Ad Placeholder Image

Usia Berapa Bayi Perlu Mendapatkan Imunisasi BCG? Ini Penjelasannya

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 09 September 2026

“Imunisasi BCG adalah imunisasi dasar wajib pada bayi. Pemberiannya sesaat setelah bayi lahir, hingga paling lambat sebelum bayi berusia 1 bulan.”

Usia Berapa Bayi Perlu Mendapatkan Imunisasi BCG? Ini PenjelasannyaUsia Berapa Bayi Perlu Mendapatkan Imunisasi BCG? Ini Penjelasannya

DAFTAR ISI


Imunisasi BCG (Bacillus Calmette-Guérin) merupakan salah satu vaksin wajib yang diberikan untuk melindungi bayi dari risiko tuberkulosis (TBC). Penyakit infeksi paru-paru ini tergolong serius dan sangat mudah menular melalui percikan udara.

Oleh sebab itu, mengetahui jadwal pemberian vaksin BCG sangat krusial bagi orang tua agar Si Kecil mendapatkan perlindungan antibodi yang optimal. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai usia yang tepat bagi bayi untuk menerima imunisasi BCG.

Waktu Terbaik Pemberian Imunisasi BCG pada Bayi

Berdasarkan rekomendasi Kementerian Kesehatan RI dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), imunisasi BCG sebaiknya diberikan segera setelah lahir atau setidaknya sebelum bayi berusia 1 bulan. Pemberian sejak dini sangat penting karena sistem kekebalan tubuh bayi baru lahir belum terbentuk secara sempurna, sehingga lebih rentan terhadap penularan bakteri TBC dari lingkungan sekitar.

Apabila bayi sudah berusia lebih dari 3 bulan dan belum pernah menerima imunisasi BCG, dokter anak akan menyarankan untuk melakukan uji tuberkulin (tes Mantoux) terlebih dahulu. Uji tes ini bertujuan untuk memastikan apakah Si Kecil sudah pernah terpapar bakteri TBC atau belum. Vaksin BCG baru boleh diberikan jika hasil tes Mantoux menunjukkan hasil negatif.

Prosedur penyuntikan vaksin BCG dilakukan secara intrakutan (pada lapisan kulit atas) di area lengan kanan atas bayi. Beberapa minggu setelah pemberian vaksin, umumnya akan muncul benjolan kecil seperti bisul yang kemudian meninggalkan bekas luka kecil (scar). Ini merupakan reaksi kekebalan tubuh yang normal terjadi.

Setelah menjalani proses imunisasi, bayi terkadang merasa kurang nyaman atau timbul hangat pada tubuhnya. Kamu bisa membantu menyamankan Si Kecil dengan menyiapkan beberapa produk perawatan yang tepat di rumah melalui layanan beli obat online di Halodoc.

Rekomendasi Produk Perawatan Setelah Imunisasi

1. Bye Bye Fever Anak 1 Lembar

Plester kompres dingin ini mengandung gel hidrogel yang efektif membantu meredakan rasa tidak nyaman saat bayi mengalami hangat atau demam ringan pasca imunisasi. Rasa dinginnya tahan lama, lembut di kulit sensitif bayi, serta memiliki daya rekat yang aman dan tidak menyakitkan saat dilepas. Gunakan plester kompres ini pada area dahi Si Kecil saat timbul reaksi hangat setelah vaksinasi.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Bye Bye Fever Anak 1 Lembar di Toko Kesehatan Halodoc

2. Vicks Baby Balm 20 g

Formulasi lembut yang mengandung ekstrak lidah buaya serta wewangian lavender dan rosemary untuk membantu menenangkan bayi yang rewel. Balsam khusus bayi berusia 3 bulan ke atas ini dapat diusapkan secara lembut pada area dada, leher, dan punggung. Penggunaan balsam ini dapat menjaga tubuh Si Kecil tetap hangat dan rileks sepanjang hari.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Vicks Baby Balm 20 g di Toko Kesehatan Halodoc

3. Transpulmin Baby Balsam 10 g

Balsam hangat khusus bayi berusia 0–2 tahun yang mengandung konsentrat bunga chamomile dan eucalyptol alami. Bermanfaat untuk meredakan rasa tidak nyaman pada tubuh bayi dan memberikan efek relaksasi saat anak rewel pasca suntik imunisasi. Oleskan secukupnya pada area dada, punggung, serta leher Si Kecil untuk memberikan rasa nyaman maksimal.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Transpulmin Baby Balsam 10 g di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Merawat Bayi Setelah Imunisasi BCG

Berikut adalah langkah perawatan yang tepat bagi Ibu dalam menangani bekas suntikan serta ketidaknyamanan bayi pasca vaksinasi BCG:

  • Jangan menekan bekas suntikan: Apabila muncul benjolan kecil atau bekas bisul di area suntikan lengan kanan atas, biarkan mengering secara alami dan hindari mengoleskan salep atau antiseptik tanpa arahan dokter.
  • Berikan ASI lebih sering: Pemberian ASI eksklusif secara berkala membantu menjaga kecukupan cairan tubuh bayi sekaligus memberikan rasa tenang saat ia rewel.
  • Gunakan pakaian yang longgar: Baju berbahan katun lembut dan longgar dapat mencegah timbulnya gesekan pada area bekas suntikan BCG.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika timbul pembengkakan kelenjar getah bening yang membesar di daerah ketiak, bekas suntikan mengeluarkan nanah berlebihan, atau bayi mengalami demam tinggi lebih dari 38,5°C, segera konsultasi ke dokter di Halodoc untuk penanganan medis lebih lanjut.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Konsultasi dengan dokter spesialis di Halodoc kini lebih mudah, cepat, dan terjangkau untuk menjaga kesehatan Si Kecil dan keluarga.
Konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja dapat membantumu mendapatkan penanganan medis yang tepat secara praktis.

Referensi

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Diakses pada 2026. Jadwal Imunisasi Anak IDAI.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Buku KIA: Petunjuk Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. BCG Vaccine: WHO Position Paper on Tuberculosis Immunization.
PubMed. Diakses pada 2026. Efficacy and Safety of Bacillus Calmette-Guérin (BCG) Vaccine in Newborns.

FAQ

1. Apakah imunisasi BCG selalu meninggalkan bekas luka pada bayi?
Ya, sebagian besar bayi yang mendapatkan imunisasi BCG akan mengalami bekas luka (scar) kecil di lengan kanan atas. Reaksi ini umumnya muncul berupa bisul kecil dalam kurun waktu 2–6 minggu pasca penyuntikan dan menandakan pembentukan kekebalan tubuh yang normal.

2. Apa yang harus dilakukan jika bayi terlambat mendapatkan imunisasi BCG?
Jika bayi sudah berusia lebih dari 3 bulan dan belum imunisasi BCG, Ibu perlu mengonsultasikannya ke dokter anak terlebih dahulu. Dokter akan melakukan uji tes Mantoux untuk memastikan Si Kecil bebas dari infeksi TBC sebelum vaksinasi diberikan.

3. Apakah imunisasi BCG menyebabkan demam tinggi?
Vaksin BCG umumnya tidak menyebabkan efek samping demam tinggi. Jika Si Kecil mengalami hangat atau demam ringan, hal tersebut tergolong wajar dan dapat diatasi dengan pemberian ASI lebih sering serta penggunaan plester kompres dingin.