, perawatan hanya efektif sebagian dan tidak akan menghilangkan stretch mark sepenuhnya.

Jika ibu khawatir tentang perubahan kulit yang berkepanjangan, jangan ragu untuk mengunjungi klinik kecantikan. Ibu juga bisa buat janji dengan dokter kulit di rumah sakit menggunakan aplikasi Halodoc supaya lebih mudah dan praktis. Dokter mungkin bisa memberikan perawatan yang tepat untuk mengatasi berbagai masalah kulit selama kehamilan ini.

Baca juga: 3 Cara Menjaga Kecantikan Kulit Saat Hamil

Mengatasi Masalah Kulit Selama Hamil dengan Cara yang Aman

Tanda-tanda hamil yang muncul di kulit mungkin bikin ibu jadi tidak percaya diri. Oleh karena itu, ibu mungkin akan menempuh perawatan kulit tertentu meski sedang hamil. Namun, perawatan kulit selama hamil perlu diperhatikan karena ada beberapa kandungan yang bisa membahayakan. 

Berikut adalah beberapa alternatif untuk mengatasi masalah kulit kehamilan yang paling umum dengan aman:

Jerawat dan Hiperpigmentasi

Jika ibu rentan berjerawat saat hamil, ada beberapa alternatif yang lebih aman untuk menggunakan produk berbasis retinoid sambil hamil. Salah satu yang paling efektif adalah asam glikolat. Senyawa ini dalam jumlah banyak tidak dianjurkan selama kehamilan, tetapi kemungkinan besar aman dalam jumlah kecil yang biasa ditemukan pada produk kecantikan. Asam glikolat dan sejenisnya, seperti asam azelaic juga dapat membantu mengurangi garis-garis halus, mencerahkan kulit, dan mengurangi peningkatan pigmentasi kulit.

Baca juga: Perawatan Kecantikan yang Dilarang untuk Ibu Hamil 

Antikerutan

Antioksidan topikal seperti vitamin C dapat dengan aman meningkatkan vitalitas kulit dengan melindungi kulit dari kerusakan dan menjaga kolagen. Antioksidan aman selama kehamilan lainnya yang bisa dicoba misalnya: 

  • Vitamin E.
  • Vitamin K.
  • Vitamin B3.
  • Teh hijau.

Kulit Kering dan Stretch Mark

Selain banyak minum air, produk pelembab yang mengandung minyak kelapa, cocoa butter, peptida, dan hyaluronic acid (HA) dapat meningkatkan hidrasi. Untuk urusan stretch mark, salah satu strategi untuk mencegahnya adalah dengan sering melembabkan zona rawan munculnya stretch mark untuk membantu kulit meregang secara alami saat perut semakin membesar. 

Referensi:
American Pregnancy Association. Diakses pada 2021. Skin Changes During Pregnancy.
Healthline. Diakses pada 2021. Your Guide to a Pregnancy-Safe Skin Care Routine.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. What Skin Changes Can I Expect During Pregnancy?