31 May 2017

Asam Lambung Naik Saat Puasa? Begini Cara Mencegahnya

Asam Lambung Naik Saat Puasa? Begini Cara Mencegahnya

Halodoc, Jakarta - Selain ibadah, puasa pada hakekatnya juga baik untuk kesehatan. Penelitian  telah mengungkap berbagai kebenaran bahwa puasa sama sekali  tidak membahayakan organ tubuh, termasuk lambung. Bahkan bagi pengidap asam lambung sekalipun, puasa terbukti dapat meringankan gejalanya yang sering kali mengganggu.

Sang peneliti, Dr. Radhiyatam Mardhiyah, dengan pembimbing Dr. Ari Fahrial Syam, membagi 130 orang pengidap GERD menjadi 2 kelompok, yakni kelompok yang berpuasa dan kelompok GERD tidak berpuasa Ramadan. Mayoritas subjek penelitian adalah laki-laki berumur 53 tahun.

Setelah itu, para pengidap yang menjadi subjek penelitian tersebut menjalani pemeriksaan pada minggu ke-4 Ramadan dan hasilnya akan dibandingkan tiga bulan setelah Ramadan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok pengidap yang berpuasa mengalami perubahan jauh lebih baik pada lambungnya.

Gejala Asam Lambung Muncul? Lakukan 3 Penanganan Ini
Dari berbagai penelitian pula, kasus asam lambung meningkat saat puasa sebenarnya jarang terjadi. Gejala asam lambung tersebut contohnya seperti kerongkongan yang mengganjal, dada seperti terbakar, dan nyeri pada lambung. Jika sewaktu-waktu gejala asam lambung yang digambarkan muncul, ada baiknya kamu melakukan pengobatan secara herbal yang meliputi:

  • Konsumsi Pisang. Pisang mampu meredam produksi HCl pada tubuh yang berlebih.
  • Kunyit. Cincang kunyit kemudian rebus dengan 1,5 gelas air. Masak selama 15 menit kemudian saring. Tambahkan madu atau gula merah untuk campuran minum.
  • Jahe. Kamu bisa menambahkan jahe untuk campuran minuman. Jahe berfungsi untuk membuang gas dalam tubuh dan menghindari asam lambung meningkat saat puasa.


Mencegah lebih baik daripada mengobati, istilah itu mungkin tidak asing bagi kita. Saran dari dokter ini bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah asam lambung  meningkat saat puasa. Dibawah ini beberapa cara mencegah gangguan lambung saat puasa:

1.  Atur Pola Makan
Tak ingin asam lambung meningkat saat puasa? Cobalah mulai mengatur pola makan dengan menghindari makanan dan minuman yang merangsang produksi asam lambung secara berlebihan. Sebisa mungkin saat sahur atau berbuka, kamu tidak mengonsumsi makanan yang mengandung gas, seperti salah satunya makanan yang berbumbu kacang. Selain itu, pengidap gangguan lambung juga wajib menghindari minuman tinggi kafein, asam, dan soda. Sebab semua menu yang telah disebutkan mampu merangsang naiknya asam lambung dengan cepat.

2.  Hindari Celana Ketat
Selanjutnya, faktor pakaian pun sangat berpengaruh. Hindari mengenakan celana yang ketat di bagian perut. Tekanan pada celana ketat ini dapat memicu isi perut terpancing kembali ke esofagus dan menyebabkan pengidapnya muntah. Agar lebih aman, gunakan celana yang lebih longgar di sekitar perut untuk menghindari berbaliknya asam lambung.   

3.  Perhatikan Posisi Tidur
Posisi tidur yang salah  juga tanpa disangka mampu meningkatkan gangguan akibat asam lambung. Misalnya, sesudah makan sahur atau berbuka puasa langsung tidur berbaring. Ketika lambung terisi penuh, posisi berbaring sangat memudahkan  isi lambung,  termasuk asam lambung, berbalik arah ke kerongkonganmu.

4.  Berhenti Merokok
Banyaknya dampak buruk akibat merokok tidak hanya buruk bagi  kesehatan kamu tapi juga bagi kesehatan financial. Selain menjadi faktor penyebab asam lambung naik, rokok juga kerap kali membuat mulut mengeluarkan bau tidak sedap. Jadi bagi kamu yang merokok, tidak perlu lagi ragu untuk menghentikan kebiasaan merokok kamu karena akan memberi banyak kerugian.

Penyakit akibat ganguan asam lambung memang penyakit yang tak bisa dianggap remeh. Meski begitu, asam lambung bukan menjadi halangan berarti saat kamu hendak menjalankan ibadah puasa nantinya. Jika sewaktu-waktu timbul gangguan pada lambung  saat puasa, tenang dan diskusikan lebih lanjut cara penanganannya melalui aplikasi Halodoc. Halodoc merupakan aplikasi yang akan menghubungkan kamu dengan ribuan dokter spesialis pilihan di Indonesia. Tentu saja, keluhan kamu akan terjawab dengan cepat. Yuk, download aplikasi Halodocdi App Store dan Google Play sekarang juga!