• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sering Menunda Buka Puasa, Ini Dampaknya Secara Medis

Sering Menunda Buka Puasa, Ini Dampaknya Secara Medis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Di hari-hari biasa, setiap orang bangun, makan, dan tidur pada waktu yang sama setiap harinya. Namun saat bulan puasa, tentu jadwal makan dan tidur sehari-hari akan berubah. Terutama pada waktu makan yang akan bergeser. 

Untuk itu, setiap orang yang menjalankan puasa sebaiknya tidak menunda makan pada waktu berbuka. Karena ini akan berdampak pada tubuh secara medis. Sebab waktu makan juga merupakan isyarat waktu yang penting meski di saat puasa. Tubuh akan menyesuaikan waktu makan selama puasa dan harus membiasakannya setidaknya selama sebulan penuh.

Pengaruh Menunda Makan saat Berbuka Puasa

Di dalam tubuh setiap manusia, terdapat jam internal tertentu, seperti ritme gula darah, yang akan tertunda ketika waktu makan ditunda. PER2, gen yang membantu mengatur ritme sirkadian, juga memiliki aktivitas yang tertunda ketika makan terlambat. 

Baca juga: Porsi yang Tepat Saat Berbuka Puasa

Jika kamu menunda makan saat berbuka puasa, kemungkinan itu adalah penundaan serius dan berbahaya dalam pelepasan insulin. Namun, gen dan biokimia yang berhubungan dengan siklus tidur-bangun tidak terpengaruh oleh makan. Ini termasuk melatonin dan kortisol. 

Sementara penundaan waktu makan dapat memengaruhi jam internal, efek ini tampaknya terbatas pada jam internal yang berhubungan dengan metabolisme dan pemberian makan. Siklus tidur-bangun, secara alami tetap menampakkan stabilitasnya. 

Setiap orang sebaiknya mengoptimalkan waktu makan dan mentaatinya, walaupun di masa bulan puasa. Pentingnya mempertahankan waktu makan yang stabil adalah konsep yang harus disepakati demi kesehatan tubuh. Beberapa dampak jika terlambat berbuka puasa di antaranya:

1. Sulit Tidur dengan Nyenyak

Tidur merupakan sesuatu yang krusial untuk tubuh selama bulan puasa. Jika tidur sampai terhambat kamu akan kesulitan banyak seperti telat bangun saat sahur hingga kurang tidur saat siang hari. Kurang tidur juga dapat membuat kamu cepat lelah dan akhirnya bertambah pusing. 

Baca juga: 4 Inspirasi Menu Berbuka Puasa yang Sehat

Makan terlalu malam akan membuat kamu susah tidur, selama 2-3 jam setelah makan. Jika kamu makan terlalu malam, waktu selama 2 jam ini akan terbuang percuma hingga menyebabkan kesehatan menurun dengan drastis. 

2. Menyebabkan Mulas

Makan berbuka puasa terlalu malam lalu diikuti dengan tidur tidak baik untuk kamu yang memiliki asam lambung. Saat perut sedang penuh, asam lambung akan naik dan akhirnya menuju kerongkongan. Kamu akan merasa tidak nyaman dan akhirnya tidak dapat tidur nyenyak.

Kondisi ini dapat terjadi pada mereka yang tidak memiliki masalah asam lambung. Jadi, sebaiknya tunda tidur selama beberapa saat untuk memajukan waktu makan agar tidur tepat waktu. 

3. Berat Badan Bertambah

Makan terlalu malam tentu diakhiri dengan istirahat tanpa ada kegiatan yang intens. Kamu tidak mungkin pergi ke tempat olahraga setelah makan malam. Setelah makan kamu akan jadi malas untuk melakukan apapun, sehingga berat badan akan bertambah.

4. Kadar Gula Cepat Naik

Kadar gula dalam darah akan cepat naik jika kamu langsung tidur sehabis makan. Kondisi ini akan sangat berbahaya bagi pengidap diabetes. Naik kadar gula di dalam darah menyebabkan gangguan pada tubuh, sehingga saat berbuka puasa dan makan makan malam tidak perlu mengonsumsi lemak sederhana. 

Baca juga: Adakah Pengaruh Puasa Terhadap Kadar Gula Darah?

Itulah dampaknya bagi kesehatan jika terlambat berbuka puasa. Nah, jika kamu mengalami gangguan kesehatan lain selama menjalankan puasa, cobalah untuk segera membicarakannya pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk penanganannya dan puasa pun berjalan lancar. Yuk, download aplikasinya sekarang!

Referensi:
Chronobiology. Diakses pada 2020. Impact of Delayed Meal Times on the Body's Biological Clocks