Ad Placeholder Image

Telinga Hidung Tenggorokan: Tujuan, Jenis, dan Prosedur

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 18 Juni 2026
Telinga Hidung Tenggorokan: Tujuan, Jenis, dan ProsedurTelinga Hidung Tenggorokan: Tujuan, Jenis, dan Prosedur

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu merasakan ada benjolan aneh di sekitar leher atau mengalami sakit saat menelan yang tak kunjung sembuh? Dalam dunia medis, salah satu cara paling efektif dan aman untuk mengevaluasi kondisi di area tersebut adalah melalui pemeriksaan ultrasonografi atau yang sering disebut oleh masyarakat awam sebagai USG tenggorokan. Meskipun secara anatomis istilah yang lebih tepat adalah USG leher atau USG tiroid, prosedur ini sangat penting untuk melihat struktur jaringan lunak di sekitar tenggorokan bagian luar tanpa menggunakan radiasi.

USG bekerja dengan menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi yang dipancarkan melalui alat bernama transduser. Gelombang suara ini kemudian akan memantul saat mengenai organ atau jaringan di dalam leher, dan pantulan tersebut diubah menjadi gambar visual di layar monitor secara real-time. Mengingat area tenggorokan dan leher menampung berbagai struktur vital—mulai dari kelenjar tiroid, kelenjar getah bening, kelenjar air liur, hingga pembuluh darah besar—pemeriksaan ini menjadi prosedur lini pertama yang sangat diandalkan oleh para dokter.

Pentingnya pemeriksaan ini terletak pada kemampuannya untuk membedakan jenis benjolan, apakah itu kista yang berisi cairan (biasanya jinak) atau massa padat yang mungkin memerlukan evaluasi lebih lanjut. Prosedur ini sangat aman, tidak menimbulkan rasa sakit, dan bahkan bisa dilakukan pada anak-anak hingga ibu hamil karena sama sekali tidak memancarkan radiasi pengion seperti halnya Rontgen atau CT Scan.

Jika kamu merasakan ada gejala mencurigakan di area leher, dokter biasanya akan menyarankan prosedur ini. Nah, mau tahu lebih dalam mengenai tujuan, jenis kelainan yang bisa dideteksi, hingga bagaimana prosedur ini dilakukan? Berikut ulasan lengkapnya!

Mengenal USG Tenggorokan dan Area Leher

Ketika seseorang merujuk pada “USG tenggorokan”, secara klinis pemeriksaan ini mencakup evaluasi ekstensif pada struktur anatomi leher bagian anterior (depan) dan lateral (samping). Tenggorokan itu sendiri (faring dan laring) merupakan saluran yang letaknya cukup dalam dan sebagian tertutup oleh tulang rawan. Oleh karena itu, USG lebih difokuskan untuk menilai organ-organ yang mengelilingi atau berdekatan dengan saluran tenggorokan tersebut.

Beberapa organ utama yang menjadi fokus pemindaian meliputi kelenjar tiroid yang terletak tepat di bawah jakun, kelenjar paratiroid yang berada di belakang tiroid, berbagai kelompok kelenjar getah bening leher (cervical lymph nodes), dan kelenjar saliva atau air liur (seperti kelenjar parotis dan submandibular). Selain itu, dokter juga dapat memantau arteri karotis dan vena jugularis yang bertugas mengalirkan darah dari dan menuju otak.

Tujuan dan Indikasi Pemeriksaan

Dokter biasanya tidak akan sembarangan merujuk pasien untuk melakukan pemindaian tanpa adanya indikasi klinis yang jelas. Pemeriksaan ini sangat krusial dalam mendiagnosis berbagai keluhan yang terpusat di area leher dan saluran napas atas.

1. Mengevaluasi Benjolan yang Teraba

Tujuan paling umum dari pemeriksaan ini adalah untuk mengevaluasi benjolan yang baru muncul atau perlahan membesar di area leher. USG dapat memberikan informasi detail mengenai ukuran, bentuk, lokasi pasti, dan konsistensi benjolan (apakah padat, kistik/berisi cairan, atau campuran keduanya).

2. Memantau Pertumbuhan Nodul Tiroid

Bagi pasien yang sudah didiagnosis memiliki nodul atau pembengkakan kelenjar tiroid (struma/gondok), USG digunakan secara berkala untuk memantau apakah nodul tersebut bertambah besar atau menunjukkan perubahan karakteristik yang mengarah pada keganasan (kanker).

3. Mencari Penyebab Sulit Menelan atau Suara Serak

Jika kamu mengalami disfagia (kesulitan menelan) atau suara serak yang menetap lebih dari dua minggu, ini bisa menjadi pertanda adanya massa yang menekan pita suara atau esofagus (kerongkongan). USG membantu mendeteksi keberadaan massa ekstrinsik tersebut.

4. Memandu Biopsi (FNA)

USG tidak hanya digunakan untuk diagnosis visual. Jika ditemukan nodul yang mencurigakan, dokter akan menggunakan panduan real-time dari USG untuk mengarahkan jarum halus (Fine Needle Aspiration / FNA) tepat ke dalam benjolan guna mengambil sampel sel. Sampel ini kemudian diuji di laboratorium patologi.

Tips Persiapan Sebelum Melakukan USG Leher/Tenggorokan
  1. Secara umum, tidak ada persiapan khusus seperti puasa sebelum prosedur, kecuali jika dokter merencanakan pembiusan (biasanya pada biopsi anak-anak).
  2. Kenakan pakaian dengan kerah terbuka, seperti kaus berkerah V-neck, agar area leher mudah diakses oleh transduser.
  3. Lepaskan semua perhiasan, kalung, atau anting panjang yang berpotensi menghalangi pergerakan alat USG di leher.

Kondisi Medis yang Bisa Dideteksi

USG sangat sensitif dalam mendeteksi berbagai kelainan anatomi dan patologi di daerah leher. Beberapa kondisi medis yang paling sering ditemukan melalui pemeriksaan ini antara lain:

1. Nodul dan Kanker Tiroid

Penyakit tiroid sangat umum terjadi, terutama pada wanita. Nodul tiroid adalah pertumbuhan jaringan yang tidak normal di dalam kelenjar tiroid. Melalui pencitraan ultrasonografi, dokter dapat mengklasifikasikan nodul berdasarkan sistem TIRADS (Thyroid Imaging Reporting and Data System) untuk menilai risiko keganasan. Tanda-tanda mencurigakan meliputi batas nodul yang tidak beraturan, adanya mikrokalsifikasi (bintik-bintik kalsium kecil), dan peningkatan aliran darah di dalam nodul (menggunakan fitur Doppler).

2. Limfadenopati (Pembengkakan Kelenjar Getah Bening)

Kelenjar getah bening sering kali membengkak sebagai respons terhadap infeksi di sekitar tenggorokan, seperti radang amandel (tonsilitis), radang tenggorokan (faringitis), atau infeksi gigi. Namun, pembengkakan yang tidak kunjung kempis, terasa keras, dan tidak nyeri bisa menjadi tanda masalah yang lebih serius, seperti limfoma atau metastasis (penyebaran) kanker dari organ lain. USG membedakan kelenjar yang reaktif akibat infeksi dengan kelenjar yang berpotensi ganas berdasarkan rasio ukuran, bentuk hilus, dan vaskularisasinya.

3. Sialadenitis dan Batu Kelenjar Air Liur

Sialadenitis adalah peradangan pada kelenjar air liur. Terkadang, peradangan ini disebabkan oleh adanya batu (sialolithiasis) yang menyumbat saluran keluar air liur, menyebabkan leher samping atau bawah rahang membengkak dan nyeri, terutama saat makan. USG sangat efektif untuk menemukan lokasi batu dan melihat seberapa parah pembengkakan yang terjadi.

4. Kista Kongenital

Beberapa benjolan di leher merupakan bawaan lahir yang baru membesar atau terinfeksi saat dewasa. Contohnya adalah kista duktus tiroglosus yang biasanya berada di garis tengah leher, atau kista celah brankial yang terletak di sisi lateral leher. Pencitraan dapat memastikan bahwa benjolan tersebut benar-benar kista yang berisi cairan.

Prosedur Pelaksanaan USG

Prosedur ultrasonografi ini sangat sederhana, cepat, dan non-invasif (tidak memasukkan alat ke dalam tubuh). Berikut adalah tahapan yang biasanya dilakukan di ruang pemeriksaan radiologi atau klinik rawat jalan:

1. Tahap Persiapan Posisi

Kamu akan diminta untuk berbaring telentang di atas meja pemeriksaan. Dokter atau sonografer mungkin akan meletakkan bantal gulung kecil di bawah punggung atau bahu kamu. Tujuannya adalah untuk membuat leher agak menengadah (ekstensi leher), sehingga ruang di area tenggorokan depan dan tiroid terekspos dengan maksimal.

2. Aplikasi Gel Khusus

Setelah posisi nyaman, dokter akan mengoleskan gel berbahan dasar air yang bening dan hangat di kulit leher. Gel ini berfungsi ganda: menghilangkan kantong udara antara alat dan kulit (karena suara tidak merambat dengan baik di udara) dan melicinkan pergerakan alat transduser.

3. Proses Pemindaian (Scanning)

Dokter akan menempelkan transduser ke kulit leher dan menggerakkannya secara perlahan ke atas, bawah, dan menyamping. Kamu mungkin akan merasakan sedikit tekanan ringan pada tenggorokan, tetapi tidak sampai menimbulkan rasa sakit atau sesak napas. Selama proses ini, dokter akan melihat ke layar monitor, menangkap gambar (capture), dan mungkin mengukur dimensi benjolan atau organ secara langsung. Jika menggunakan fitur Color Doppler, kamu mungkin akan mendengar suara denyut khas layaknya detak jantung yang menunjukkan aliran darah.

4. Setelah Prosedur

Pemeriksaan biasanya memakan waktu sekitar 15 hingga 30 menit. Setelah selesai, gel akan dibersihkan menggunakan tisu atau handuk basah. Karena tidak ada efek samping atau pengaruh obat bius (kecuali pada kasus biopsi tertentu), kamu bisa langsung beraktivitas normal, mengemudi, atau makan seperti biasa.

Jika kamu memerlukan diagnosis medis dari rumah sakit, kamu bisa menjadwalkan tindakan usg tenggorokan untuk mengetahui penyebab pasti dari gejala fisik di leher yang tak kunjung sembuh.

Studi Terkait Evaluasi Benjolan Leher

Journal of Ultrasound in Medicine menerbitkan studi komprehensif yang mengkaji efektivitas ultrasonografi dalam mengevaluasi nodul tiroid dan massa leher. Studi tersebut menyimpulkan bahwa USG memiliki tingkat sensitivitas yang sangat tinggi (di atas 90%) dalam membedakan antara nodul tiroid jinak dan nodul yang berisiko ganas.

Lebih lanjut, penggunaan fitur elastography dan Color Doppler pada perangkat USG modern secara signifikan telah mengurangi kebutuhan akan biopsi yang tidak perlu pada benjolan leher. Hal ini membuktikan bahwa ultrasonografi tetap menjadi gold standard (standar emas) untuk pencitraan awal pada kasus kelainan anatomi di sekitar tenggorokan dan leher, karena akurasinya yang tinggi, biayanya yang lebih efisien dibandingkan MRI, dan tingkat keamanannya yang optimal bagi jaringan tubuh.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Jangan lupa, untuk mendukung pemulihan setelah didiagnosis dengan kondisi tertentu, kamu bisa beli obat dan vitamin secara praktis langsung dari aplikasi Halodoc.

Referensi:
Radiological Society of North America (RSNA). Diakses pada 2024. Ultrasound – Thyroid.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Thyroid ultrasound – Tests and procedures.
American Thyroid Association. Diakses pada 2024. Thyroid Nodules and Ultrasound.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Ultrasonography of the Neck: A Comprehensive Review.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Diagnostic Imaging in Health Care.

FAQ

1. Apakah pemeriksaan usg tenggorokan terasa sakit?

Tidak, prosedur ultrasonografi sama sekali tidak menyakitkan. Ini adalah prosedur non-invasif yang hanya melibatkan penempelan alat transduser dengan sedikit gel di permukaan kulit leher bagian luar. Kamu mungkin hanya akan merasakan tekanan ringan saat alat digerakkan di sekitar area jakun.

2. Apakah ada pantangan makan sebelum melakukan USG di area leher?

Secara umum, tidak ada pantangan makan atau minum sebelum melakukan prosedur USG di leher. Kamu bisa makan, minum, dan mengonsumsi obat-obatan rutin seperti biasa, kecuali dokter memberikan instruksi khusus apabila USG tersebut dibarengi dengan tindakan pembiusan untuk biopsi.

3. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk USG leher?

Prosedur ini relatif singkat. Pemindaian biasanya memakan waktu sekitar 15 hingga 30 menit, tergantung pada kejelasan gambar yang didapat dan apakah ada kelainan spesifik yang membutuhkan pengukuran lebih mendetail oleh dokter radiologi.

4. Bisakah USG langsung mendeteksi kanker?

USG sangat ahli dalam menemukan nodul atau benjolan dan melihat karakteristik yang mencurigakan (seperti kalsifikasi atau aliran darah yang tidak normal). Namun, USG tidak bisa memastikan 100% apakah itu kanker. Diagnosis pasti kanker hanya bisa dikonfirmasi melalui prosedur biopsi (pengambilan sampel jaringan) yang diuji di laboratorium.