
Usia Berapa Bayi Perlu Mendapatkan Imunisasi BCG? Ini Penjelasannya
“Imunisasi BCG adalah imunisasi dasar wajib pada bayi. Pemberiannya sesaat setelah bayi lahir, hingga paling lambat sebelum bayi berusia 1 bulan.”

DAFTAR ISI
- Imunisasi BCG Usia Berapa?
- Tips Setelah Imunisasi BCG
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- FAQ
Imunisasi BCG merupakan salah satu imunisasi dasar untuk membantu melindungi bayi dari tuberkulosis (TBC), terutama bentuk TBC berat seperti meningitis tuberkulosis. Banyak orang tua masih bertanya, imunisasi BCG usia berapa sebaiknya diberikan kepada bayi.
Secara umum, imunisasi BCG diberikan segera setelah bayi lahir atau pada usia sedini mungkin, sesuai jadwal imunisasi nasional dan kondisi kesehatan bayi. Jika imunisasi terlambat, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk menentukan waktu pemberian yang tepat.
Jadwal Imunisasi BCG pada Bayi
Imunisasi BCG dianjurkan diberikan saat bayi baru lahir, idealnya sebelum usia 1 bulan. Vaksin ini diberikan satu kali melalui suntikan di lapisan kulit, biasanya pada lengan bagian atas, oleh tenaga kesehatan yang terlatih.
Apabila bayi belum mendapatkan BCG sesuai jadwal, imunisasi tetap dapat dipertimbangkan setelah dilakukan penilaian oleh dokter. Dokter akan mempertimbangkan usia bayi, riwayat imunisasi, kondisi kesehatan, serta kemungkinan paparan TBC di lingkungan sekitar.
BCG tidak memberikan perlindungan terhadap semua jenis TBC secara sama kuat. Namun, vaksin ini berperan penting dalam menurunkan risiko bentuk TBC berat pada bayi dan anak, termasuk TBC yang menyerang selaput otak.
Bagaimana Reaksi Normal Setelah Imunisasi BCG?
Setelah vaksin BCG, dapat muncul benjolan kecil atau kemerahan di lokasi suntikan. Dalam beberapa minggu, benjolan dapat berubah menjadi luka kecil yang kemudian mengering dan meninggalkan bekas luka atau parut.
Reaksi tersebut umumnya merupakan bagian dari respons tubuh terhadap vaksin. Jangan memencet, mengorek, mengoleskan obat, atau menutup luka dengan bahan tertentu tanpa anjuran tenaga kesehatan.
Bekas luka BCG tidak selalu tampak pada setiap anak. Ada atau tidak adanya bekas luka tidak dapat digunakan sendirian untuk memastikan keberhasilan vaksin, sehingga orang tua tidak perlu mengulang imunisasi tanpa pemeriksaan dan anjuran dokter.
Siapa yang Perlu Mendapat Perhatian Khusus?
Bayi dengan kondisi kesehatan tertentu mungkin memerlukan penilaian khusus sebelum menerima vaksin BCG. Contohnya bayi yang memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh, sedang sakit berat, atau memiliki riwayat reaksi alergi serius terhadap komponen vaksin.
Beritahukan kepada dokter jika bayi lahir prematur, memiliki penyakit bawaan, sedang menjalani pengobatan tertentu, atau tinggal serumah dengan pasien TBC. Dokter akan menentukan apakah vaksin dapat diberikan segera atau perlu ditunda.
Tips Setelah Imunisasi BCG
- Jaga area suntikan tetap bersih dan kering.
- Jangan memijat, memencet, atau menggaruk benjolan dan luka pada bekas suntikan.
- Mandikan bayi seperti biasa, kecuali tenaga kesehatan memberikan anjuran berbeda.
- Amati kondisi bayi selama beberapa hari setelah imunisasi.
- Simpan catatan imunisasi dan bawa saat kunjungan ke fasilitas kesehatan berikutnya.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan bayi ke dokter jika demam tinggi atau menetap, bayi tampak sangat lemas, sulit menyusu, mengalami sesak napas, kejang, atau menunjukkan tanda reaksi alergi seperti bengkak pada wajah dan kesulitan bernapas. Orang tua juga perlu memeriksakan bayi jika area suntikan membengkak luas, mengeluarkan nanah dalam jumlah banyak, atau tidak kunjung membaik.
Jika jadwal BCG terlewat, jangan memberikan vaksin sendiri atau mengulang imunisasi tanpa arahan. Konsultasikan kondisi bayi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan usia dan riwayat kesehatannya.
Studi Terkait
Imunisasi BCG merupakan bagian penting dari upaya pencegahan TBC pada anak, tetapi vaksinasi tetap perlu disertai kewaspadaan terhadap gejala TBC dan pemeriksaan bila terdapat paparan. Jadwal imunisasi dapat berbeda berdasarkan kebijakan nasional, kondisi bayi, dan penilaian tenaga kesehatan.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Referensi
World Health Organization. BCG vaccine: WHO position paper. Diakses pada 2026.
PubMed. BCG vaccination and protection against tuberculosis in children. Diakses pada 2026.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Imunisasi wajib anak. Diakses pada 2026.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Informasi keamanan vaksin. Diakses pada 2026.
WebMD. BCG Vaccine: Uses and Possible Reactions. Diakses pada 2026.
FAQ
1. Imunisasi BCG usia berapa sebaiknya diberikan?
BCG sebaiknya diberikan segera setelah lahir atau sedini mungkin, idealnya sebelum bayi berusia 1 bulan. Waktu pemberian pada bayi yang terlambat imunisasi perlu ditentukan oleh dokter atau tenaga kesehatan.
2. Apakah bayi yang terlambat BCG masih boleh imunisasi?
Bayi yang terlambat mendapatkan BCG perlu diperiksa terlebih dahulu. Dokter akan menilai usia, kondisi kesehatan, riwayat imunisasi, dan risiko paparan TBC sebelum menentukan jadwal pemberian.
3. Apakah bekas luka BCG wajib muncul?
Bekas luka dapat muncul setelah imunisasi BCG, tetapi tidak selalu terlihat pada setiap anak. Tidak adanya bekas luka tidak otomatis berarti vaksin gagal, sehingga jangan mengulang vaksin tanpa anjuran dokter.
4. Bolehkah luka bekas suntikan BCG diberi salep?
Hindari memberikan salep, bedak, antiseptik, atau bahan lain tanpa petunjuk tenaga kesehatan. Biasanya area suntikan cukup dijaga tetap bersih dan kering.
5. Kapan bayi perlu segera diperiksa setelah BCG?
Periksakan bayi jika mengalami sesak napas, bengkak pada wajah, kejang, sangat lemas, sulit menyusu, atau demam tinggi yang mengkhawatirkan. Pemeriksaan juga diperlukan jika luka membengkak luas atau mengeluarkan nanah dalam jumlah banyak.




