• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Prediabetes
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Prediabetes

Prediabetes

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
prediabetes-halodoc

Pengertian Prediabetes

Prediabetes adalah kondisi saat kadar gula darah di dalam tubuh seseorang lebih dari normal tetapi tidak cukup tinggi untuk dikategorikan sebagai diabetes melitus tipe 2. Kondisi prediabetes ini jika dibiarkan akan mengalami progresivitas dan berkembang menjadi diabetes melitus tipe 2.

Penyebab Prediabetes

Hingga kini penyebab dari prediabetes masih belum diketahui. Meski begitu, riwayat penyakit di keluarga dan genetik memegang peran penting dalam munculnya kondisi ini. Pola hidup santai yang jarang berolahraga, penumpukkan lemak terutama di bagian perut memiliki peranan yang cukup penting.

Pengidap tidak dapat memproses asupan glukosa dengan normal. Sebagai akibatnya, glukosa yang masuk tidak dapat diproses untuk masuk ke dalam otot dan jaringan lain melainkan terakumulasi di dalam darah. Akumulasi glukosa yang terjadi di dalam darah dapat disebabkan oleh pankreas yang tidak berfungsi dengan baik dalam memproduksi insulin yang bekerja sebagai transporter glukosa menuju jaringan lain.

Faktor Risiko Prediabetes

Faktor risiko yang menyebabkan prediabetes sama dengan faktor risiko dari diabetes melitus tipe 2, antara lain adalah:

  • Berat badan yang berlebihan (obesitas).
  • Lingkar pinggang yang berlebihan (laki-laki >90 sentimeter dan  wanita >80 sentimer).
  • Pola diet yang buruk, seperti terlalu banyak mengonsumsi daging merah, makanan yang diproses, dan minuman dengan pemanis buatan.
  • Pola hidup santai yang tidak berolahraga.
  • Usia >45 tahun.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan diabetes melitus tipe 2.
  • Ras.
  • Wanita hamil dengan riwayat diabetes gestasional.
  • Wanita yang memiliki kondisi sindroma ovarium polikistik.
  • Orang yang memiliki gangguan tidur seperti OSA (obstructive sleep apnea).
  • Kondisi lain yang berhubungan dengan prediabetes, meliputi:
  • Tekanan darah tinggi.
  • Rendahnya kadar kolesterol HDL.
  • Tingginya kadar trigliserida.

Gejala Prediabetes

Pada umumnya, pengidap prediabetes tidak memiliki gejala. Namun, gejala sederhana dari diabetes harus diwaspadai supaya tidak berkembang menjadi diabetes tipe 2. Gejala klasik dari diabetes tipe 2 adalah:

  • Selalu haus.
  • Selalu lapar.
  • Peningkatan frekuensi berkemih.
  • Mudah lelah.
  • Gangguan penglihatan berupa pandangan kabur.

Diagnosis Prediabetes

Cara yang umum dilakukan untuk mendiagnosis diabetes adalah dengan tes gula darah. Seseorang dikatakan mengalami prediabetes apabila hasil pengecekkan kadar gula dalam darah mencapai:

  • Kadar gula darah puasa: 100-126 mg/dL.
  • Toleransi glukosa oral: 140-199 mg/dL.
  • Tes HbA1C: 5.7 – 6.4 persen.

Komplikasi Prediabetes

Jangan pernah menganggap sepele kondisi ini, sebab jika tidak segera ditangani, prediabetes bisa berkembang menjadi diabetes tipe 2 dan komplikasi lain yang berbahaya, seperti:

  • Stroke.
  • Luka pada kaki yang berisiko amputasi.
  • Infeksi.
  • Penyakit jantung koroner dan penyakit arteri perifer. 
  • Gagal ginjal kronis.
  • Kerusakan mata dan kebutaan.
  • Kolesterol tinggi.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Masalah pendengaran.
  • Alzheimer.

Pengobatan Prediabetes

Penanganan dari prediabetes bertujuan untuk mencegah progresivitas kondisi ini menjadi diabetes mellitus tipe 2. Cara yang digunakan adalah dengan:

  • Terapkan pola makan sehat. Pengidapnya perlu mengubah pola makan menjadi lebih sehat. Konsumsi buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian dan minyak zaitun untuk menurunkan risiko perkembangan diabetes melitus. Pilih makanan yang rendah lemak dan kalori serta tinggi serat. 
  • Lebih aktif. Aktivitas fisik dapat membantu mengontrol berat badan, menggunakan gula untuk energi, dan membantu tubuh menggunakan insulin secara lebih efektif. Lakukan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik sedang atau 75 menit seminggu, atau kombinasi olahraga sedang dan kuat.
  • Turunkan berat badan berlebih. Jika kamu mengalami kelebihan berat badan, turunkan berat badan dengan cara yang sehat untuk mencegah perkembangan diabetes melitus. 
  • Berhenti merokok. Menghentikan kebiasaan merokok dapat meningkatkan cara kerja insulin dan mengontrol kadar gula darah lebih baik.
  • Minum obat sesuai kebutuhan. Jika kamu berisiko tinggi diabetes, dokter mungkin merekomendasikan metformin. Obat-obatan untuk mengontrol kolesterol dan tekanan darah tinggi mungkin juga akan diresepkan.

Pencegahan Prediabetes

Langkah pencegahan prediabetes dan diabetes mellitus adalah dengan melakukan gaya hidup yang baik dan sehat. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan, antara lain: 

  • Mengonsumsi makanan yang sehat, kaya nutrisi, dan rendah lemak.
  • Berolahraga secara rutin dan teratur.
  • Menurunkan berat badan yang berlebih.
  • Mengontrol tekanan darah dan kadar kolesterol.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami gejala di atas, segera menemui dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Kalau kamu berencana mengunjungi rumah sakit, buat janji rumah sakit melalui aplikasi Halodoc supaya lebih mudah dan praktis,. Jangan tunda untuk memeriksakan diri sebelum kondisinya semakin memburuk. Download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
American Diabetes Association. Diakses pada 2022. Diagnosing Diabetes and Learning About Prediabetes.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Prediabetes.
Healthline. Diakses pada 2022. What Is Prediabetes?
Diperbarui pada 23 Juni 2022