Ad Placeholder Image

Sudah Vaksin Influenza Tetap Kena Flu, Kenapa? 

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   23 Juni 2025

Efektivitas vaksin flu akan tergantung pada beberapa faktor, termasuk waktu dan respons kekebalan tubuh.

Sudah Vaksin Influenza Tetap Kena Flu, Kenapa? Sudah Vaksin Influenza Tetap Kena Flu, Kenapa? 

DAFTAR ISI

  1. Alasan Tetap Kena Flu Meski Sudah Mendapatkan Vaksin Influenza
  2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Vaksin
  3. Apa Kata Riset?
  4. Vaksin Influenza Bisa di Rumah Pakai Halodoc

Vaksin influenza dapat memberi perlindungan terbaik terhadap penyakit flu

Itulah sebabnya Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan vaksin flu tahunan untuk semua orang, yang berusia di atas 6 bulan. 

Namun, pada beberapa kondisi, seseorang bisa tetap kena flu, padahal sudah diberi vaksin. Mengapa demikian?

Alasan Tetap Kena Flu Meski Sudah Mendapatkan Vaksin Influenza

Vaksin flu berisi virus yang sudah dimatikan atau dilemahkan, tetapi virus tersebut tidak akan menyebabkan kamu sakit. 

Lantas, mengapa seseorang bisa tetap kena flu, padahal sudah mendapatkan vaksin influenza? 

Perlu diketahui bahwa vaksin influenza tidak bisa melindungi kamu dari semua penyakit pernapasan, mengingat gejala flu bisa saja mirip seperti gejala penyakit lainnya. 

Selain itu, efektivitas vaksin flu akan tergantung pada beberapa faktor, termasuk waktu, respons kekebalan tubuh, dan lainnya.

Berikut beberapa alasan mengapa kamu bisa tetap kena flu, meski sudah mendapatkan vaksin influenza:

1. Vaksin Perlu Waktu Untuk Memberikan Kekebalan Penuh

Diperlukan waktu sekitar dua minggu bagi vaksin untuk memberikan kekebalan penuh terhadap flu. 

Apabila kamu terserang flu dalam waktu dua minggu setelah mendapatkan vaksin, kamu mungkin terpapar virus tepat sebelum atau setelah divaksinasi.

2. Mengalami Penyakit Mirip Flu Lainnya

Vaksin flu tidak bisa memberi perlindungan terhadap penyakit pernapasan lainnya. 

Jadi, jika kamu mengalami gejala mirip flu setelah mendapatkan vaksin influenza, sebaiknya bicarakan dengan dokter, untuk mengetahui apakah itu flu atau penyakit lainnya. 

3. Jenis Flu yang Benar Tidak Termasuk dalam Vaksin

Vaksin influenza memberikan perlindungan terhadap jenis flu tertentu yang diyakini para peneliti akan menyebabkan penyakit pada musim itu bagi kebanyakan orang.

Sayangnya, vaksin tidak memberikan cakupan untuk semua kemungkinan strain influenza, dan virus flu bermutasi dan berubah setiap tahun. 

Itulah sebabnya, vaksin baru harus dibuat dan diberikan setiap musim.

Baca juga: Masih Masa Pertumbuhan, Mengapa Anak Sering Flu dan Batuk?

4. Tubuh Tidak Merespons Sepenuhnya terhadap Vaksin

Masih mungkin tertular flu setelah mendapat vaksin influenza, baik karena kamu salah satu dari sedikit orang yang tidak terlindungi sepenuhnya, atau karena jenis influenza yang membuat kamu sakit tidak disertakan dalam vaksin.

Meski begitu, kamu cenderung tidak mengalami komplikasi serius akibat flu jika sudah mendapatkan vaksin influenza. 

Itulah beberapa kemungkinan penyebab mengapa kamu masih bisa terkena flu, meski sudah mendapatkan vaksin influenza. 

Perlu diingat bahwa meski kamu terkena flu setelah mendapatkan vaksin influenza, bukan berarti vaksin tidak berfungsi dengan baik. 

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Vaksin

Beberapa faktor dapat memengaruhi efektivitas vaksin influenza, antara lain:

  • Usia: Vaksin cenderung kurang efektif pada orang tua dan anak-anak.
  • Kondisi kesehatan: Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah mungkin tidak merespons vaksin sebaik orang sehat.
  • Jenis virus: Vaksin mungkin tidak efektif jika jenis virus yang beredar berbeda dari yang ada dalam vaksin.
  • Waktu vaksinasi: Vaksinasi sebaiknya dilakukan sebelum musim flu dimulai untuk memberikan waktu bagi tubuh untuk membangun kekebalan.

Apa Kata Riset?

Penelitian yang dirilis oleh jurnal Clinical Infectious Diseases telah mengevaluasi efek vaksin influenza terhadap infeksi virus pernapasan selain influenza pada anak-anak. 

Sebanyak 115 anak dibagi menjadi dua kelompok, yang satu menerima vaksin influenza inaktif (TIV) dan yang lainnya menerima plasebo. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun vaksin TIV efektif melindungi anak-anak dari influenza, kelompok yang menerima vaksin TIV tetap berisiko terkena infeksi virus pernapasan lainnya, seperti rhinovirus dan coxsackie/echovirus, setelah musim flu. 

Peneliti menganggap hal ini mungkin disebabkan oleh penurunan kekebalan nonspesifik sementara setelah vaksinasi influenza, yang melindungi tubuh dari influenza namun mengurangi perlindungan terhadap virus pernapasan lain dalam jangka waktu tertentu. 

Jika kamu memiliki pertanyaan seputar vaksin influenza, kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter tepercaya

Vaksin Influenza Bisa di Rumah Pakai Halodoc

Gejala flu seperti hidung tersumbat, bersin, atau suara serak yang dibiarkan dan tidak diobati, ternyata dapat menyebabkan gangguan yang lebih serius seperti bronkitis dan pneumonia.

Untuk itu, sebaiknya segera lakukan Vaksinasi Influenza untuk mencegah risiko tersebut.

Saat ini, kamu bisa mendapatkan vaksin flu dengan mudah tanpa harus keluar rumah.

Kamu bisa menggunakan layanan Homecare by Halodoc (tersedia di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar) untuk melakukan Vaksinasi Influenza (Vaxigrip Tetra) atau Paket Vaksinasi Influenza + Pneumonia dari rumah. 

Layanan dari Homecare by Halodoc akan mendatangkan dokter khusus vaksinasi ke tempat atau di lokasi mana pun yang kamu pilih untuk pemberian vaksin.

Berikut ini keunggulan melakukan imunisasi anak dan vaksin dewasa lewat layanan Homecare by Halodoc:

  • Vaksinasi diberikan 100% oleh Dokter Khusus Vaksinasi. Ini Daftar Dokter yang Tangani Layanan Vaksin Homecare by Halodoc.
  • Protokol kesehatan ketat. 
  • Setelah vaksin diberikan, petugas medis akan melakukan observasi kondisi kesehatanmu untuk memastikan tidak ada efek samping yang berbahaya.
  • Partner resmi produsen vaksin internasional sehingga vaksin terjamin keasliannya dan sudah terdaftar BPOM. 
  • Hemat waktu dan biaya. 
  • Harga vaksin influenza mulai dari Rp440.000,-, sementara untuk paket vaksin influenza dan pneumonia adalah Rp1.334.000,-, kamu bahkan bisa melakukan family booking untuk mendapatkan ekstra diskon.
  • Tanpa perlu antre menunggu.
  • Tanpa biaya tambahan.
  • Setelah tindakan, kamu akan mendapat gratis voucher senilai 25rb di Halodoc untuk chat dokter.
  • Kapan saja kamu atau keluarga hendak mendapatkan vaksin ini, cukup pesan langsung melalui aplikasi Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa dapatkan potongan harga untuk Vaksin Influenza (Vaxigrip Tetra) dengan kode promo KEBALFLU2 di Halodoc. 

Tunggu apa lagi? Yuk booking sekarang!

Booking Vaksin Influenza (Vaxigrip Tetra) Lebih Mudah di Rumah Lewat Halodoc.

Booking Paket Vaksinasi Influenza + Pneumonia Lebih Mudah di Rumah Lewat Halodoc.

Kamu juga bisa order layanan Homelab melalui aplikasi atau hubungi langsung nomor WhatsApp 0888-0999-9226.

Referensi:
CDC. Diakses pada 2025. Misconceptions about Seasonal Flu and Flu Vaccines.
Very Well Health. Diakses pada 2025. Why You May Still Get Sick After a Flu Shot.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2025. 10 Flu Myths.
Cowling BJ, et al. Diakses pada 2025. Increased Risk of Noninfluenza Respiratory Virus Infections Associated With Receipt of Inactivated Influenza Vaccine.