• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Punya Efek Samping, Amankah Konsumsi Susu Kefir?

Punya Efek Samping, Amankah Konsumsi Susu Kefir?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Sudah tak asing kan dengan susu kefir? Susu ini merupakan  minuman probiotik yang banyak mengandung bakteri baik. Contohnya, bakteri jenis Lactobacillus acidophilus dan Bifidobacterium bifidum. Menariknya lagi, susu kental ini mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Mulai dari asam folat, magnesium, fosfor, kalium, hingga berbagai vitamin.

Susu yang disukai masyarakat Timur Tengah ini memiliki berbagai manfaat bagi tubuh. Mulai dari meningkatkan sistem kekebalan tubuh, kekuatan tulang, hingga mendetoks racun dalam tubuh. 

Namun, ada hal yang mesti digarisbawahi. Meski mengandung berbagai nutrisi, ternyata susu kefir juga bisa menimbulkan efek samping bagi kesehatan. Lalu, efek samping susu kefir itu seperti apa sih? 

Baca juga: Mengandung Probiotik, Ini Manfaat Susu Kefir untuk Tubuh

Bumil hingga Masalah Imun Mesti Waspada

Susu kefir sebenarnya cukup aman diminum oleh anak-anak. Akan tetapi, bagi ibu yang tengah mengandung atau menyusui, sebaiknya perlu sedikit waspada. Alasannya simpel, belum ada penelitian lebih jauh mengenai efek dan keamanan susu kefir pada kedua kondisi di atas. 

Seperti penjelasan di atas, meski susu kefir kaya beragam nutrisi penting, tetapi susu ini juga bisa menimbulkan efek samping. Efek samping susu kefir meliputi sembelit kram perut, hingga kembung setelah mengonsumsinya.

Selain wanita hamil atau menyusui, pengidap kanker yang sedang menjalani kemoterapi rasanya juga mesti waspada. Efek samping susu kefir juga bisa dialami oleh pasien kemoterapi, khususnya pengidap kanker usus besar. Pasalnya, susu kefir ini dikhawatirkan bisa meningkatkan efek samping pengobatan. Mulai dari masalah perut dan usus, sariawan, kantuk, berkeringat, dan rambut rontok. 

Lalu, orang-orang mengidap kondisi medis tertentu yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti AIDS, juga perlu hati-hati. Susu kefir memang mengandung bakteri baik. Namun, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah mungkin lebih mungkin untuk mengembangkan infeksi dari bakteri atau ragi di dalam susu kefir. 

Konsumsi Obat dan Susu Kefir, Apa Dampaknya?

Efek samping susu kefir juga bisa terjadi ketika seseorang mengonsumsi obat tertentu. Khususnya obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh. Contohnya, basiliximab, azathioprine, dan cyclosporine. Pasalnya, bila susu kefir dikonsumsi dan dibarengi dengan obat-obatan di atas, berisiko memperparah penyakit. 

Selain itu, susu kefir juga tak boleh dikonsumsi bersamaan dengan obat disfusiram, obat pendukung terapi ketergantungan alkohol. Sebab, kondisi ini bisa menimbulkan rasa mual, sakit kepala, dan muntah. 

Baca juga: Cegah Berbagai Penyakit dengan Konsumsi Rutin Susu Kefir

Ada Efek Samping, Ada Pula Manfaatnya

Seperti penjelasan di atas, susu kefir memiliki beragam nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Mulai dari kalsium, berbagai macam vitamin, hingga asam folat. Lalu, apa saja sih manfaat susu kefir bagi tubuh? 

  • Kekuatan Tulang Makin Prima

Susu kafir kaya akan kalsium. Nah, kalsium inilah yang mampu meningkatkan kekuatan tulang dan menghindari risiko osteoporosis.  Menariknya lagi susu kefir juga mengandung vitamin K. Vitamin ini diyakini ampuh meningkatkan metabolisme kalsium sekaligus memperkuat tulang. 

  • Memperkuat Sistem Imun

Susu kefir kaya akan probiotik. Nah, makanan atau minuman yang mengandung banyak probiotik, dipercaya bisa menghilangkan bakteri penyebab infeksi pada tubuh. Menurut beberapa penelitian, probiotik juga mampu menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi. 

  • Mengatasi Masalah Pencernaan

Susu kefir mungkin bisa dijadikan solusi untuk mengatasi masalah pencernaan dan keluhan yang dirasakan. Kok bisa? Susu ini kaya probiotik yang bisa mengembalikan keseimbangan bakteri baik yang menjaga kesehatan usus. Tak cuma itu saja, susu ini juga mengandung antioksidan dan antiradang. Kedua hal inilah yang bisa membantu pemulihan pada masalah pencernaan atau saluran cerna. 

Kesimpulannya, meski susu kefir terbilang alami dan kaya nutrisi, tetapi berhati-hatilah bila ingin mengonsumsinya dalam jangka panjang. Alasannya susu ini bisa saja menimbulkan beberapa efek samping bagi kesehatan. 

Oleh sebab itu, cobalah tanyakan pada ahli gizi sebelum memutuskan untuk memasukkan susu kefir ke dalam menu harianmu. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. 

Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
MedicineNet. Diakses pada 2020. Kefir.  
Verywell Health. Diakses pada 2020. The Benefits of Kefir.  
WebMD. Vitamins & Supplements. Diakses pada 2020. Kefir.  
WebMD. Diakses pada 2020. Why Is Kefir Good for Me?