Anak diperbolehkan makan es krim saat demam asalkan dalam porsi secukupnya dan tidak disertai gejala batuk atau pilek berat

DAFTAR ISI
- Memahami Kondisi Demam pada Anak
- Makan dan Minum Es Tidak Memperparah Demam
- Manfaat Makan Es Krim Saat Demam
- Risiko dan Hal yang Perlu Diwaspadai
- Panduan Pemberian Es Krim yang Aman
- Rekomendasi Nutrisi Alternatif Saat Demam
Saat mengalami demam, badan jadi terasa gerah dan panas, sehingga kebanyakan orang cenderung ingin mengonsumsi sesuatu yang dingin-dingin, seperti es krim. Namun, dari dulu kita sudah sering mendengar nasihat dari orangtua yang mengatakan kalau sedang sakit, tidak boleh makan es krim.
Hal ini karena es krim dituding dapat memperburuk kondisi demam. Tapi ternyata hal ini tidak benar, lho! Menurut medis, es krim justru baik untuk dikonsumsi saat demam. Yuk, simak penjelasan selengkapnya di sini.
Memahami Kondisi Demam pada Anak
Demam bukanlah sebuah penyakit, melainkan respons alami sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi bakteri atau virus. Suhu tubuh dianggap demam apabila mencapai 38 derajat Celcius atau lebih. Saat suhu meningkat, metabolisme tubuh bekerja lebih cepat dan memerlukan asupan cairan serta energi tambahan untuk proses pemulihan.
Penyebab umum demam meliputi infeksi saluran pernapasan, pasca-imunisasi, atau radang tenggorokan. Fokus utama perawatan di rumah adalah menjaga hidrasi dan kenyamanan anak agar proses penyembuhan berjalan optimal.
Makan dan Minum Es Tidak Memperparah Demam
Pertama-tama, perlu dipahami terlebih dahulu bahwa makan dan minum es tidak menyebabkan atau memperparah kondisi demam. Hal ini karena pada dasarnya demam disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, bukan dari makanan atau minuman yang dikonsumsi.
James Stackelberg, MD, konsultan di divisi penyakit menular dan profesor kedokteran di Medical School Rochester, Minnesota, membantah mitos kandungan susu di dalam es krim bisa memperbanyak dahak. Ia berpendapat bahwa minum susu termasuk produk olahannya tidak akan menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak dahak saat sakit.
Demam sendiri sebenarnya adalah pertanda bahwa sistem imun tubuh sedang memerangi peradangan atau infeksi yang sedang terjadi di dalam tubuh. Adapun penyebab demam yang paling umum adalah infeksi bakteri yang menyebabkan radang tenggorokan dan infeksi virus ringan, seperti flu atau pilek yang bisa membaik dalam beberapa hari.
Jadi, bila kamu sedang demam, sebenarnya boleh saja mengonsumsi makanan atau minuman yang dingin karena tidak akan menyebabkan atau memperparah infeksi dalam tubuh.
Baca juga: Waspadai 4 Makanan yang Dapat Memperberat Radang Tenggorokan
Manfaat Makan Es Krim Saat Demam
Makan es krim secukupnya saat demam ternyata bermanfaat buat kondisi tubuh kamu, lho. Ini tiga manfaat es krim saat demam:
1. Mencegah Dehidrasi
Suhu tubuh yang meningkat saat demam membuat kamu berkeringat lebih banyak dan jadi lebih sering buang air kecil. Akibatnya, kamu berisiko mengalami dehidrasi karena kehilangan banyak cairan. Padahal, mulut kamu mungkin terasa tidak enak bila hanya minum banyak air putih saja.
Nah, mengisap es potong atau makan sorbet yang juga mengandung banyak air saat demam bisa membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang sekaligus memberikan rasa yang enak di mulut. Bagi anak-anak yang enggan minum banyak air putih saat demam, makan es krim bisa menjadi solusi yang terbaik.
Baca juga: Gelato atau Es Krim, Manakah yang Lebih Sehat?
2. Menambah Asupan Kalori
Saat sedang sakit atau demam, kamu memerlukan asupan kalori yang cukup agar bisa melawan penyakit yang menjadi penyebab demam. Nah, es krim merupakan salah satu sumber kalori yang disukai semua orang, apalagi anak-anak. Karena itu, makan es krim bisa menjadi solusi bagi anak-anak atau orang dewasa yang tidak memiliki nafsu makan saat sakit.
3. Membantu Mengurangi Nyeri di Tenggorokan
Demam seringkali hadir disertai dengan radang tenggorokan. Di saat seperti ini, makanan dan minuman dingin seperti es krim bisa membantu meredakan rasa nyeri saat menelan.
Meski bermanfaat, ada hal-hal yang perlu kamu perhatikan bila ingin makan es krim saat demam:
- Pilihlah es krim yang tidak mengandung gula tinggi.
- Pilih es krim yang rendah lemak.
- Meski bermanfaat, es krim bukanlah obat.
- Jangan makan es krim terlalu banyak.
- Makan es krim juga harus diiring dengan pola makan sehat dan bergizi seimbang.
Baca juga: Ini Alasan Habis Operasi Amandel Banyak Makan Es Krim
Risiko dan Hal yang Perlu Diwaspadai
Meskipun diperbolehkan, orang tua harus memperhatikan beberapa kondisi khusus sebelum memberikan es krim:
- Kandungan gula tinggi: Konsumsi gula berlebih dapat memicu peradangan dan kurang baik bagi kesehatan jangka panjang.
- Gejala pernapasan: Jika demam disertai batuk berdahak atau pilek berat, makanan dingin berisiko memicu kontraksi saluran napas atau mempertebal lendir pada beberapa anak.
- Intoleransi laktosa: Es krim berbasis susu sapi dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti diare atau kram perut pada anak dengan sensitivitas laktosa.
- Risiko alergi: Pastikan es krim tidak mengandung bahan pemicu alergi seperti kacang atau pewarna buatan tertentu.
Panduan Pemberian Es Krim yang Aman
Agar manfaatnya maksimal tanpa risiko efek samping, ikuti tips berikut:
- Berikan dalam porsi kecil sebagai camilan, bukan sebagai pengganti makanan utama secara permanen.
- Pilih es krim berkualitas tinggi dengan kandungan susu asli dan rendah pemanis buatan.
- Biarkan es krim sedikit melunak (tidak terlalu beku) sebelum diberikan kepada anak.
- Pastikan anak tetap minum air putih hangat setelah mengonsumsi es krim untuk membersihkan sisa gula di tenggorokan.
Rekomendasi Nutrisi Alternatif Saat Demam
Selain es krim, terdapat beberapa pilihan makanan dan minuman yang sangat dianjurkan untuk mempercepat pemulihan:
- Sup kaldu ayam: Kaya akan elektrolit dan protein untuk memperbaiki jaringan sel yang rusak.
- Buah kaya air: Semangka, melon, atau jeruk membantu hidrasi dan memberikan vitamin C alami.
- Yoghurt dingin: Memberikan manfaat dingin yang serupa dengan es krim namun mengandung probiotik untuk kesehatan pencernaan.
- Larutan oralit atau air kelapa: Penting untuk mengganti elektrolit yang hilang akibat keringat saat demam.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa “Anak yang sakit harus didorong untuk makan dan minum, dengan menawarkan makanan yang mereka sukai dalam jumlah kecil namun sering untuk mencegah malnutrisi selama periode infeksi.” Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI menyarankan pemberian makanan lunak dan kaya cairan untuk memudahkan proses penelanan saat anak demam.
Jika demam anak tidak kunjung turun setelah 3 hari atau disertai kejang, segera hubungi dokter. Anda juga dapat melakukan konsultasi melalui layanan Halodoc untuk mendapatkan diagnosis lebih lanjut.
Untuk menurunkan panas tubuh, kamu juga bisa membeli obat penurun panas dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Enggak perlu repot-repot keluar rumah, tinggal pesan lewat aplikasi Halodoc, dan pesanan kamu akan diantarkan dalam waktu satu jam.
Bila ingin melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab demam, kamu bisa membuat janji dengan dokter pilihan di rumah sakit sesuai domisili kamu di sini. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.




