Prediabetes

ARTIKEL TERKAIT

Pengertian Prediabetes

Prediabetes adalah kondisi saat kadar gula darah di dalam tubuh seseorang lebih dari normal namun tidak cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes melitus tipe 2. Kondisi prediabetes ini jika dibiarkan akan mengalami progresivitas dan berkembang menjadi diabetes melitus tipe 2.

Gejala Prediabetes

Pada umumnya, pengidap prediabetes tidak memiliki gejala. Namun, pengidap perlu memahami gejala klasik dari diabetes agar waspada jika prediabetes berkembang menjadi diabetes tipe 2. Gejala klasik dari diabetes tipe 2 adalah:

  • Selalu kehausan.
  • Selalu lapar.
  • Peningkatan frekuensi berkemih.
  • Mudah merasa lelah.
  • Gangguan penglihatan berupa pandangan kabur.

Diagnosis Prediabetes

Diagnosis prediabetes ditegakkan berdasarkan hasil pengecekkan kadar gula dalam darah.

  • Kadar gula darah puasa: 100 - 126 mg/dL.
  • Toleransi glukosa oral: 140 - 199 mg/dL.
  • Tes HbA1C: 5.7 - 6.4 persen.

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab dari prediabetes masih belum diketahui namun riwayat penyakit di keluarga dan genetik memegang peran penting dalam munculnya kondisi ini. Pola hidup santai yang jarang berolahraga, penumpukkan lemak terutama di bagian perut memiliki peranan yang cukup penting.

Pengidap tidak dapat memproses asupan glukosa dengan normal. Sebagai akibatnya, glukosa yang masuk tidak dapat diproses untuk masuk ke dalam otot dan jaringan lain melainkan terakumulasi di dalam darah. Akumulasi glukosa yang terjadi di dalam darah dapat disebabkan oleh pankreas yang tidak berfungsi dengan baik dalam memproduksi insulin yang bekerja sebagai transporter glukosa menuju jaringan lain.

Faktor risiko yang menyebabkan prediabetes sama dengan faktor risiko dari diabetes melitus tipe 2, antara lain adalah:

  • Berat badan yang berlebihan (overweight/obesitas).
  • Lingkar pinggang yang berlebihan (laki-laki >90cm ; wanita >80cm).
  • Pola diet yang buruk, seperti terlalu banyak mengonsumsi daging merah, makanan yang diproses, dan minuman dengan pemanis buatan.
  • Pola hidup santai yang tidak berolahraga.
  • Usia > 45 tahun.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan diabetes melitus tipe 2.
  • Ras.
  • Wanita hamil dengan riwayat diabetes gestational.
  • Wanita yang memiliki kondisi sindroma ovarium polikistik.
  • Orang yang memiliki gangguan tidur seperti OSA (obstructive sleep apnea).

Kondisi lain yang berhubungan dengan prediabetes, meliputi:

  • Tekanan darah tinggi.
  • Rendahnya kadar kolesterol HDL.
  • Tingginya kadar trigliserida.

Penanganan Prediabetes

Penanganan dari prediabetes bertujuan untuk mencegah progresivitas kondisi ini menjadi diabetes mellitus tipe 2. Cara yang digunakan adalah dengan:

  • Konsumsi makanan yang sehat.
  • Berolahraga secara teratur dengan aktivitas fisik sedang minum 30 menit sehari.
  • Menurunkan berat badan berlebih.
  • Berhenti merokok.
  • Konsumsi obat diabetes jika dianjurkan oleh dokter.

Pencegahan Prediabetes

Pencegahan prediabetes dan diabetes mellitus adalah dengan gaya hidup yang baik dan sehat, pencegahan ini meliputi:

  • Mengonsumsi makanan yang sehat, kaya nutrisi, rendah lemak.
  • Berolahraga secara rutin dan teratur.
  • Menurunkan berat badan yang berlebih.
  • Mengontrol tekanan darah dan kadar kolesterol.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami gejala di atas, segera menemui dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.