• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sering Memanfaatkan Orang Lain Bisa Jadi Gangguan Narsistik

Sering Memanfaatkan Orang Lain Bisa Jadi Gangguan Narsistik

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Seringnya, orang mengira bahwa seseorang yang terlalu percaya diri dengan sebutan narsis. Ya, ketika seseorang terlalu sering mengunggah foto diri pada laman media sosial atau membicarakan diri sendiri terus-menerus, kondisi tersebut bisa dikatakan sebagai narsistik. 

Namun, seseorang yang mengidap gangguan kepribadian narsistik tidak sama dengan orang yang dianggap narsis. Mereka yang mengidap gangguan mental ini sering merasa haus perhatian dan kekaguman, kurang bisa berempati, dan biasanya tidak pernah peduli akan perasaan orang lain. 

Sering Memanfaatkan Orang Lain

Selain identik dengan egoisme, perilaku dan pemikiran yang arogan, serta kekaguman berlebihan, gangguan kepribadian narsistik juga sering digambarkan sebagai kesombongan, cenderung manipulatif, menuntut, dan merendahkan orang lain, seperti dilansir dari laman HelpGuide

Baca juga: 7 Cara Menghadapi Pasangan Gangguan Kepribadian Narsistik

Pengidap masalah mental ini sangat sensitif dan bereaksi negatif dalam menerima kritik, pertentangan, atau saran yang seringnya dianggap sebagai serangan untuk diri sendiri. Laman Mayo Clinic menuliskan, ada banyak tanda yang bisa dikenali pada pengidap gangguan kepribadian narsistik, meski gejala dan tingkat keparahannya sangat bervariasi. Salah satunya adalah sering memanfaatkan orang lain untuk mendapatkan apa yang menjadi keinginannya. 

Gejala lainnya, termasuk sulitnya mengatur emosi dan perilaku, sering tidak sabar dan marah jika tidak mendapatkan perlakuan khusus, selalu ingin tampil menonjol agar mendapatkan pujian, hingga perasaan iri yang selalu muncul atas keberhasilan orang lain. Inilah mengapa pengidap gangguan kepribadian narsistik sering kali memiliki masalah dalam menjalin hubungan dengan rekan, kolega, keluarga, hingga pasangan. 

Baca juga: 5 Cara Mencegah Anak Agar Tidak Menjadi Narsistik

Mengapa Seseorang Mengidap Gangguan Kepribadian Narsistik?

Faktanya, laman Cleveland Clinic menyatakan bahwa tidak diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan masalah kepribadian narsistik terjadi, seperti halnya gangguan mental lainnya. Akan tetapi, gangguan narsistik ini cenderung dikaitkan dengan faktor lingkungan dan genetik. Adanya hubungan antara orangtua dan anak yang kompleks juga karakteristik yang diwariskan dari orangtua ke anak berperan kuat terhadap gangguan ini. 

Orang-orang yang mengalami gangguan kepribadian narsistik bisa sangat memikat, karena mereka memang sangat pandai menciptakan citra diri yang menyenangkan bagi orang lain. Kamu mungkin sangat kagum pada kepercayaan diri dan cita-cita mereka yang tinggi. Namun, kamu perlu mengingat bahwa orang-orang ini tidak mencari rekan, tetapi pengagum yang setia. 

Baca juga: Dampak yang Terjadi saat Memiliki Pasangan Narsisitik

Mereka hanya membutuhkan orang-orang yang terus mengatakan betapa hebatnya dirinya, tanpa pernah mementingkan atau bahkan memedulikan perasaan orang lain. Jadi, perhatikan bagaimana orang dengan gangguan kepribadian narsistik memperlakukan rekan, teman, atau pasangannya. Jika mereka cenderung meremehkan, menyakiti, dan memanfaatkan, setidaknya begitulah mereka akan memperlakukan kamu nantinya. 

Jika kamu merasakan adanya gejala gangguan kepribadian narsistik pada diri sendiri, jangan ragu untuk meminta bantuan pada ahlinya agar bisa sembuh dari masalah mental ini. Ahli psikologi di aplikasi Halodoc siap membantu kamu mendapatkan solusi dan penanganan terbaik dari masalah kesehatan yang kamu alami. Cukup download Halodoc di ponselmu, tanya psikolog dan buat janji di rumah sakit kapan saja sekarang jauh lebih mudah dan cepat. 

Salah satu cara terbaik untuk mengendalikan pengidap masalah narsistik adalah mengenali diri sendiri dan tidak beradu argumen dengan mereka. Mengenali kelemahan dan kekuatan diri sudah sangat cukup untuk menjadi pelindung ketika kamu menerima kalimat yang bernada merendahkan, karena hanya kamulah yang tahu benar atau tidaknya. Cukup katakan kamu tidak setuju dengan pemikiran mereka, lalu pergilah. 

Sumber: 
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Narcissistic Personality Disorder.
HelpGuide. Diakses pada 2020. Narcissistic Personality Disorder.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Narcissistic Personality Disorder.