• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspadai Komplikasi Akibat Toxic Shock Syndrome

Waspadai Komplikasi Akibat Toxic Shock Syndrome

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Ada satu lagi penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang perlu kamu waspadai, yaitu toxic shock syndrome. Meskipun sangat jarang terjadi, toxic shock syndrome dapat menyebabkan komplikasi yang membahayakan nyawa. 

Apa Itu Toxic Shock Syndrome?

Toxic shock syndrome atau sindrom syok toksik adalah kondisi langka berupa keracunan darah yang terjadi secara tiba-tiba dan bisa berakibat fatal. Penyakit ini seringkali disebabkan oleh racun yang dihasilkan oleh bakteri Staphylococcus aureus (staph), tetapi juga bisa dari racun yang dihasilkan oleh bakteri Streptococcus (strep) kelompok A.

Toxic shock syndrome sering terjadi pada wanita menstruasi, terutama yang menggunakan tampon absorben. Namun, sejak produsen menarik jenis tampon tertentu dari pasaran, insiden sindrom syok toksik pada wanita menstruasi telah menurun.

Tidak hanya wanita yang mengalami menstruasi, sindrom syok toksik ini juga dapat menyerang siapa saja, termasuk pria, anak-anak dan wanita pascamenopause. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya sindrom ini adalah luka pada kulit dan prosedur operasi.

Baca juga: Sedang Haid, Pakai Tampon atau Pembalut?

Komplikasi Toxic Shock Syndrome

Toxic shock syndrome adalah kondisi medis gawat darurat karena dapat mengancam nyawa. Dalam beberapa kasus, sindrom syok toksik dapat memengaruhi organ-organ utama dalam tubuh. Bila tidak diobati, berikut komplikasi yang dapat terjadi:

  • Gagal hati. Kondisi ini ditandai dengan menguningnya kulit dan bola mata (jaundice), sakit perut bagian atas, mual dan muntah, serta sulit berkonsentrasi.

  • Gagal ginjal. Kondisi ini ditandai dengan kelelahan, mual dan muntah, kram otot, cegukan, sakit dada, dan sesak napas.

  • Gagal jantung. Kondisi ini ditandai dengan palpitasi jantung, sakit dada, mengi, batuk, kurang nafsu makan, dan sulit berkonsentrasi.

  • Syok, atau berkurangnya aliran darah ke seluruh tubuh.

  • Kematian.

Baca juga: Faktor yang Tingkatkan Risiko Toxic Shock Syndrome

Pengobatan untuk Toxic Shock Syndrome

Nah, jadi bila kamu mengalami gejala sindrom syok toksik, seperti demam mendadak, tekanan darah rendah, sakit kepala, nyeri otot, kebingungan, dan diare, segera periksakan dirimu ke dokter. Bila kamu terbukti mengalami toxic shock syndrome, kamu mungkin perlu menjalani perawatan intensif selama beberapa hari di rumah sakit, sehingga petugas medis dapat memantau kondisimu. Selama di rumah sakit, berikut ini pengobatan yang akan dilakukan dokter:

  • Memberikan antibiotik intravena (IV) untuk membantu pengidap melawan infeksi bakteri dalam tubuhnya. Pemberian antibiotik ini membutuhkan penempatan jalur IV khusus yang disebut kateter intravena yang disisipkan secara perifer atau jalur PICC. Pengidap mungkin juga masih perlu mengonsumsi antibiotik selama 6–8 minggu di rumah.

  • Memberikan obat untuk menstabilkan tekanan darah kamu bila kamu mengalami tekanan darah rendah atau hipotensi dan juga cairan untuk mengatasi dehidrasi.

  • Memberikan suntikan gamma globulin untuk menekan peradangan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh pengidap.

Racun yang dihasilkan oleh bakteri Staph atau Strep, dan kondisi hipotensi yang menyertainya dapat menyebabkan gagal ginjal. Bila kamu sudah mengalami gagal ginjal, maka mungkin kamu perlu menjalani cuci darah.

Operasi kadang-kadang juga diperlukan tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Misalnya, bila spons atau tampon vagina yang memicu terjadinya syok toksik, maka dokter akan melakukan operasi untuk mengeluarkan benda asing tersebut dari tempat infeksi. Sedangkan bila luka terbuka atau luka operasi yang menjadi penyebab sindrom syok toksik, dokter akan melakukan operasi untuk mengeluarkan nanah atau darah dari luka untuk membantu membersihkan infeksi.

Baca juga: Cegah Toxic Shock Syndrome dengan 7 Kebiasaan Ini

Nah, itulah komplikasi toxic shock syndrome yang perlu kamu waspadai. Bila kamu masih ingin bertanya lebih lanjut mengenai sindrom syok toksik, tanyakan saja pada ahlinya melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat untuk bertanya-tanya seputar kesehatan kapan dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Toxic shock syndrome.
Healthline. Diakses pada 2020. Toxic shock syndrome.