21 May 2018

Porsi yang Tepat Saat Berbuka Puasa

Porsi yang Tepat Saat Berbuka Puasa

Halodoc, Jakarta – Walaupun setelah seharian berpuasa, kamu merasa sangat lapar dan haus, namun hindari membiarkan diri kalap menyantap makanan waktu berbuka. Kamu disarankan untuk tidak langsung mengonsumsi makanan dalam jumlah besar saat berbuka agar pencernaanmu tidak kaget. Tapi jangan juga mengonsumsi makanan terlalu sedikit karena tubuh butuh nutrisi. Lalu seperti apa porsi yang tepat saat berbuka puasa?  

Selama puasa, kamu tetap perlu memenuhi kebutuhan kalori tubuh sama seperti hari-hari biasa. Hal ini penting agar kamu tetap memiliki energi untuk menjalani aktivitas. Rata-rata orang Indonesia mempunyai kebutuhan kalori sebesar 1700-2000 per hari. Nah saat puasa, kamu bisa memenuhi kebutuhan kalori tersebut dengan menyusun pembagian porsi makan, yaitu sahur sebanyak 40 persen, buka puasa 50 persen, dan selesai salat tarawih 10 persen.  

Selain itu, kamu juga perlu menjaga pola makan sehat dengan memerhatikan asupan makanan selama bulan puasa ini. Baik menu untuk sahur maupun untuk berbuka puasa harus memiliki nutrisi yang seimbang, yaitu protein, serat, lemak dan vitamin seperti vitamin A, B, dan C. Unsur-unsur gizi ini dapat memberikan kebugaran bagi tubuh sepanjang hari.

Sedangkan untuk asupan karbohidrat, kamu disarankan untuk mengonsumsi jenis makanan berkarbohidrat yang sehat seperti nasi merah, roti gandum, ubi, jagung, dan singkong, terutama saat makan sahur. Dengan demikian, kamu bisa menjaga berat badan tetap ideal dan terhindar dari penyakit diabetes. (Baca juga: Makanan Sehat yang Wajib Ada di Menu Buka Puasa)

Berikut pengaturan waktu dan porsi makan yang tepat saat berbuka puasa:

Saat Berbuka

Saat adzan magrib berkumandang, mulailah berbuka dengan meminum segelas air putih hangat. Kemudian kamu bisa memenuhi 10-15% kebutuhan energi harian dengan mengonsumsi makanan dan minuman manis berkarbohidrat yang ringan seperti es kacang merah, kolak, bubur kacang hijau, kurma, atau segelas teh manis hangat. Namun, dari semua makanan tersebut, yang paling direkomendasikan adalah kurma karena kaya akan kandungan energi dan serat.

30 Menit Setelah Berbuka

Setelah salat magrib atau kira-kira 30 menit setelah berbuka, baru kamu bisa memenuhi 30-35 persen kebutuhan energi harian, yaitu menyantap makanan utama bernutrisi lengkap dan berkarbohidrat kompleks, seperti nasi komplet dengan lauk pauknya dalam porsi yang secukupnya. Jangan lupa juga mengonsumsi buah dan minum air putih yang banyak.

Sesudah Tarawih atau Sebelum Tidur

Sepulang dari salat tarawih, kamu juga bisa memenuhi 10-15% kebutuhan energi harian dengan mengonsumsi kudapan atau camilan sehat seperti buah-buahan, yoghurt, kacang-kacangan, dan segelas susu hangat.

(Baca juga: 3 Manfaat Ngemil Malam Saat Bulan Puasa)

Saat berpuasa, kamu tidak mengonsumsi cairan dalam jangka waktu yang lama. Jadi, agar tubuh tidak dehidrasi dan terhindar dari gangguan kesehatan lainnya, rajin-rajinlah mengonsumsi air putih mulai dari waktu berbuka sampai sahur.

(Baca juga: Aturan Minum Air Putih saat Puasa)

Selain itu, hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah hindari langsung tidur setelah makan malam, karena dapat menyebabkan pencernaanmu terganggu dan perut menjadi buncit.

Kalau kamu ingin tahu lebih banyak tentan cara menjaga pola makan sehat saat puasa, tanyakan saja pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Hubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.