• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Selalu Curiga pada Pasangan, Benarkah Termasuk Paranoid?

Selalu Curiga pada Pasangan, Benarkah Termasuk Paranoid?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Paranoid adalah istilah untuk menggambarkan keadaan yang ditandai dengan rasa cemas dan ketidakpercayaan yang kronis. Beberapa bentuk paranoia bisa hanya memengaruhi satu aspek tertentu dari kehidupan seseorang, seperti misalnya hubungan ia dan pasangannya. Namun, pada beberapa orang, kondisi ini bisa lebih luas dan dapat mengganggu pengambilan keputusan dan pastinya kelanggengan hubungan.

Apabila pasangan kamu kerap curiga kepadamu bahwa kamu akan melakukan hal jahat padanya, merasa ragu akan kesetiaan kamu, dan kerap salah menafsirkan penyataan kamu, ini jelas merupakan gejala umum dari Paranoid Personality Disorder. Terlebih jika ia selalu enggan untuk curhat pada seseorang atau kerap beraksi berlebihan pada apa yang ia rasakan. Sebaiknya, ia segera mendapatkan pertolongan dari ahlinya.

Baca juga: 5 Ciri Pasangan yang Posesif

Pasangan dengan Gangguan Kepribadian Paranoid

Ketika kamu menjalin hubungan dengan seseorang yang memiliki gangguan kepribadian paranoid, rasanya seolah-olah mereka tidak pernah melihat dirimu apa adanya. Seolah-olah mereka memiliki kacamata yang mendistorsi gambaran hidup kalian bersama.

Gangguan kepribadian paranoid terlalu merangsang respons rasa takut mereka, dan membuat mereka berlebihan dalam bereaksi. Memiliki pasangan dengan gangguan paranoid tidak hanya rasa curiga yang berlebihan saja. Dilansir dari Psychology Today, orang-orang dengan gangguan ini sangat sulit untuk mempercayai orang lain. Mereka berpikir bahwa orang lain akan mengancam, mengkhianati, mengeksploitasi, dan membahaya dirinya.

Namun, bukan berarti menjalani hubungan dengan orang dengan gangguan paranoid adalah hal yang mustahil. Masalah biasanya datang karena kebanyakan di antara mereka tidak mencari pengobatan dan perawatan yang tepat. Padahal, melalui perawatan dan terapi profesional, kedua pasangan dalam suatu hubungan dapat belajar untuk saling mengerti dan mulai mengarahkan pengalaman ketakutan ke arah yang lebih positif.

Jika kamu atau orang terdekat kamu memiliki gejala yang mirip gangguan paranoid, sebaiknya diskusikan dahulu dengan psikolog di Halodoc. Kamu juga bisa memeriksanya di rumah sakit terdekat untuk segera mendapatkan perawatan yang tepat terkait kondisi ini. 

Baca juga: Kenali Penyebab Terjadinya Penyakit Jiwa Skizofrenia

Cara Menghadapi Pasangan dengan Gangguan Paranoia

Hidup dengan seseorang yang telah didiagnosis mengidap paranoia membutuhkan kesabaran, kasih sayang, dan batasan pribadi yang kuat. Kiat-kiat berikut membantu kamu memberikan dukungan dan bantuan yang diperlukan untuk membantu pasangan berjuang mengatasi paranoia, yaitu:

  • Dorong Kedisiplinan untuk Menjalani Pengobatan. Ketidakpercayaan mengganggu kemauan seseorang untuk menjalani pengobatan, seperti untuk minum obat yang diresepkan atau menghadiri sesi terapi. Sebagai pasangan, pastikan untuk terus mendorongnya mengikuti semua program perawatannya.

  • Berbicaralah dengan Jelas. Kalimat sederhana dan kata-kata yang tidak ambigu mengurangi kemungkinan disalahtafsirkan.

  • Menerima, Namun Tegas. Delusi nyata bagi orang yang dengan gangguan paranoid. Jangan berkonfrontasi dengan orang tersebut tentang keyakinan mereka. Sebaliknya, komunikasikan bahwa kamu menghormati keyakinannya. Namun, jangan berpura-pura mempercayainya, jujurlah tentang persepsi kamu sendiri.

  • Berikan Klarifikasi. Kamu dapat membantunya mengatasi kecurigaan dan ketidakpercayaannya dengan mendorongnya untuk menyuarakan pikirannya, dan kemudian menjelaskan tindakan yang kamu lakukan dengan memberikan klarifikasi yang netral dan tidak defensif.

  • Antisipasi Pemicu. Ingat, gejala dapat meningkat dalam keadaan baru atau stres. Berikan informasi yang memadai terlebih dahulu sehingga orang tersebut akan lebih siap untuk perubahan dan kemungkinan gejala yang memburuk.

  • Tekankan Keunggulannya. Orang dengan paranoia seringkali sangat cerdas dan berfungsi tinggi selain dari hubungan interpersonal. Sadarilah dia sebagai pribadi yang utuh, bukan berdasarkan tindakan yang ia lakukan. Dan coba fokus pada sifat dan perilaku positifnya.

Baca juga: Sering Cemburuan dengan Pasangan, Ini Cara Mengatasinya

Itulah hal yang perlu kamu ketahui saat pasangan kamu mengidap gangguan paranoid. Jika kamu masih memiliki pertanyaan akan hal ini, jangan sungkan untuk mendiskusikannya dengan psikolog di Halodoc, ya!

Referensi:
Bridges to Recovery. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder and Relationships: Moving Past Fear, Together.
Everyday Health. Diakses pada 2020. Coping With Paranoia In A Loved One.
Psychology Today. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder.