• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sudah 2020, Masih Idealkah Diet Keto?

Sudah 2020, Masih Idealkah Diet Keto?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Banyak sekali macam diet yang menjadi tren pada beberapa tahun terakhir, salah satunya diet keto. Padahal, tujuannya sama, yaitu menurunkan berat badan sehingga kamu mendapatkan bentuk tubuh yang ideal. Perbedaannya hanya pada cara melakukannya alias metodenya. Nah, sudah berganti tahun nih, apakah kamu masih menjadi salah satu yang menjalani diet keto? 

Faktanya, di tahun 2020 ini, data yang diperoleh US News & World menunjukkan bahwa diet keto menduduki peringkat sebagai metode diet yang paling buruk. Memang, setiap tahun, lembaga tersebut mengeluarkan daftar diet yang direkomendasikan dan diet yang paling buruk. Meski dianggap sebagai salah satu metode diet yang tidak dianjurkan, diet keto masih populer di kalangan masyarakat. 

Mengapa Diet Keto adalah Diet Terburuk?

Diet keto dilakukan untuk memunculkan kondisi yang dinamakan ketosis, suatu kondisi metabolik yang membuat tubuh membakar lemak sebagai energi dan bukannya karbohidrat yang memang berperan sebagai sumber energi utama dan alami pada tubuh. Demi mencapai kondisi ini, kamu harus mengurangi asupan karbohidrat dan menambah asupan protein serta lemak sehat. 

Baca juga: Benarkah Diet Keto Efektif Menurunkan Berat Badan?

Nah, inilah yang menjadi kekhawatiran para pakar kesehatan, karena mengurangi asupan karbohidrat dinilai kurang menyehatkan bagi tubuh. Pasalnya, asupan karbohidrat untuk diet keto dibatasi maksimal hanya 20 gram per hari. Dengan asupan sekecil ini, kamu akan mudah mengalami sakit kepala, mual, bahkan kelelahan. Sementara itu, asupan lemak, susu, dan protein dalam jumlah besar justru akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan beragam penyakit kronis lain. 

Ini bukan menjadi cara terbaik untuk menurunkan berat badan, tetapi hanya lebih cepat. Sayangnya, diet yang membuat kamu mengalami penurunan berat badan secara signifikan, seperti halnya diet keto cenderung memberikan batasan asupan nutrisi yang ketat, sehingga tidak lagi cocok dengan kondisi kesehatan. 

Baca juga: Ini 4 Penanda Bahwa Diet Keto Berhasil

Padahal, diet yang baik adalah diet yang dijalankan dengan mengedepankan kondisi kesehatan tubuh, usia, dan riwayat medis yang pernah dialami. Ini artinya, kamu tidak boleh sembarangan melakukan diet. Lebih baik kamu bertanya dulu pada ahli gizi mengenai diet yang ingin kamu jalani, baik atau tidaknya, dan bagaimana dampak serta risikonya. Jangan malas, karena sekarang kamu bisa bertanya semua hal tentang kesehatan kapan saja pada dokter melalui aplikasi Halodoc

Lalu, Diet Apa yang Menduduki Posisi Sebagai Diet Terbaik?

Nah, kalau diet keto diklaim sebagai metode diet terburuk di tahun 2020 ini, lalu diet apa yang justru menduduki posisi sebagai diet paling baik? Ternyata, diet mediterania masih menjadi tren diet terbaik di tahun ini. Selain diklaim menjadi cara diet paling sehat, diet mediterania juga terbilang lebih mudah diikuti, paling efektif untuk mengurangi risiko terjadinya diabetes, dan berdasarkan bahan makanan paling baik. 

Baca juga: Kenalan dengan Menu Lezat ala Diet Mediterania

Tidak heran, karena diet mediterania menggunakan beragam jenis makanan dengan nilai nutrisi yang tinggi, mulai dari gandung, kacang-kacangan, buah, sayuran, hingga aneka hidangan hasil laut. Namun, bisa jadi kondisi kesehatan tubuhmu tidak sesuai dengan cara diet satu ini. Sekali lagi, manapun metode diet yang kamu jalani, sebaiknya tanyakan pada ahli gizi sebelum memulainya. 

Referensi: 
Global News. Diakses pada 2020. The Keto Diet was Ranked One of the Worst Diets for 2020 So Why is It Still Popular?
WebMD. Diakses pada 2020. Mediterranean Diet Repeats as Best Overall of 2020.
Nzherald. Diakses pada 2020. Keto One of the Worst Diets of 2020, According to New Rankings.