
Waspada, Ini Gejala Prediabetes yang Bisa Terjadi
Prediabetes adalah fase kritis kenaikan gula darah yang masih bisa dikembalikan ke posisi normal melalui perubahan gaya hidup.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Prediabetes?
- Kriteria Diagnosis Prediabetes
- Gejala Prediabetes yang Bisa Terjadi
- Cara Mencegah Prediabetes
- Hubungi Dokter Ini Jika Mengalami Gejala Prediabetes
- FAQ
Gejala prediabetes seringkali tidak terlalu signifikan, sehingga pengidap sulit untuk mendeteksinya.
Padahal tanpa perubahan gaya hidup, kondisi tersebut bisa berkembang menjadi diabetes yang berbahaya.
Karena itu, meskipun samar atau mirip dengan gejala kondisi lain, kamu penting perlu mengetahui apa saja gejala prediabetes agar kamu bisa mewaspadainya dan melakukan perawatan sedini mungkin.
Apa Itu Prediabetes?
Prediabetes adalah kondisi ketika kadar gula darah lebih tinggi dari normal, tetapi belum mencapai ambang batas untuk didiagnosis sebagai diabetes tipe 2. Kondisi ini menjadi sinyal peringatan bahwa tubuh berisiko tinggi terkena diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan stroke.
Prediabetes adalah fase peralihan penting yang dapat dicegah. Intervensi gaya hidup pada tahap ini sangat efektif dalam mencegah perkembangan diabetes tipe 2.
Kriteria Diagnosis Prediabetes
Prediabetes didiagnosis melalui tes darah yang mengukur kadar gula darah. Berikut adalah kriteria diagnosis prediabetes berdasarkan hasil tes laboratorium:
- Gula darah puasa (GDP): Antara 100–125 mg/dL.
- Tes toleransi glukosa oral (TTGO) (2 jam setelah minum larutan glukosa): Antara 140–199 mg/dL.
- Hemoglobin A1c (HbA1c): Antara 5,7% – 6,4%.
Jika hasil tes kamu menunjukkan angka-angka ini, konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis lebih lanjut dan rencana pengelolaan yang tepat.
Gejala Prediabetes yang Bisa Terjadi
Banyak orang tidak mengalami gejala prediabetes, seringkali selama bertahun-tahun. Kondisi ini mungkin tidak terdeteksi sampai berkembang menjadi diabetes tipe 2.
Namun, ada beberapa gejala prediabetes yang mungkin terjadi, yaitu:
1. Kulit menjadi gelap
Salah satu gejala prediabetes yang bisa terjadi adalah kulit menjadi gelap di bagian tubuh tertentu.
Area yang terkena bisa meliputi leher, ketiak, dan selangkangan. Kondisi ini juga bernama acanthosis nigricans.
2. Skin tags
Ini adalah pertumbuhan kulit kecil yang tampak seperti kutil. Pada pengidap prediabetes, gejala ini biasanya muncul bersamaan dengan menggelapnya warna kulit.
3. Perubahan pada mata
Meskipun pada kondisi ini, kadar gula darah belum terlalu tinggi tapi tetap bisa memengaruhi mata atau penglihatan.
Gula darah yang tinggi bisa merusak pembuluh darah di retina dan menyebabkan retinopati diabetik.
4. Meningkatnya rasa haus
Hati-hati juga bila kamu terus-menerus merasa haus dan sering minum. Hal ini bisa menjadi gejala prediabetes.
Gula darah yang berlebihan akan tetap berada di dalam darah dan tidak terpakai, sehingga ginjal harus berusaha membuangnya.
Tubuh kamu bisa mengencerkan gula darah dengan air. Inilah mengapa prediabetes bisa membuat kamu sering merasa haus.
Selain dengan mengetahui gejalanya, kondisi ini juga bisa terdeteksi melalui pemeriksaan medis. Simak 3 Diagnosis Prediabetes yang Perlu Diketahui.
5. Sering buang air kecil
Rasa haus yang berlebihan juga membuat kamu jadi lebih sering buang air kecil.
Jadi, bila kamu lebih sering ke kamar mandi, terutama di malam hari, bisa jadi itu pertanda kamu memiliki gula darah yang tinggi.
6. Kelelahan
Merasa lelah dan lesu meski sudah cukup tidur juga menjadi gejala yang perlu kamu waspadai.
Hal itu karena penggunaan gula darah yang tidak efisien akibat prediabetes menyebabkan berkurangnya energi dan kelelahan yang berat.
Perlu kamu ketahui, sel bergantung pada glukosa, yang diekstraksi dari darah, untuk energi.
Tanpa glukosa, tubuh kamu akan kesulitan menyediakan bahan bakar yang ia butuhkan untuk menjalankan fungsi sehari-hari.
7. Penglihatan kabur
Prediabetes bisa memengaruhi penglihatan kamu yang menyebabkan penglihatan kabur.
Hal itu karena gula darah tinggi menyebabkan lensa mata membengkak, sehingga mengubah kemampuan melihat. Hal itu mengubah bentuk lensa secara alami dan mengganggu penglihatan.
8. Penyembuhan luka yang lambat
Seiring waktu, kadar gula darah yang tinggi bisa merusak saraf dan pembuluh darah.
Hal ini mengurangi aliran darah (terutama ke tangan, kaki, dan anggota tubuh), sehingga mempersulit penyembuhan luka dan sayatan.
9. Sensasi kesemutan
Beberapa pengidap mungkin sudah mengalami kerusakan saraf, yang bisa menyebabkan kesemutan atau mati rasa pada kaki dan tangan.
Itulah beberapa gejala prediabetes yang bisa muncul dan perlu kamu waspadai.
Cara Mencegah Prediabetes
Kabar baiknya, prediabetes seringkali dapat dicegah atau dikembalikan ke kadar gula darah normal melalui perubahan gaya hidup yang sehat. Berikut adalah langkah-langkah pencegahan yang efektif:
- Aktivitas fisik teratur: Lakukan olahraga intensitas sedang minimal 150 menit per minggu, seperti berjalan kaki, jogging, bersepeda, atau berenang.
- Pola makan sehat: Konsumsi makanan yang kaya serat, rendah lemak jenuh dan gula, serta batasi karbohidrat olahan. Perbanyak buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh.
- Menurunkan berat badan: Jika kamu kelebihan berat badan atau obesitas, menurunkan berat badan sekitar 5-7 persen dari berat badan awal dapat membantu meningkatkan kontrol gula darah.
- Berhenti merokok: Merokok meningkatkan risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2.
- Batasi konsumsi alkohol: Konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, termasuk prediabetes.
- Tidur yang cukup: Kurang tidur dapat memengaruhi kadar gula darah dan meningkatkan risiko resistensi insulin. Usahakan untuk tidur 7-8 jam setiap malam.
Perubahan gaya hidup sehat adalah kunci utama dalam mencegah prediabetes berkembang menjadi diabetes tipe 2. Program pengendalian penyakit tidak menular (PTM) menekankan pentingnya deteksi dini dan intervensi gaya hidup untuk mencegah diabetes.
Hubungi Dokter Ini Jika Mengalami Gejala Prediabetes
Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala prediabetes, kamu bisa menghubungi dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc terkait penanganannya.
Nah, berikut ini beberapa rekomendasi dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc yang sudah berpengalaman selama lebih dari 10 tahun.
Mereka juga memiliki penilaian yang baik dari pasien-pasien yang pernah mereka tangani sebelumnya, ini daftarnya:
Jika dokter sedang tidak tersedia atau offline, kamu tak perlu khawatir.
Sebab kamu tetap bisa membuat janji konsultasi di lain waktu melalui Halodoc atau berkonsultasi dengan dokter lainnya.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Prediabetes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Prediabetes.
John Hopkins Medicine. Diakses pada 2026. Prediabetes.
All Recipes. Diakses pada 2026. 6 Signs You May Have Prediabetes
FAQ
1. Apakah prediabetes bisa disembuhkan?
Ya, prediabetes seringkali bersifat reversibel. Dengan perubahan gaya hidup yang konsisten, seperti olahraga teratur, pola makan sehat, dan penurunan berat badan, kadar gula darah dapat kembali normal.
2. Apakah saya pasti akan terkena diabetes jika didiagnosis prediabetes?
Tidak. Dengan intervensi gaya hidup yang tepat, kamu dapat mencegah atau menunda perkembangan diabetes tipe 2.
3. Seberapa sering saya harus melakukan pemeriksaan gula darah jika memiliki prediabetes?
Dokter akan merekomendasikan frekuensi pemeriksaan gula darah yang sesuai dengan kondisi kamu. Biasanya, pemeriksaan dianjurkan setiap 1-2 tahun.


