• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Urine Berwarna Hitam Kecoklatan, Waspada Alkaptonuria

Urine Berwarna Hitam Kecoklatan, Waspada Alkaptonuria

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Pernah menyaksikan urine berwarna hitam? Meski jarang terjadi, namun kamu harus waspada akan kondisi ini. Urine warna hitam bisa terjadi saat tubuh tidak mampu memecah asam amino tirosin dan fenilalanin dengan baik. Hasilnya, urine seseorang bisa berwarna hitam kecoklatan saat terpapar udara.

Alkaptonuria adalah sebutan dalam istilah medis untuk urine warna hitam. Kondisi ini tergolong dalam salah satu penyakit gangguan metabolik dan tergolong sebagai penyakit genetik. Penyakit ini terjadi akibat tubuh seseorang tidak bisa memecah asam homogenistik sehingga menumpuk dalam tubuh. Manifestasinya adalah keluarnya urine berwarna hitam setelah ia mengalami kontak dengan udara. Selain itu, pengidapnya akan mengalami nyeri akibat penumpukan asam himigenisitik.

Baca juga: Jangan Ragu Melakukan Tes Urine, Ini 6 Manfaatnya

Lebih Jauh Tentang Gangguan Metabolik

Melansir Healthline, gangguan metabolisme akan terjadi saat proses metabolisme gagal. Kondisi ini pun menyebabkan tubuh memiliki terlalu banyak atau terlalu sedikit zat penting yang diperlukan untuk tetap sehat. Tubuh bisa menjadi sensitif terhadap kesalahan metabolisme. Tubuh harus memiliki asam amino dan banyak jenis protein untuk melakukan semua fungsinya. Misalnya, otak membutuhkan kalsium, kalium, dan natrium untuk menghasilkan impuls listrik, dan lemak (lemak dan minyak) untuk menjaga sistem saraf yang sehat.

Gangguan metabolisme pun dapat terjadi dalam berbagai bentuk seperti: 

  • Enzim atau vitamin yang hilang yang diperlukan untuk reaksi kimia yang penting;

  • Reaksi kimia abnormal yang menghambat proses metabolisme;

  • Penyakit di hati, pankreas, kelenjar endokrin, atau organ lain yang terlibat dalam metabolisme;

  • Kekurangan gizi.

Penyebab Gangguan Metabolik

Seseorang dapat mengembangkan gangguan metabolisme jika organ-organ tertentu - misalnya, pankreas atau hati - berhenti berfungsi dengan baik. Gangguan jenis ini bisa terjadi akibat kondisi genetika, kekurangan hormon atau enzim tertentu, terlalu banyak mengonsumsi makanan tertentu, atau sejumlah faktor lainnya.

Ada ratusan gangguan metabolisme genetik yang disebabkan oleh mutasi gen tunggal. Mutasi ini bisa diturunkan dari generasi ke generasi. Menurut National Institutes of Health, kelompok ras atau etnis tertentu lebih cenderung menularkan gen yang bermutasi untuk kelainan bawaan sejak lahir. Hal yang paling umum adalah:

  • Anemia sel sabit pada penduduk keturunan Afrika Amerika;

  • Fibrosis kistik pada orang-orang keturunan Eropa;

  • Penyakit urine sirup maple di komunitas Mennonite;

  • Penyakit Gaucher pada orang Yahudi di Eropa Timur

  • Hemochromatosis pada Kaukasia di Amerika Serikat.

Sementara kasus alkaptonuria atau urine warna hitam dapat mempengaruhi pria dan wanita dalam jumlah yang sama, meskipun gejala cenderung berkembang lebih cepat dan menjadi lebih parah pada pria. National Organization of Rare Disorders, ada lebih dari 1.000 orang yang terkena dampak telah dilaporkan dalam catatan medis.

Insiden pasti alkaptonuria tidak diketahui, namun di Amerika Serikat diperkirakan terjadi pada 1 dari 250.000-1.000.000 kelahiran hidup. Alkaptonuria juga dilaporkan di semua kelompok etnis. Area dengan frekuensi gangguan yang meningkat telah diidentifikasi terjadi di Slovakia, Republik Dominika, dan Jerman.

Baca juga: 4 Penyakit yang Bisa Dideteksi Melalui Cek Urine

Langkah Pengobatan 

Seseorang yang memiliki urine berwarna hitam memerlukan tindakan penanganan sesegera mungkin. Jika kondisi ini terdeteksi saat pengidapnya masih anak-anak, tindakan yang dapat dilakukan adalah memperlambat laju penyakit dengan menerapkan pola makan rendah protein guna menurunkan kadar tirosin dan fenilalanin dalam tubuh. Selain itu, dokter dapat merekomendasikan pemberian vitamin C untuk memperlambat penumpukan asam homogentisat dalam tulang dan tulang rawan.

Langkah penanganan lain yang bisa dilakukan dengan pemberian obat bernama nitisinone. Meskipun hingga kini belum ada obat yang secara khusus dapat mengatasi penyakit ini, nitisinone bisa diberikan untuk menurunkan kadar asam homogentisat dalam tubuh. Nitisinone bekerja dengan menghambat enzim yang membentuk asam homogentisat.

Tidak hanya itu, pengidapnya juga bisa menerapkan beberapa hal untuk meringankan gejalanya. Seperti mengonsumsi obat pereda nyeri, menjalani fisioterapi, hingga melakukan olahraga ringan. 

Baca juga: Gumpalan Darah pada Urine, Berbahayakah?

Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang kondisi saat urine berubah menjadi warna hitam. Jika kamu mengalaminya, maka segera periksakan diri ke rumah sakit. Kamu bisa buat janji lebih mudah menggunakan aplikasi Halodoc

Referensi:
National Organization for Rare Disorders. Diakses pada 2020. Alkaptonuria.
Healthline. Diakses pada 2020. Nutrition and Metabolism Disorders.