• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Seberapa Penting Melakukan Pemeriksaan Kolposkopi?

Seberapa Penting Melakukan Pemeriksaan Kolposkopi?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Pemeriksaan kolposkopi merupakan pemeriksaan yang dilakukan menggunakan alat khusus bernama kolposkop untuk melihat adanya masalah pada bagian vulva, vagina, atau serviks seseorang. Saat pemeriksaan berlangsung dan ditemukan adanya jaringan abnormal pada organ tersebut, maka dokter akan melakukan pengambilan sampel jaringan (biopsi) yang kemudian akan diperiksa di bawah mikroskop.

Kolposkopi merupakan pemeriksaan lanjutan yang dilakukan saat pemeriksaan pap smear tidak menunjukkan hasil yang abnormal. Kolposkop yang merupakan alat pemeriksaan kolposkopi yang memiliki kamera di sisi ujung guna mengambil gambar atau video pada jaringan abnormal yang dituju. Seberapa penting pemeriksaan ini dilakukan?

Baca juga: Seberapa Efektif Kolposkopi untuk Cegah Kanker Serviks?

Seberapa Penting Pemeriksaan Kolposkopi Dilakukan?

Pemeriksaan ini penting dilakukan, apalagi bagi mereka yang menunjukkan hasil yang abnormal pada pemeriksaan pap smear sebelumnya. Beberapa golongan orang yang memerlukan pemeriksaan ini, di antaranya:

  • Pengidap kelainan serviks.

  • Pengidap perdarahan vagina yang abnormal.

  • Pengidap masalah pada vagina atau jalan lahir.

  • Pengidap dengan gejala virus human papillomavirus (HPV).

Pengidap beberapa masalah kesehatan tersebut sangat penting melakukan pemeriksaan ini. Tujuan dilakukannya kolposkopi sendiri adalah untuk mendiagnosis adanya masalah kesehatan, seperti:

  • Tumbuhnya sel-sel abnormal pada serviks.

  • Tumbuhnya sel-sel abnormal pada vagina.

  • Tumbuhnya sel-sel abnormal pada vulva.

  • Mengalami pendarahan vagina setelah berhubungan intim.

  • Kutil kelamin, yaitu penyakit yang dialami oleh seseorang yang aktif secara seksual yang ditandai dengan benjolan kecil yang tumbuh di sekitar area kelamin dan dubur.

  • Servisitis, yaitu peradangan pada serviks atau leher rahim yang ditandai dengan pendarahan vagina, vagina terasa nyeri, demam, nyeri pada panggul atau perut, serta nyeri saat buang air kecil.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pemeriksaan ini dilakukan jika pemeriksaan pap smear menunjukkan hasil yang abnormal. Kolposkopi juga bisa dilakukan lebih dari satu kali, jika hasil pemeriksaan sebelumnya tidak menunjukkan hasil yang maksimal. Untuk lebih jelasnya mengenai prosedur ini, kamu bisa mendiskusikannya langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya!

Baca juga: Deteksi Kanker Serviks, Ini Bedanya Pap Smear dan Kolposkopi

Pemeriksaan Kolposkopi dan Prosedur yang Dilakukan

Pemeriksaan ini dilakukan dalam waktu 15 menit dengan menggunakan alat bernapa kolposkop untuk mengambil sampel jaringan. Pemeriksaan ini tentu akan membuat wanita menjadi tidak nyaman saat melakukan pembukaan pada vagina. Anestesi akan dibutuhkan, jika pengambilan jaringan dilakukan pada bagian luar vagina guna mencegah rasa nyeri.

Anestesi tidak dibutuhkan, jika pengambilan jaringan dilakukan dari bagian leher rahim. Saat prosedur dilakukan pada bagian tersebut, peserta tidak akan merasakan rasa sakit, melainkan hanya rasa tidak nyaman. Untuk lebih lengkapnya, begini urutan selama proses pemeriksaan dilakukan:

  • Melepas pakaian bagian bawah, serta pakaian dalam.

  • Berbaring di kursi khusus, dengan kedua tungkai kaki diangkat ke atas.

  • Memasukkan spekulum ke dalam vagina yang sudah diberi gel pelumas, agar bagian dalam hingga serviks terlihat dengan jelas.

  • Pemberian asam asetat oleh dokter agar bagian abnormal tampak lebih jelas.

  • Mengambil foto atau video dari bagian tersebut dengan alat kolposkop.

  • Pengambilan sampel jaringan (biopsi) dilakukan saat ditemukan jaringan abnormal.

Baca juga: Apakah Kolposkopi Sebabkan Efek Samping?

Saat bagian abnormal tidak ditemukan, pengambilan sampel jaringan (biopsi) tidak diperlukan, sehingga peserta bisa langsung beraktivitas setelahnya. Namun, jika pengambilan sampel jaringan (biopsi) dilakukan, akan muncul rasa nyeri pada bagian tersebut, yang biasanya dialami selama beberapa hari.

Referensi:

NHS. Diakses pada 2020. Colposcopy - Overview.

Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Colposcopy.

Healthline. Diakses pada 2020. Colposcopy – Directed Biopsy: Purpose, Procedure, and Risks.