Sunat Gagal: Contoh Medis dan Tindakan Lanjutan
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan sunat gagal, salah satunya teknik yang tidak tepat.

Daftar Isi:
- Contoh Sunat Gagal dan Gejala yang Muncul
- Penyebab Sunat Gagal
- Tindakan Medis yang Diperlukan Bila Sunat Gagal
- Pencegahan Sunat Gagal
- Kapan Harus ke Dokter?
- Rekomendasi Halodoc
Sunat atau sirkumsisi adalah prosedur bedah untuk membuang kulup (preputium) yang menutupi ujung penis. Prosedur ini umum dilakukan karena alasan agama, budaya, atau medis.
Meskipun umumnya aman, sunat juga berpotensi mengalami komplikasi atau kegagalan. Sunat yang gagal adalah kondisi ketika hasil sunat tidak sesuai dengan yang diharapkan, menimbulkan masalah kesehatan atau estetika.
Contoh Sunat Gagal dan Gejala yang Muncul
Berikut adalah beberapa contoh sunat yang gagal dilihat dari sisi medis, beserta gejala yang mungkin muncul:
- Perdarahan Berlebihan: Perdarahan yang sulit dihentikan setelah prosedur sunat.
- Infeksi: Tanda-tanda infeksi meliputi kemerahan, bengkak, nyeri, keluarnya nanah, dan demam.
- Sisa Kulit yang Tidak Simetris: Kulit yang dipotong tidak rata, menyebabkan penampilan penis menjadi tidak estetis.
- Fimosis Sekunder: Kulit kulup kembali menyempit setelah sunat, sehingga sulit ditarik ke belakang.
- Jaringan Parut Abnormal: Pembentukan jaringan parut yang berlebihan (keloid) atau kontraktur yang menyebabkan nyeri dan disfungsi.
- Cedera pada Uretra atau Penis: Meskipun jarang, cedera pada uretra (saluran kencing) atau penis dapat terjadi selama prosedur sunat.
Komplikasi pasca sunat dapat bervariasi, tetapi penting untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala-gejala di atas.
Mau tahu biaya sunat laser? Cari tahu di sini: Biaya Sunat Laser Terbaru? Cek Harga dan Info Klinik!
Penyebab Sunat Gagal
Beberapa faktor dapat menyebabkan sunat gagal, di antaranya:
- Teknik Sunat yang Tidak Tepat: Kurangnya pengalaman atau kesalahan dalam teknik pembedahan dapat meningkatkan risiko komplikasi.
- Infeksi: Kebersihan yang kurang terjaga selama dan setelah prosedur sunat dapat menyebabkan infeksi.
- Kondisi Medis yang Mendasari: Beberapa kondisi medis seperti gangguan pembekuan darah dapat meningkatkan risiko perdarahan.
- Perawatan Pasca Sunat yang Tidak Adekuat: Tidak mengikuti instruksi perawatan luka dengan benar dapat memperlambat penyembuhan dan meningkatkan risiko komplikasi.
Apa tanda luka sunat sudah sembuh? Cari tahu di sini: Ketahui Tahapan Pemulihan Luka Sunat agar Cepat Sembuh
Tindakan Medis yang Diperlukan Bila Sunat Gagal
Tindakan medis yang diperlukan tergantung pada jenis dan tingkat keparahan komplikasi:
- Evaluasi Klinis Ulang: Dokter akan memeriksa kondisi penis secara menyeluruh untuk menentukan penyebab dan tingkat keparahan masalah.
- Perawatan Luka: Luka harus dijaga kebersihannya dengan pencucian rutin menggunakan air bersih dan sabun ringan. Debridement (pembersihan jaringan mati) mungkin diperlukan jika ada jaringan yang terinfeksi.
- Antibiotik: Antibiotik dapat diberikan untuk mengatasi infeksi bakteri.
- Re-sirkumsisi (Operasi Ulang): Jika ada sisa kulit yang tidak simetris atau fimosis sekunder, operasi ulang mungkin diperlukan untuk memperbaiki hasil sunat.
- Kortikosteroid Topikal: Untuk mengurangi jaringan parut abnormal atau keloid, dokter dapat meresepkan krim atau salep kortikosteroid.
Baca juga artikel terkait sunat gagal di sini: Dampak Kepala Penis Terpotong saat Sunat, Ini Faktanya
Pencegahan Sunat Gagal
Beberapa langkah dapat diambil untuk mencegah sunat gagal:
- Pilih Dokter yang Berpengalaman: Pastikan prosedur sunat dilakukan oleh dokter atau tenaga medis yang terlatih dan berpengalaman.
- Jaga Kebersihan: Selalu jaga kebersihan area sunat sebelum dan sesudah prosedur.
- Ikuti Instruksi Perawatan Luka: Ikuti semua instruksi perawatan luka yang diberikan oleh dokter dengan cermat.
- Hindari Aktivitas Berat: Hindari aktivitas fisik yang berat selama masa pemulihan untuk mencegah perdarahan dan mempercepat penyembuhan.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala-gejala berikut setelah sunat:
- Perdarahan yang tidak berhenti setelah beberapa jam.
- Tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, bengkak, nyeri hebat, atau keluarnya nanah.
- Kesulitan buang air kecil.
- Perubahan warna pada penis yang tidak normal.
- Demam tinggi.
Jika mengalami masalah atau komplikasi setelah sunat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah di Halodoc. Dokter dapat memberikan evaluasi, diagnosis, dan rekomendasi perawatan yang tepat sesuai dengan kondisi yang dialami.
Dapatkan juga obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc. Produknya 100% asli (original) dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.


