• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Suka Jajan Sembarangan, Risiko TB Tulang Meningkat?

Suka Jajan Sembarangan, Risiko TB Tulang Meningkat?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Kamu mungkin sudah tidak asing dengan nama penyakit tuberkulosis (TB) pada paru-paru. Namun, apa kamu pernah dengar tentang TB tulang? TB tulang merupakan kondisi ketika TB pada paru-paru telah menyebar ke bagian tulang, melalui aliran darah. Lalu, ada pendapat yang mengatakan bahwa suka jajan sembarangan dapat membuat risiko TB tulang meningkat. Benarkah demikian?

Sebagai komplikasi dari TB paru, TB tulang pada dasarnya disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yaitu bakteri penyebab TB paru. Bakteri ini dapat masuk dan menginfeksi tubuh melalui udara, ketika pengidap TB paru batuk, bersin, atau berbicara. Penularan bakteri tersebut dapat lebih mungkin terjadi jika tidak menjaga kebersihan diri dan lingkungan, tak semata hanya karena suka jajan sembarangan saja.

Baca juga: Perlu Tahu, Bedanya Batuk Biasa dan TBC

Bukan Cuma Jajan Sembarangan, Ini Penyebab TB Tulang

Seperti telah dijelaskan tadi, suka jajan sembarangan yang tidak bisa dipastikan kebersihannya mungkin saja dapat membuat risiko kamu tertular bakteri TB meningkat. Namun, sebenarnya ada banyak faktor lain yang juga perlu diperhatikan. Misalnya saja, soal ventilasi udara. Jika kamu tinggal di tempat padat penduduk, di mana banyak pengidap TB, atau jika kamu berdekatan dengan pengidap TB di ruangan dengan ventilasi buruk, risiko akan sangat meningkat. 

Selain itu, sistem kekebalan tubuh yang lemah juga dapat membuat kamu mudah terinfeksi bakteri penyebab TB. Ketika bakteri penyebab TB masuk ke tubuh dan menyebabkan penyakit TB paru, kemudian kondisi tersebut tidak diobati dengan baik, infeksi dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya di luar paru, melalui aliran darah. Salah satu bagian tubuh yang dapat terkena infeksi bakteri TB adalah tulang. Ketika menyerang tulang, kondisi ini disebut TB tulang.

Selain hal-hal tadi, ada juga faktor-faktor risiko lain yang dapat memicu seseorang terkena TB tulang, yaitu:

  • Tinggal atau mengunjungi negara dengan kasus kejadian TB yang tinggi, seperti negara-negara di Asia dan Afrika.
  • Mengidap HIV/AIDS.
  • Pernah menjalani prosedur transplantasi organ.
  • Mengidap penyakit kronis, seperti diabetes atau penyakit ginjal.
  • Mengidap kanker dan sedang menjalani kemoterapi.
  • Mengidap penyakit yang mengakibatkan gangguan autoimun, seperti rheumatoid arthritis atau penyakit Crohn.

Baca juga: Batuk Tak Kunjung Sembuh, Hati-Hati TB

Bagaimana Gejala TB Tulang?

Meski sebagian besar pengidap TB tulang juga pernah terinfeksi TB paru, biasanya saat mengalami TB tulang, penyakit TB paru mereka sudah tidak aktif lagi. Hal itu membuat kebanyakan pengidap TB tulang tidak mengalami gejala batuk dan tidak menduga bahwa mereka mengidap TB. Lalu, tulang yang mana saja yang bisa terkena? Hampir semua bagian tulang bisa terkena. 

Namun, pada kebanyakan kasus, TB tulang biasanya menyerang tulang belakang dan persendian, seperti pinggul, lutut, kaki, siku, pergelangan tangan, dan bahu. Orang dengan TB tulang biasanya akan mengeluh bahwa satu atau lebih persendiannya terasa menyakitkan dan kaku selama beberapa minggu. Ini merupakan gejala awal dan yang paling umum dari penyakit ini. Pengidap juga bisa merasa tulangnya lemah.

Rasa sakit yang muncul dapat berkisar antara ringan sampai sedang. Jenis rasa sakit yang dialami pengidap pun tergantung dari lokasi tepatnya TBC menyerang. TB tulang spinalis yang menyerang tulang belakang biasanya memengaruhi bagian toraks (dada belakang), sehingga menyebabkan nyeri punggung dan bentuk tulang punggung yang menonjol seperti bungkuk. 

Baca juga: Pentingnya Penanganan Tepat untuk Mengobati TB Tulang

Sementara itu, pada TB tulang yang menyerang persendian, gejala yang muncul dapat berupa rasa sakit dan kaku yang menyakitkan pada tulang yang sekitar sendi. Parahnya lagi, sendi yang terinfeksi dapat terisi dengan cairan dan otot-otot di sekitarnya dapat mengelupas. Gejala umum lainnya yang bisa dialami oleh pengidap TB tulang yang menyerang tulang belakang adalah demam, berkeringat di malam hari, kehilangan nafsu makan, dan kelelahan.

Namun, perlu diketahui bahwa tubuh setiap pengidap TB tulang dapat menunjukkan gejala yang bervariasi. Jadi, daripada penanganannya terlambat, sebaiknya kamu download aplikasi Halodoc di ponselmu, untuk bertanya langsung pada dokter setiap mengalami gangguan kesehatan apapun, kapan dan di mana saja. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Bone Tuberculosis.
NCBI. Diakses pada 2020. Bone and joint tuberculosis.
Medical News Today. Diakses pada 2020. All you need to know about tuberculosis.