
Semaglutide Tetap Bantu Kurangi Asupan Kalori hingga Lebih dari Setahun
Studi menemukan bahwa semaglutide tetap membantu menurunkan asupan kalori hingga lebih dari 60 minggu penggunaan.

DAFTAR ISI
- Semaglutide Tetap Menurunkan Asupan Kalori hingga 60 Minggu
- Penurunan Berat Badan Berlangsung Lebih Lama
- Mengapa Rasa Lapar Bisa Kembali, tetapi Berat Badan Tetap Turun?
- Semaglutide Bekerja Lebih dari Sekadar Menekan Nafsu Makan
- Mengapa Penting Tetap Melanjutkan Pengobatan?
- Tetap Perlu Didukung Pola Hidup Sehat
- Siapa yang Dapat Menggunakan Semaglutide?
- Capai Berat Badan Idealmu dengan Ikut Program Diet Klinis dari Halofit
Semaglutide dikenal sebagai salah satu obat golongan GLP-1 yang efektif membantu menurunkan berat badan. Selain mengurangi nafsu makan pada awal pengobatan, penelitian terbaru menunjukkan bahwa obat ini tetap membantu seseorang mengonsumsi lebih sedikit kalori bahkan setelah digunakan selama lebih dari satu tahun.
Temuan tersebut dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition oleh peneliti dari Center for Weight and Eating Disorders dan Penn Metabolic Medicine. Studi ini menjadi salah satu penelitian pertama yang mengevaluasi bagaimana semaglutide memengaruhi pola makan dalam jangka panjang.
Semaglutide Tetap Menurunkan Asupan Kalori hingga 60 Minggu
Penelitian melibatkan 120 orang dewasa dengan overweight atau obesitas. Selama 60 minggu, peserta mendapatkan suntikan semaglutide 2,4 mg seminggu sekali atau plasebo, disertai edukasi mengenai pola makan sehat dan aktivitas fisik.
Pada awal penelitian, minggu ke-20, ke-40, dan ke-60, seluruh peserta menjalani pengujian di laboratorium. Setelah sarapan dengan menu yang sama, mereka diberikan makan siang dan diperbolehkan makan hingga merasa kenyang. Peneliti kemudian menghitung jumlah kalori yang dikonsumsi.
Hasilnya menunjukkan bahwa peserta yang menggunakan semaglutide secara konsisten mengonsumsi kalori lebih sedikit dibandingkan kelompok plasebo. Hingga minggu ke-60, rata-rata asupan kalori mereka tetap sekitar 24–30 persen lebih rendah dibandingkan kelompok yang tidak menggunakan semaglutide.
Temuan ini menunjukkan bahwa manfaat semaglutide dalam membantu mengurangi asupan makanan dapat bertahan dalam jangka panjang.
Jika butuh saran tentang pola makan sesuai kondisi tubuhmu, Ini Rekomendasi Dokter Gizi di Halodoc yang Bisa Dihubungi.
Penurunan Berat Badan Berlangsung Lebih Lama
Penurunan asupan kalori yang konsisten juga diikuti dengan penurunan berat badan yang signifikan.
Setelah 60 minggu, peserta yang menggunakan semaglutide mengalami penurunan berat badan rata-rata 15,1 persen dari berat badan awal. Sementara itu, kelompok plasebo hanya mengalami penurunan sekitar 3,4 persen.
Hasil tersebut memperkuat bukti bahwa semaglutide tidak hanya efektif membantu menurunkan berat badan pada fase awal terapi, tetapi juga mendukung keberhasilan mempertahankan berat badan yang telah turun.
Mengapa Rasa Lapar Bisa Kembali, tetapi Berat Badan Tetap Turun?
Menariknya, para peneliti menemukan bahwa sensasi lapar tidak selalu mencerminkan jumlah makanan yang dikonsumsi.
Pada sekitar 20 minggu pertama pengobatan, peserta melaporkan beberapa perubahan seperti:
- Rasa lapar berkurang,
- Lebih mudah mengendalikan nafsu makan,
- Lebih jarang memikirkan makanan (food noise).
Namun, setelah memasuki minggu ke-40 hingga ke-60, sebagian perbedaan tersebut mulai berkurang. Beberapa peserta merasa rasa lapar mulai muncul kembali sehingga mengira obat tidak lagi bekerja.
Meski demikian, ketika jumlah makanan yang benar-benar dikonsumsi diukur, peserta tetap makan lebih sedikit dibandingkan kelompok plasebo.
Artinya, meskipun sensasi lapar perlahan kembali, semaglutide masih membantu mengendalikan asupan kalori sehingga berat badan tetap dapat dipertahankan.
Ketahui juga informasi lain mengenai, Diet dan Nutrisi Kebutuhan Tubuh – Informasi Lengkapnya berikut ini.
Semaglutide Bekerja Lebih dari Sekadar Menekan Nafsu Makan
Peneliti menjelaskan bahwa semaglutide tidak hanya bekerja dengan membuat seseorang merasa kenyang lebih lama.
Obat ini juga membantu mengatur berbagai mekanisme yang memengaruhi perilaku makan, antara lain:
- Memperlambat pengosongan lambung sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama,
- Meningkatkan hormon kenyang,
- Membantu mengurangi keinginan makan berlebihan,
- Mendukung kontrol porsi makan.
Kombinasi berbagai mekanisme tersebut membuat asupan kalori tetap lebih rendah meskipun rasa lapar tidak lagi berkurang secara drastis seperti pada awal terapi.
Mengapa Penting Tetap Melanjutkan Pengobatan?
Banyak orang khawatir semaglutide berhenti bekerja ketika mulai kembali merasa lapar.
Padahal, penelitian ini menunjukkan bahwa rasa lapar yang muncul kembali tidak selalu berarti efektivitas obat menurun. Selama terapi masih dijalankan sesuai anjuran dokter, semaglutide tetap dapat membantu mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi.
Karena itu, terapi obesitas dengan GLP-1 umumnya dirancang sebagai pengobatan jangka panjang. Menghentikan penggunaan obat tanpa pengawasan dokter dapat meningkatkan risiko berat badan kembali naik (weight regain).
Tetap Perlu Didukung Pola Hidup Sehat
Meskipun efektif, semaglutide bukan pengganti pola hidup sehat.
Agar hasil penurunan berat badan lebih optimal, penggunaan obat sebaiknya disertai dengan:
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang,
- Mengurangi makanan tinggi gula dan lemak jenuh,
- Rutin berolahraga minimal 150 menit per minggu,
- Tidur yang cukup,
- Mengelola stres dengan baik.
Pendekatan menyeluruh terbukti memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan hanya mengandalkan obat.
Siapa yang Dapat Menggunakan Semaglutide?
Semaglutide merupakan obat resep yang hanya boleh digunakan sesuai indikasi medis.
Dokter dapat mempertimbangkan terapi ini pada orang dewasa dengan:
- Obesitas (IMT ≥30 kg/m²), atau
- Overweight (IMT ≥27 kg/m²) yang disertai penyakit penyerta seperti diabetes tipe 2, hipertensi, atau dislipidemia.
Sebelum memulai pengobatan, dokter akan mengevaluasi kondisi kesehatan secara menyeluruh untuk menentukan apakah terapi GLP-1 merupakan pilihan yang sesuai.
Capai Berat Badan Idealmu dengan Ikut Program Diet Klinis dari Halofit
Sedang mencari cara menurunkan berat badan dengan cepat tapi tetap aman dan diawasi dokter?
Kini kamu bisa mencapainya lewat Halofit, layanan Klinik Obesitas Digital dari Halodoc yang menawarkan pendekatan klinis, nutrisi, dan gaya hidup sehat secara menyeluruh.
Halofit dirancang khusus untuk membantu kamu menemukan cara menurunkan berat badan yang benar-benar efektif, bukan sekadar diet sementara.
Dengan dukungan dokter dan ahli gizi profesional, setiap program Halofit disesuaikan dengan kondisi tubuh, pola makan, dan target penurunan berat badanmu.
Program ini dirancang untuk membantu kamu menurunkan berat badan 10-12 kg* dalam 2 bulan dengan cara yang sehat dan aman, di bawah pengawasan dokter dan dietisien.
Berikut dua pilihan program yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan:
1. Halofit Advanced – Rp750.000/bulan

Cocok bagi kamu yang ingin memulai perjalanan sehat dengan pendampingan dokter dan ahli gizi selama 30 hari.
Program Halofit Advanced mencakup meal plan personal, serta obat pendamping penurun berat badan yang diresepkan langsung oleh dokter untuk mendukung hasil yang aman dan maksimal.
2. Halofit Transform – Mulai dari Rp3.300.000/bulan

Program Halofit Transform adalah program premium bagi kamu yang membutuhkan cara menurunkan berat badan dengan cepat dan terukur melalui terapi injeksi GLP-1.
Terapi ini telah terbukti secara klinis membantu mengontrol nafsu makan dan mempercepat penurunan berat badan.
Dengan pengawasan dokter, kamu akan mendapatkan dukungan medis lengkap beserta obat diet paling ampuh sesuai kebutuhan tubuhmu.
Semua layanan ini tersedia langsung di aplikasi Halodoc, mulai dari konsultasi, pemesanan paket, hingga pemantauan progres, semuanya bisa dilakukan tanpa perlu datang ke klinik.
Tunggu apa lagi? Kamu bisa klik di sini untuk mulai coba program Halofit!




