• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Risiko Kematian Covid-19 Lebih Tinggi saat Obesitas, Ini Alasannya!

Risiko Kematian Covid-19 Lebih Tinggi saat Obesitas, Ini Alasannya!

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Tahukah kamu jika risiko kematian yang disebabkan oleh COVID-19 lebih tinggi pada seseorang yang mengalami obesitas? Arti dari obesitas sendiri adalah terjadinya tumpukan lemak berlebih di dalam tubuh karena tidak diimbangi dengan energi yang keluar. Dengan begitu, lemak yang bertumpuk membuat tubuh kelebihan berat badan sehingga menjadi lebih gemuk dibandingkan yang seharusnya.

Obesitas dapat meningkatkan risiko kematian hingga 50 persen dan bisa membuat vaksin untuk melawan penyakit menjadi kurang efektif. Namun, apa alasannya seseorang yang memiliki berat badan berlebih mempunyai risiko yang lebih parah dibandingkan orang lainnya? Untuk mengetahui lebih lengkap terkait hal tersebut, kamu dapat membaca ulasannya di bawah ini!

Baca juga: Ingat, Lakukan 8 Hal Ini untuk Cegah Angka COVID-19 yang Kian Naik

Alasan Obesitas Tingkatkan Risiko Kematian COVID-19

Obesitas adalah penimbunan lemak pada tubuh yang berlebihan dan umumnya sebesar 20 persen di atas berat badan ideal. Seseorang yang mengalami obesitas memiliki dampak buruk bagi kesehatan, salah satunya adalah COVID-19. Cara menghitung seseorang alami obesitas atau tidak dapat menggunakan indeks massa tubuh. Lantas, apa hubungan antara obesitas dengan risiko yang lebih parah saat terserang virus corona? Berikut pembahasannya.

Dikutip dari RGA, pada suatu penelitian disebutkan seseorang yang mengalami obesitas menunjukkan peningkatan terhadap ekspresi reseptor angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2) pada jaringan adiposa atau lemak. Reseptor ACE2, enzim yang menempel pada membran sel di paru-paru, jantung, ginjal, hingga arteri merupakan koreseptor dari SARS-CoV-2, yang merupakan virus penyebab COVID-19.

Maka dari itu, seseorang yang memiliki lebih banyak jaringan lemak karena obesitas memiliki kemungkinan yang lebih tinggi tertular COVID-19. Selain itu, ACE2 juga dapat meningkat karena kandungan lemak visceral, yang letaknya di dalam perut dan beberapa organ internal. Maka dari itu, seseorang yang memiliki obesitas di perut dapat mengembangkan gangguan yang lebih parah bahkan mematikan.

Selain itu, seseorang dengan obesitas memiliki risiko yang berbahaya terkait COVID-19 disebabkan lemak yang tersebar di jantung dan paru-paru. Saat terserang virus corona, orang tersebut dapat menjadi semakin sulit untuk bernapas karena paru-parunya menjadi lebih kecil yang disebabkan timbunan lemak. Jantung juga menjadi lebih berat untuk memompa karena beban yang ditanggungnya. Karena itu, risiko kematian dapat lebih tinggi.

Lalu, jika kamu ingin memastikan tubuh bebas dari virus corona, pemeriksaan rapid test atau swab test dapat dipesan melalui aplikasi Halodoc. Kamu juga dapat bertanya pada dokter dari Halodoc untuk memastikan gejala-gejala yang dirasakan benar karena COVID-19 atau bukan. Caranya mudah sekali, cukup download aplikasi Halodoc dan nikmati segala kemudahan tersebut!

Baca juga: Ketahui Jarak Aman agar Terhindar dari Covid-19

Olahraga yang Tepat saat Masa Pandemi

Setelah kamu mengetahui jika obesitas dapat meningkatkan risiko yang disebabkan oleh COVID-19, tentu kamu akan berusaha untuk menurunkan bobot tubuh. Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan berolahraga secara rutin. Meski begitu, jika kamu berolahraga di luar rumah, tentu risiko untuk tertular virus corona terbilang tinggi. Maka dari itu, cobalah untuk menerapkan aktivitas fisik yang dapat dilakukan di rumah.

Berikut ini beberapa olahraga yang dapat dilakukan meski hanya di rumah:

1. Kardio

Kamu dapat melakukan kardio yang memang efektif untuk membakar lemak dan membuat tubuh lebih segar. Aktivitas fisik ini cocok untuk menurunkan berat badan dan tetap dapat menghindari risiko terjangkit COVID-19 karena bisa dilakukan di rumah. Beberapa contoh olahraga kardio, antara lain treadmill, sepeda statis, bahkan skipping.

2. Senam Aerobik

Pilihan aktivitas lainnya yang dapat dilakukan di rumah dan mampu membakar lemak yang menumpuk adalah senam aerobik. Salah satu contoh senam aerobik adalah zumba. Kamu dapat melakukannya dengan melihat tutorial yang ada di beberapa kanal video daring. Selain menurunkan berat badan, kamu juga bisa menurunkan perasaan stres karena selama ini terus berada di rumah.

Baca juga: Relawan Bukan Terpapar COVID-19 dari Vaksin Corona

Itulah beberapa alasan seseorang dengan obesitas memiliki risiko yang lebih parah saat mengidap COVID-19 dibandingkan yang tidak. Maka dari itu, selagi menghindari terpapar virus corona, ada baiknya juga untuk menurunkan kadar lemak di tubuh agar dapat menjaga kesehatan secara keseluruhan. Kesehatan adalah sesuatu yang tidak dapat digantikan dengan uang.

Referensi:
RGA. Diakses pada 2020. COVID-19 and Obesity: How excess weight increases risk of infection, severe illness, and mortality.
The Guardian. Diakses pada 2020. Obesity increases risk of Covid-19 death by 48%, study finds.