• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ini Penyebab Diare Berair
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ini Penyebab Diare Berair

Waspada, Ini Penyebab Diare Berair

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 22 Februari 2021
Waspada, Ini Penyebab Diare Berair

Halodoc, Jakarta - Seperti namanya, diare berair terjadi ketika buang air besar, kotoran memiliki tekstur yang cair. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai macam kuman termasuk virus, bakteri, dan parasit, beberapa di antaranya dapat dengan mudah diobati dengan obat-obatan.

Namun, dalam beberapa kasus, diare yang berair dapat menyebabkan komplikasi yang berpotensi serius atau bahkan fatal seperti dehidrasi atau malabsorpsi. Hal ini khususnya menjadi perhatian pada bayi dan anak-anak. Simak lebih lanjut pembahasannya, ya!

Baca juga: Alami Diare saat Puasa, Ini Penyebabnya

Berbagai Penyebab Diare yang Berair

Berbagai macam kuman dapat menyebabkan diare yang berair. Banyak di antaranya menyebar melalui makanan, air, atau benda yang terkontaminasi. Sebagian besar kasus disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, dan parasit. Namun, kondisi kesehatan tertentu juga dapat menyebabkan diare.

Berikut ini dijelaskan satu persatu mengenai apa saja yang bisa jadi penyebab diare berair:

1.Infeksi Virus

Gastroenteritis virus terjadi ketika virus menginfeksi usus, menyebabkan diare berair bersama dengan gejala gastrointestinal lainnya seperti kram dan mual. Virus ini sering menghilang dan tidak memiliki obat yang tersedia untuk mengobatinya.

Banyak virus yang dapat menginfeksi usus, tetapi beberapa yang paling umum adalah:

  • Rotavirus. Merupakan penyebab diare paling umum. Risiko infeksi virus ini meningkat jika tidak mendapatkan vaksinasi rotavirus.
  • Norovirus. Adalah virus yang sangat menular dan sering menjadi penyebab gastroenteritis akut.
  • Astrovirus. Secara umum, astrovirus adalah salah satu penyebab paling umum dari diare yang berair pada anak-anak dan orang dewasa dengan sistem kekebalan yang lemah. Pada kebanyakan kasus, diare karena infeksi virus ini akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.
  • Adenovirus. Meskipun adenovirus biasanya dikaitkan dengan penyakit flu atau mata merah, kelompok virus ini juga dapat menyebabkan diare ringan yang dapat berlangsung hingga dua minggu.

Baca juga: Ini Jenis Diare yang Bikin Dehidrasi dan BAB Encer

2.Infeksi Bakteri

Selain virus, infeksi bakteri adalah penyebab umum diare berair lainnya. Ada beberapa jenis bakteri yang paling sering dikaitkan dengan diare berair, yaitu: 

  • Kolera. Ditandai dengan diare yang berair, sering disebut “kotoran air beras” karena tampak seperti air yang tertinggal setelah mencuci beras, disertai dengan muntah dan perut kram. Pada kasus yang lebih serius, anak-anak dan orang dewasa sama-sama dapat meninggal dalam hitungan jam karena dehidrasi parah.
  • Campylobacter. Bakteri ini menyebar terutama melalui daging unggas yang kurang matang, tetapi juga ditemukan dalam susu yang tidak dipasteurisasi dan air yang terkontaminasi. Penyakit ini biasanya akan sembuh dengan sendirinya.
  • Escherichia coli (E. coli). Adalah sekelompok bakteri yang dapat menyebabkan berbagai gejala. Jenis E. coli yang menyebabkan diare yang berair (dan terkadang berdarah) adalah E. coli penghasil racun Shiga (STEC), yang menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Makanan yang umum termasuk daging giling mentah atau setengah matang, sayuran mentah, dan kecambah.
  • Salmonella. Menimbulkan gejala seperti diare, kram perut, dan demam. Infeksi terutama terkait dengan makanan yang terkontaminasi, seperti berbagai makanan mentah dan olahan, termasuk kecambah, selai kacang, dan nugget ayam. 
  • Shigella. Infeksi bakteri Shigella juga bisa menyebabkan diare berair, yang biasanya mulai terjadi sekitar satu hingga dua hari setelah mereka makan atau minum sesuatu yang terkontaminasi bakteri atau melakukan kontak seksual dengan seseorang yang terinfeksi. Gejala biasanya hilang dalam waktu seminggu, tetapi terkadang butuh waktu berbulan-bulan untuk buang air besar kembali normal. 
  • Clostridium difficile. Lebih sering disebut sebagai C. diff atau C. difficile, infeksi bakteri ini sering kali merupakan efek samping penggunaan antibiotik. 

3.Infeksi Parasit

Meskipun jarang terlihat di negara-negara berpenghasilan tinggi, infeksi parasit sering menjadi penyebab diare kronis di daerah dengan akses yang buruk ke air bersih dan sanitasi. Ada berbagai jenis infeksi parasit yang menyebabkan diare berair, yaitu:

  • Cryptosporidiosis. Infeksi parasit ini umum terjadi pada anak-anak yang masih pakai popok, menghadiri penitipan anak, orang yang berenang, atau minum dari sumber air yang terkontaminasi (seperti sungai atau danau), dan mereka yang bepergian ke luar negeri. 
  • Cyclosporiasis. Infeksi parasit ini ditularkan melalui feses atau air yang terkontaminasi. Diare bisa berlangsung dari beberapa hari hingga lebih dari sebulan. 
  • Giardia. Juga disebut giardiasis, ini adalah infeksi di usus kecil oleh parasit Giardia lamblia. Parasit kecil ini paling sering ditularkan melalui sumber air yang terkontaminasi dan kebersihan yang buruk. Diare yang berbau busuk dan berair adalah karakteristik yang paling jelas, bersama dengan kembung, dan kram perut. 

Baca juga: Cegah Diare Kronis dengan Menjaga Pola Makan

4.Penyebab Lain

Meskipun penyakit menular adalah penyebab paling umum dari diare berair, beberapa kondisi kesehatan non-infeksius juga bisa menyebabkan diare yang terus-menerus atau kronis, termasuk:

  • Intoleransi laktosa.
  • Penyakit Celiac.
  • Penyakit Crohn.
  • Irritable bowel syndrome (IBS).
  • Obat-obatan tertentu atau penggunaan antibiotik jangka panjang.

Itulah beberapa hal yang bisa jadi penyebab diare yang berair. Jika kamu mengalami kondisi ini, segera bicarakan dengan dokter di aplikasi Halodoc, dan beli obat yang diresepkan langsung lewat aplikasi juga. 

Referensi:
Very Well Health. Diakses pada 2021. An Overview of Watery Diarrhea.
Medical News Today. Diakses pada 2021. Watery Diarrhea: Treatments, Remedies, and Prevention.