• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ankylosing Spondylitis Bisa Sebabkan Kerusakan Tulang Belakang

Waspada, Ankylosing Spondylitis Bisa Sebabkan Kerusakan Tulang Belakang

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Pernahkah kamu mengalami gejala penyakit seperti rasa sakit dan kaku di punggung bawah dan pinggul, terutama di pagi hari dan setelah periode tidak aktif? Sebaiknya kamu tidak menyepelekan kondisi ini, apalagi jika nyeri sudah menjalar ke leher disertai kelelahan. Apabila gejala ini semakin memburuk, bisa jadi kamu mengalami apa yang disebut sebagai ankylosing spondylitis

Ankylosing spondylitis (AS) adalah peradangan yang lambat laun menyebabkan beberapa tulang kecil di tulang belakang (vertebra) melebur. Sekering ini kemudian membuat tulang belakang alami kerusakan seperti jadi kurang lentur dan dapat menghasilkan postur membungkuk ke depan. Jika kamu mengalami kondisi ini dan area iga terserang, maka kamu akan semakin sulit untuk bernapas dalam-dalam.

Baca juga: Para Pekerja Kantoran Harus Waspadai Gejala Spondilitis Ini

Penyebab Ankylosing Spondylitis

Meskipun penyebab pasti penyakit ini belum diketahui, namun para ahli yakin bahwa faktor genetika memainkan peran penting dalam perkembangan penyakit ini. Sebagian besar individu yang memiliki AS juga memiliki gen yang menghasilkan "penanda genetik," protein yang disebut HLA-B27. Penanda ini ditemukan pada lebih dari 95 persen orang di populasi Kaukasia dengan AS. Penting untuk dicatat, bahwa seseorang tidak harus positif HLA-B27 untuk memiliki AS. Pasalnya, sebagian besar orang dengan penanda ini tidak pernah mengalami ankylosing spondylitis.

Para ilmuwan mencurigai bahwa gen lain - bersama dengan faktor pemicu lingkungan seperti infeksi bakteri, bisa menyebabkan penyakit ini terjadi. HLA-B27 kemungkinan menyumbang sekitar 30 persen dari risiko keseluruhan, tetapi ada banyak gen lain yang memengaruhi bersamaan dengan HLA-B27. Para peneliti telah mengidentifikasi lebih dari 60 gen yang terkait dengan AS dan penyakit terkait. Di antara gen-gen kunci baru yang diidentifikasi adalah ERAP 1, IL-12, IL-17, dan IL-23.

Melansir Spondylitis Association of America, ada satu hipotesis klasik yang menyebutkan bahwa AS dapat mulai berkembang ketika pertahanan usus rusak dan bakteri tertentu masuk ke aliran darah. Alhasil, ini memicu perubahan dalam respons imun. Selain itu, hubungan antara ankylosing spondylitis dan HLA-B27 sangat bervariasi antara kelompok etnis dan ras tertentu. 

Jika suatu hari kamu merasakan sakit punggung bagian bawah atau bokong yang datang perlahan dan kemudian semakin buruk di pagi hari atau saat tengah malam, segera diskusikan kondisi ini dengan dokter di Halodoc. AS juga sering dicirikan dengan nyeri yang membaik usai olahraga dan memburuk saat terlalu banyak istirahat. Dokter di Halodoc akan membantu mendiagnosis penyakit yang kamu alami. Jika diperlukan, kamu juga bisa dirujuk ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan yang lebih lengkap. 

Baca juga: Pola Hidup Sehat untuk Pengidap Spondylosis

Pengobatan Ankylosing Spondylitis

Tujuan pengobatan adalah meringankan rasa sakit dan kekakuan serta mencegah atau menunda komplikasi dan kelainan bentuk tulang belakang. Pengobatan ankylosing spondylitis lebih mudah dilakukan sebelum penyakit ini menyebabkan kerusakan permanen pada sendi. Nah, beberapa pengobatan yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Obat-obatan. Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) - seperti naproxen (Naprosyn) dan indometasin (Indocin, Tivorbex) - adalah obat yang umum digunakan dokter untuk mengobati AS. Obat ini meredakan peradangan, rasa sakit dan kekakuan. Namun, obat-obatan ini dapat menyebabkan perdarahan gastrointestinal.

Jika NSAID tidak membantu, dokter mungkin menyarankan untuk memulai pengobatan biologis, seperti blocker faktor nekrosis tumor (TNF) atau penghambat interleukin-17 (IL-17). TNF blocker menargetkan protein sel yang menyebabkan peradangan di dalam tubuh. IL-17 berperan dalam pertahanan tubuh melawan infeksi dan juga berperan dalam peradangan.

Penghambat TNF membantu mengurangi nyeri, kekakuan, dan persendian atau pembengkakan sendi. Mereka diberikan dengan menyuntikkan obat di bawah kulit atau melalui jalur intravena. 

  • Terapi. Terapi fisik adalah bagian penting dari perawatan dan memberikan manfaat, dari penghilang rasa sakit hingga peningkatan kekuatan dan fleksibilitas. Seorang ahli terapi fisik dapat merancang latihan khusus untuk kebutuhan pengidap AS. Latihan rentang gerak dan peregangan dapat membantu menjaga kelenturan sendi dan mempertahankan postur yang baik. Posisi tidur dan berjalan yang tepat serta latihan perut dan punggung dapat membantu menjaga postur pengidapnya tetap tegak. 

  • Operasi. Kebanyakan orang dengan ankylosing spondylitis tidak perlu dioperasi. Namun, dokter mungkin merekomendasikan operasi jika kamu memiliki rasa sakit yang parah atau kerusakan sendi, atau jika sendi pinggul sangat rusak sehingga perlu diganti.

Baca juga: 6 Penyebab Sakit Punggung dan Cara Mengatasinya

Itulah yang perlu kamu pahami mengenai penyakit ankylosing spondylitis. Jika ada yang perlu kamu tanyakan, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter melalui aplikasi Halodoc, ya!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Ankylosing Spondylitis.
Spondylitis Association of America. Diakses pada 2020. Ankylosing Spondylitis.
Web MD. Diakses pada 2020. Ankylosing Spondylitis.