Advertisement

Pusing saat Haid, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Caisar Dewi Maulina   10 September 2025

Pusing saat haid bisa ditangani dengan mengonsumsi suplemen zat besi.

Pusing saat Haid, Ini Penyebab dan Cara MengatasinyaPusing saat Haid, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Pusing saat haid adalah keluhan umum yang dialami oleh banyak wanita.

Kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari jika dibiarkan begitu saja.

Penting untuk memahami penyebab pusing saat haid dan bagaimana cara mengatasinya dengan tepat.

Artikel ini akan membahas tuntas mengenai pusing saat haid, mulai dari penyebab hingga cara pencegahannya.

Apa Itu Pusing saat Haid?

Pusing saat haid adalah sensasi pusing atau sakit kepala yang terjadi selama periode menstruasi.

Kondisi ini terjadi karena perubahan hormon yang terjadi selama siklus menstruasi.

Pusing bisa terasa ringan hingga berat dan dapat disertai dengan gejala lain seperti mual, lemas, dan pandangan kabur.

Gejala Pusing saat Haid yang Perlu Diwaspadai

Selain sensasi pusing, beberapa gejala lain yang mungkin menyertai pusing saat haid meliputi:

  • Sakit kepala berdenyut
  • Mual dan muntah
  • Kelelahan dan lemas
  • Pandangan kabur
  • Sensitif terhadap cahaya atau suara
  • Berkeringat dingin
  • Detak jantung meningkat

Penyebab Pusing saat Haid dan Faktor Pemicunya

Pusing saat haid dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang menjadi pemicunya.

Berikut ini penyebab umum pusing saat haid:

1. Perubahan Hormon

Fluktuasi hormon estrogen dan progesteron selama siklus menstruasi dapat memengaruhi kadar serotonin dalam otak, yang dapat memicu sakit kepala dan pusing.

2. Dehidrasi

Menstruasi dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih banyak, sehingga meningkatkan risiko dehidrasi.

Dehidrasi dapat menyebabkan penurunan volume darah, yang dapat memicu pusing.

3. Anemia

Kehilangan darah selama menstruasi dapat menyebabkan anemia, terutama pada wanita dengan perdarahan menstruasi yang berat.

Anemia dapat menyebabkan pusing, kelelahan, dan lemas.

4. Tekanan Darah Rendah

Beberapa wanita mengalami penurunan tekanan darah selama menstruasi, yang dapat menyebabkan pusing.

5. Stres

Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi penyebab pusing saat haid.

Selain itu, kualitas tidur yang buruk juga dapat membuat sakit kepala dan pusing semakin parah.

Pusing saat Haid, Apakah Selalu karena Anemia?

Meskipun anemia adalah salah satu penyebab umum pusing saat haid, tidak semua kasus pusing saat haid disebabkan oleh anemia.

Perubahan hormon, dehidrasi, dan faktor lainnya juga dapat menjadi penyebabnya.

Untuk mengetahui apakah pusing yang dialami disebabkan oleh anemia, penting untuk melakukan pemeriksaan darah.

Anemia terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

Gejala anemia meliputi kelelahan, lemas, pusing, pucat, dan sesak napas.

Jika mengalami gejala-gejala ini, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, anemia pada remaja putri dan wanita usia subur menjadi perhatian utama karena dapat berdampak pada kesehatan reproduksi dan kualitas hidup.

Cara Efektif Mengatasi Pusing saat Haid

Ada beberapa cara efektif mengatasi pusing saat haid, di antaranya:

1. Istirahat yang Cukup

Pastikan untuk mendapatkan tidur yang cukup, idealnya 7-8 jam setiap malam.

2. Kelola Stres

Lakukan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam untuk mengurangi stres.

3. Kompres Dingin

Tempelkan kompres dingin pada dahi atau leher untuk meredakan sakit kepala.

4. Cukupi Kebutuhan Cairan Tubuh

Minum air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi saat haid.

5. Minum Obat Pereda Nyeri

Jika pusing sangat mengganggu, dapat mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti paracetamol atau ibuprofen sesuai dosis yang dianjurkan.

6. Konsumsi Makanan Bergizi

Kamu bisa mengonsumsi makanan yang kaya zat besi, vitamin, dan mineral untuk mencegah anemia.

7. Konsumsi Suplemen Zat Besi

Untuk mengatasi pusing saat haid yang terjadi karena anemia, kamu dapat mengonsumsi suplemen zat besi, salah satunya adalah Sangobion 10 Kapsul.

Sangobion 10 Kapsul memiliki kandungan zat besi (dalam bentuk Ferrous Gluconate), asam folat (vitamin B9), dan vitamin B12 yang saling bersinergi untuk membantu pembentukan sel darah merah.

Suplemen zat besi ini penting untuk menjaga kadar hemoglobin yang sehat, mendukung vitalitas tubuh, dan membantu memastikan transportasi oksigen optimal dalam tubuh.

Kisaran harga: Rp24.700 per strip

Dapatkan Sangobion 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

8. Olahraga Ringan

Lakukan olahraga ringan untuk meredakan gejala pusing saat haid.

Di antaranya, seperti jalan kaki, yoga, atau peregangan ringan membantu melancarkan aliran darah dan mengurangi keluhan pusing saat haid.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami pusing saat haid dengan gejala lainnya, seperti:

  • Pusing yang sangat parah dan tidak membaik dengan obat pereda nyeri.
  • Demam, leher kaku, kejang, atau perubahan penglihatan.
  • Gejala sangat mengganggu aktivitas sehari-hari secara signifikan.
  • Gejala tidak membaik setelah beberapa siklus menstruasi.

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebab pusing dan memberikan penanganan yang sesuai.

Pencegahan Pusing saat Haid

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko pusing saat haid meliputi:

  1. Rutin olahraga: Olahraga membantu mengurangi stres dan meningkatkan kualitas tidur.
  2. Pola makan sehat: Konsumsi makanan yang kaya zat besi, vitamin, dan mineral.
  3. Hindari rokok dan alkohol: Rokok dan alkohol dapat memperburuk sakit kepala dan pusing.
  4. Kelola stres: Lakukan teknik relaksasi untuk mengurangi stres.
  5. Tidur yang cukup: Pastikan mendapatkan tidur yang cukup setiap malam.
  6. Suplementasi zat besi: Jika memiliki risiko anemia, kamu bisa mengonsumsi suplemen zat besi pilihan yang ada di Halodoc.

Kesimpulan

Pusing saat haid adalah masalah umum yang dapat terjadi karena berbagai faktor, termasuk perubahan hormon, dehidrasi, dan anemia.

Dengan memahami penyebab dan cara mengatasinya, dapat mengurangi dampak pusing saat haid pada kualitas hidup.

Jika pusing sangat parah atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter yang ada di Halodoc.

Dokter terbaik tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja!

Referensi:
Kementerian Kesehatan Indonesia. Diakses pada 2025. Mengenal Dampak Anemia pada Remaja
Brazilian Journal of Otorhinolaryngology Diakses pada 2025. Vestibular characterization in the menstrual cycle