• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Seberapa Bahayakah Lupus bagi Kesehatan?

Seberapa Bahayakah Lupus bagi Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Salah satu gangguan kesehatan yang tidak boleh diabaikan adalah penyakit lupus. Pasalnya, penyakit yang satu ini bisa berisiko fatal dan sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Penyakit lupus merupakan gangguan autoimun yang bersifat kronis dan dapat memicu peradangan pada beberapa bagian tubuh. 

Penyakit lupus bisa dialami oleh siapa saja. Kabar buruknya, wanita disebut lebih rentan diserang penyakit ini dibandingkan pria. Pengidap lupus bisa mengalami peradangan di beberapa bagian tubuh, termasuk kulit, sendi, ginjal, bahkan otak. Biar lebih jelas, simak penjelasan seputar bahaya penyakit lupus pada artikel ini! 

Baca juga: 10 Fakta Tentang Lupus yang Perlu Diketahui

Efek Buruk Penyakit Lupus 

Lupus merupakan jenis penyakit autoimun, yaitu penyakit yang terjadi karena sistem imun yang seharusnya melindungi tubuh malah berbalik menyerang dan memicu gejala penyakit. Dalam keadaan normal, sistem imun bertugas untuk melindungi tubuh dari infeksi dan serangan penyakit lain. Mengabaikan lupus bisa berbahaya karena akan meningkatkan risiko munculnya penyakit lain. 

Sayangnya, penyakit ini sering terlambat disadari karena jarang menunjukkan gejala khusus. Gejala penyakit ini sangat beragam dan berkembang secara perlahan. Gejala umum yang sering muncul sebagai tanda penyakit lupus adalah rasa lelah yang ekstrem, muncul ruam pada kulit, serta nyeri pada persendian.

Selain itu, lupus juga bisa memicu gejala lain, tetapi biasanya gejala ini tidak dialami semua orang, seperti demam, sakit kepala, rambut rontok, hipertensi, depresi, hingga nyeri dada. Penyakit lupus yang diabaikan dan tidak mendapat perawatan tepat bisa berubah menjadi kondisi yang berbahaya dan menimbulkan komplikasi. Ada beberapa gangguan kesehatan berbahaya yang bisa muncul akibat mengabaikan penyakit lupus. 

Baca juga: Akhirnya, Penyebab Penyakit Lupus Kini Terungkap

Penyakit lupus bisa menjadi lebih serius dan menimbulkan komplikasi yang bersifat serius dan membahayakan nyawa pengidapnya. Ada berbagai bahaya yang bisa terjadi akibat penyakit lupus, di antaranya: 

  • Penyakit Kardiovaskuler

Lupus bisa menyerang ke berbagai organ dalam tubuh, termasuk jantung dan memicu penyakit kardiovaskular. Jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit lupus bisa menyebabkan inflamasi pada jantung, pembuluh darah, serta selaput jantung. Komplikasi penyakit ini sering berhubungan dengan pembekuan darah serta bisa meningkatkan risiko penyakit stroke dan serangan jantung. 

  • Komplikasi Otak

Pengidap lupus bisa mengalami komplikasi pada otak. Gejala yang sering muncul adalah timbul sakit kepala, pusing, halusinasi, perubahan perilaku, kejang, hingga stroke. Lupus yang menyerang otak juga mengakibatkan pengidapnya mengalami gangguan memori. 

  • Gangguan Ginjal 

Lupus juga bisa menyebabkan peradangan pada organ ginjal. Kalau itu yang terjadi, risiko penyakit ginjal yang serius, seperti gagal ginjal dan harus cuci darah pun akan meningkat. Gangguan pada ginjal akibat penyakit lupus ditandai dengan muncul rasa gatal, nyeri dada, mual, muntah, sakit kepala, sering buang air kecil, serta pembengkakan pada kaki. 

  • Kelainan Sel Darah

Kelainan sel darah juga bisa muncul sebagai komplikasi Lupus. Penyakit ini bisa meningkatkan risiko pengidapnya mengalami perdarahan atau sebaliknya. Penyakit ini juga bisa mengakibatkan pembekuan darah, di mana kondisi itu sama sekali tidak boleh dianggap sepele.

Baca juga: Selain Bikin Pipi Merah Merona, Lupus Sebabkan 13 Gejala Ini

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit lupus dan bahayanya dengan bertanya pada dokter ahli di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Lupus.
Lupus.org. Diakses pada 2020. What is lupus?