• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hati-Hati, Stres Bisa Menular dari Ibu Hamil ke Janin

Hati-Hati, Stres Bisa Menular dari Ibu Hamil ke Janin

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Ibu hamil akan sangat rentan mengidap stres. Untuk menghindarinya, usahakan untuk selalu berada dalam lingkungan positif yang mendukung perkembangan ibu dan janin. Jika memang ada masalah, sebaiknya diselesaikan saat itu juga agar tidak menimbulkan stres yang berkepanjangan. Pasalnya, stres yang berlangsung secara terus-menerus akan berdampak pada kesehatan janin. Berikut dampak stres pada ibu hamil terhadap janin!

Baca juga: 6 Cara Mengatasi Stres Saat Hamil

  • Berkurangnya Oksigen untuk Janin

Stres pada ibu hamil akan membuat ibu merasa lemas karena hormon kortisol yang diproduksi secara berlebihan. Ketika produksi berlebihan, hormon dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dalam tubuh, sehingga pasokan oksigen ke dalam rahim menjadi berkurang.

  • Dampak Terhadap Otak Janin

Stres pada ibu hamil akan sangat berdampak bagi tumbuh kembang otak janin. Hal tersebut dapat menimbulkan kelainan proses pembentukan janin, serta memicu timbulnya gangguan mental pada bayi.

  • Dampak Terhadap Pertumbuhan Bayi

Tahukan ibu jika stres pada ibu hamil dapat memengaruhi plasenta ibu hamil? Hal tersebut terjadi saat stres dialami oleh ibu hamil di trimester pertama kehamilan. Saat stres, tubuh akan memproduksi hormon kortisol secara berlebihan, yang dapat memasuki ketuban melalui plasenta.

Saat hal tersebut terjadi, pertumbuhan janin dalam kandungan akan menjadi terlalu cepat. Meskipun efeknya tidak selalu buruk, tapi sangat penting untuk mengelola stres dengan baik saat hamil, agar janin dalam kandungan dapat tumbuh dan berkembang dengan normal.

  • Dampak Terhadap Tumbuh Kembang Bayi

Dampak stres pada ibu hamil selanjutnya akan ditandai dengan lahirnya bayi dengan berat badan rendah. Bukan hanya itu, stres parah yang dialami ibu hamil dapat membuat bayi terlahir prematur.

Baca juga: Tekanan Sosial pada Ibu Hamil, Hati-Hati Picu Stres

Sangat penting untuk mengelola stres pada ibu hamil untuk menghindari sejumlah dampak buruk yang dapat terjadi pada janin. Untuk mengetahui kesehatan dan pertumbuhan janin, ibu dapat memeriksakan kandungan secara rutin di rumah sakit terdekat. Pemeriksaan rutin dilakukan guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan pada ibu dan si buah hati.

Langkah Mengatasi Stres pada Ibu Hamil

Stres pada ibu hamil akan sangat mengganggu dan berbahaya bagi ibu dan juga janin. Untuk mengatasinya, ibu dapat melakukan sejumlah langkah berikut ini:

  • Bercerita dengan orang terdekat, agar perasaan menjadi lebih baik. Biasanya, berbagi pengalaman dengan sesama ibu hamil akan sangat membantu mengatasi stres.

  • Cukup waktu istirahat. Dalam hal ini, usahakan untuk rutin melakukan tidur siang. Untuk memberikan efek rileks, ibu dapat menyetel lagu-lagu yang juga menenangkan. Ibu perlu tahu, bahwa sejak usia janin menginjak 23 minggu, mereka sudah dapat mendengar.

  • Rutin melakukan olahraga ringan, seperti jalan santai dan berenang untuk memperbaiki suasana hati. Jangan lupa untuk melakukan pemanasan ringan sebelum melakukannya.

  • Konsumsi makanan sehat bergizi seimbang agar kesehatan fisik dan psikis ibu hamil dapat terjaga dengan baik. Untuk mengatasi stres, sebaiknya konsumsi makanan dengan omega 3, karbohidrat, protein, asam folat, dan zat besi.

  • Pastikan cukup konsumsi air putih, setidaknya 8 gelas per hari.

Baca juga: Alasan Stres dan Emosi Bisa Memengaruhi Kesehatan Janin

Selain beberapa hal tersebut, stres pada ibu hamil kerap terjadi karena cemas masalah keuangan. Berkaitan dengan hal tersebut, ibu dapat membuat daftar prioritas untuk mengetahui hal-hal yang lebih penting untuk dibayar dan dibeli. Hal tersebut akan sedikit meringankan stres yang ibu rasakan.

Referensi:

NIH. Diakses pada 2020. Will Stress During Pregnancy Affect My Baby?
Very Well Family. Diakses pada 2020. How Stress Affects Your Baby in Pregnancy.
Baby Center. Diakses pada 2020. Managing Stress and Anxiety During Pregnancy.