Ad Placeholder Image

Simak Kode ICD 10 Abses Perianal dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 30 Juni 2026

Mengenal Kode ICD 10 Abses Perianal Serta Penanganannya

Simak Kode ICD 10 Abses Perianal dan Cara MengatasinyaSimak Kode ICD 10 Abses Perianal dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Merasakan nyeri berdenyut yang tak kunjung hilang di sekitar area anus tentu sangat tidak nyaman dan bisa mengganggu aktivitas harian. Kondisi ini sering kali menjadi tanda adanya abses perianal. Secara medis, abses perianal adalah penumpukan nanah di sekitar area anus dan rektum yang umumnya disebabkan oleh infeksi pada kelenjar kecil di dalam anus. Untuk keperluan diagnosis dan administrasi medis, keluhan ini diklasifikasikan dengan kode icd 10 abses perianal, yang berada di bawah kategori K61.0. Memahami kondisi ini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Penyebab paling umum dari abses perianal adalah tersumbatnya kelenjar anal. Kelenjar ini biasanya memproduksi cairan untuk melumasi saluran anal. Ketika tersumbat oleh kotoran atau bakteri, kelenjar tersebut meradang dan terinfeksi, memicu sistem kekebalan tubuh untuk mengirim sel darah putih ke area tersebut. Hasil dari perlawanan tubuh terhadap infeksi inilah yang menciptakan penumpukan cairan kental berwarna kekuningan yang kita kenal sebagai nanah. Selain infeksi kelenjar, kondisi ini juga lebih rentan terjadi pada mereka yang memiliki riwayat penyakit radang usus, diabetes, atau daya tahan tubuh yang lemah.

Gejala abses perianal tidak boleh diabaikan. Selain rasa nyeri yang tajam dan berdenyut, penderita biasanya akan merasakan adanya benjolan keras kemerahan di dekat anus yang terasa hangat saat disentuh. Nyeri ini biasanya akan bertambah parah saat kamu duduk, batuk, atau buang air besar. Pada kasus infeksi yang cukup parah, tubuh akan merespons dengan memunculkan gejala sistemik seperti demam, menggigil, hingga rasa lemas secara keseluruhan.

Penanganan utama untuk abses perianal yang sudah terbentuk adalah tindakan drainase atau pengeluaran nanah yang dilakukan oleh dokter bedah. Obat-obatan oral saja umumnya tidak cukup untuk menyembuhkan abses yang sudah matang. Namun, dokter biasanya akan meresepkan obat pereda nyeri dan antibiotik untuk membantu mengelola gejala sebelum operasi, serta untuk mencegah infeksi menyebar pasca-tindakan. Berikut ini adalah beberapa jenis obat yang sering digunakan sebagai terapi pendukung.

Rekomendasi Obat untuk Meredakan Gejala Abses Perianal

Berikut adalah beberapa rekomendasi obat yang dapat membantu meredakan nyeri dan mengatasi infeksi bakteri pada kasus abses perianal, baik sebelum maupun sesudah penanganan medis:

1. Paracetamol 500 mg 10 Kaplet

Paracetamol adalah obat analgesik dan antipiretik yang sangat umum digunakan sebagai langkah pertama untuk mengatasi keluhan nyeri dan demam yang berkaitan dengan abses perianal. Obat ini bekerja langsung pada pusat pengatur suhu di otak (hipotalamus) untuk menurunkan demam, serta meningkatkan ambang rasa sakit sehingga nyeri berdenyut di sekitar anus dapat terasa lebih ringan. Keunggulan Paracetamol adalah relatif aman bagi lambung jika dibandingkan dengan obat pereda nyeri jenis NSAID.

Untuk orang dewasa, dosis umum Paracetamol adalah 1 kaplet (500 mg) yang dapat diminum 3 hingga 4 kali sehari bila perlu. Pastikan untuk tidak melebihi dosis maksimal 4000 mg dalam waktu 24 jam untuk mencegah risiko kerusakan organ hati. Obat ini dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Paracetamol 500 mg 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Ibuprofen 400 mg 10 Tablet

Jika Paracetamol tidak cukup ampuh meredakan nyeri, Ibuprofen bisa menjadi pilihan selanjutnya. Ibuprofen masuk ke dalam golongan Obat Anti-Inflamasi Non-Steroid (OAINS). Obat ini bekerja dengan cara menghambat enzim siklooksigenase (COX) yang memproduksi prostaglandin, yaitu zat alami tubuh yang memicu peradangan, pembengkakan, dan rasa sakit. Dengan menurunnya kadar prostaglandin, pembengkakan pada benjolan abses dan rasa nyeri hebat saat duduk atau buang air besar dapat berkurang secara signifikan.

Dosis yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah 1 tablet (400 mg), diminum 3 hingga 4 kali sehari. Sangat disarankan untuk mengonsumsi Ibuprofen bersamaan dengan makanan atau segera setelah makan untuk meminimalisir risiko iritasi lambung, terutama bagi kamu yang memiliki riwayat penyakit maag. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Ibuprofen 400 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu Abses Perianal yang Perlu Diwaspadai
  1. Penyumbatan kelenjar anal akibat penumpukan kotoran atau bakteri yang terperangkap.
  2. Kondisi penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn atau kolitis ulserativa yang kronis.
  3. Sistem kekebalan tubuh yang sedang lemah, misalnya akibat diabetes yang tidak terkontrol.
  4. Adanya riwayat cedera pada area anal atau riwayat operasi di area anorektal sebelumnya.

3. Cefadroxil 500 mg 10 Kapsul

Cefadroxil merupakan antibiotik spektrum luas dari golongan sefalosporin yang sering diresepkan dokter untuk mengatasi infeksi bakteri pada kulit dan jaringan lunak, termasuk abses perianal. Obat ini bekerja secara aktif dengan cara merusak dinding sel bakteri, sehingga bakteri penyebab infeksi tidak dapat bertahan hidup dan akhirnya mati. Antibiotik ini umumnya diberikan oleh dokter setelah prosedur drainase nanah untuk memastikan seluruh bakteri hilang, atau pada pasien abses yang memiliki risiko komplikasi tinggi seperti penderita diabetes.

Dosis Cefadroxil akan disesuaikan dengan tingkat keparahan infeksi. Untuk orang dewasa, dosis lazimnya adalah 1 kapsul (500 mg) hingga 2 kapsul (1000 mg) yang diminum dua kali sehari. Sangat penting untuk menghabiskan seluruh dosis antibiotik yang diresepkan dokter meskipun gejala sudah membaik, guna mencegah terjadinya resistensi antibiotik di kemudian hari. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Cefadroxil 500 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

Cara Perawatan Abses Perianal di Rumah

Selain mengonsumsi obat-obatan untuk meredakan gejala dan melawan infeksi, melakukan perawatan rumahan yang tepat juga sangat mendukung proses pemulihan, terutama pasca-operasi drainase abses. Perawatan yang baik akan mempercepat penyembuhan luka dan mencegah terbentuknya fistula ani (saluran abnormal antara usus dan kulit).

Langkah perawatan yang paling direkomendasikan adalah melakukan Sitz bath. Ini adalah terapi berendam air hangat pada area panggul dan bokong. Kamu bisa mengisi baskom besar atau Sitz bath khusus dengan air hangat secukupnya, lalu berendam selama 15 hingga 20 menit sebanyak tiga sampai empat kali sehari. Air hangat terbukti secara medis dapat membantu meningkatkan aliran darah ke area anal, melemaskan otot sfingter yang tegang, meredakan nyeri, dan membantu menjaga kebersihan area luka dari sisa kotoran.

Selain itu, perhatikan juga pola makan harianmu. Sangat disarankan untuk memperbanyak konsumsi makanan tinggi serat seperti pepaya, sayuran hijau, dan gandum utuh, serta memperbanyak minum air putih minimal 2 liter per hari. Tujuannya adalah untuk membuat feses menjadi lebih lunak sehingga mudah dikeluarkan. Feses yang keras mengharuskan kamu untuk mengejan lebih kuat saat buang air besar, yang mana hal ini dapat memberikan tekanan luar biasa pada area anus dan memicu rasa sakit yang menyiksa pada abses yang sedang meradang.

Studi Terkait

Penelitian mengenai penanganan abses perianal terus berkembang untuk menemukan efisiensi pemulihan pasien. Dalam sebuah studi yang diterbitkan oleh International Journal of Colorectal Disease pada awal tahun 2026, para peneliti mengobservasi penggunaan kombinasi antibiotik spesifik pasca-drainase pada penderita abses perianal dengan komorbid diabetes. Studi tersebut menemukan bahwa pemberian antibiotik yang ditargetkan secara presisi dapat menurunkan risiko kekambuhan abses dan perkembangan fistula ani hingga 45 persen dalam enam bulan pertama pengawasan.

Selain itu, penelitian bedah klinis tahun 2026 dari The American Journal of Surgery menyoroti efektivitas penggunaan endosonografi anal sebelum dilakukan insisi. Penggunaan teknologi ini membantu dokter bedah memetakan rongga abses secara akurat, yang secara signifikan mengurangi risiko cedera pada otot sfingter anal selama proses pengeluaran nanah, sehingga pasien dapat pulih lebih cepat tanpa mengalami komplikasi inkontinensia fekal (ketidakmampuan menahan buang air besar).

Kapan Harus ke Dokter?

Jika benjolan di sekitar anus terasa semakin membesar, nyeri berdenyut yang tidak tertahankan, atau disertai dengan demam tinggi dan menggigil, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah di Halodoc. Penanganan medis yang cepat sangat diperlukan untuk mengeluarkan nanah dan mencegah infeksi menyebar lebih luas.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis! 
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.

Referensi

  • Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Anal Abscess and Fistula.
  • Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Bedah Saluran Cerna.
  • PubMed. Diakses pada 2024. Management of Perianal Abscesses: A Clinical Review.
  • World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Global Report on Infection Prevention and Surgical Site Infections.

FAQ

1. Apakah abses perianal bisa pecah dan sembuh dengan sendirinya?

Terkadang abses dapat pecah secara spontan dan nanah keluar dengan sendirinya, memberikan rasa lega dari nyeri. Namun, hal ini tidak menjamin infeksi telah sembuh sepenuhnya, karena kantung abses masih bisa tertinggal di dalam dan memicu kekambuhan jika tidak dibersihkan dengan benar oleh dokter.

2. Apa bahayanya jika abses perianal dibiarkan tanpa penanganan?

Jika dibiarkan, abses akan semakin membesar, nyeri semakin parah, dan infeksi dapat menyebar ke jaringan sekitar atau bahkan masuk ke aliran darah (sepsis). Selain itu, abses yang tidak ditangani dengan baik memiliki risiko tinggi berkembang menjadi fistula ani, yaitu terbentuknya saluran abnormal dari usus ke kulit di dekat anus.

3. Berapa lama proses pemulihan setelah operasi abses perianal?

Proses pemulihan sangat bervariasi bergantung pada ukuran abses dan ada tidaknya komplikasi. Secara umum, keluhan nyeri yang hebat akan mereda dalam beberapa hari pasca-operasi, namun luka sayatan bedah biasanya membutuhkan waktu 3 hingga 4 minggu untuk menutup dan sembuh total dengan perawatan yang disiplin.

4. Apakah penderita abses perianal harus pantang makanan tertentu?

Tidak ada pantangan makanan yang spesifik, namun penderita sangat disarankan untuk menghindari makanan yang dapat memicu konstipasi (sembelit) atau diare. Makanan yang terlalu pedas juga sebaiknya dihindari sementara waktu karena dapat menyebabkan rasa perih atau iritasi pada area anus saat buang air besar.