• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas, Ini Tanda Hati Bayi Bermasalah

Awas, Ini Tanda Hati Bayi Bermasalah

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Saking canggihnya, tubuh manusia memang diketahui dapat membuang racun-racun dengan sendirinya. Salah satu organ yang berperan penting dalam proses pembuangan racun ini adalah hati. Itulah sebabnya jika terjadi masalah pada organ ini, kesehatan tubuh secara keseluruhan akan terpengaruh. Masalah pada hati ini tidak hanya bisa terjadi pada orang dewasa saja, tetapi juga bayi. 

Sama seperti orang dewasa, organ hati yang bermasalah juga cukup berbahaya bagi bayi. Orangtua pun harus benar-benar waspada, karena masalah hati pada bayi harus ditangani secepat mungkin. Lantas, bagaimana tanda hati bayi bermasalah dan cara mengetahuinya? Bisa dilihat dari warna urine, feses, dan pembengkakan pada perut. Lebih jelasnya, simak pembahasan setelah ini.

Deteksi Masalah Hati pada Bayi

Karena masalah hati pada bayi perlu dideteksi dan diberi penanganan sesegera mungkin, orangtua perlu tahu bagaimana cara mendeteksi apakah hati bayi bermasalah atau tidak. Berikut beberapa tanda hati bayi bermasalah secara umum:

1. Urine Berwarna Gelap Pekat

Normalnya, urine bayi memiliki warna kuning pucat atau bening. Namun, jika bayi memiliki masalah pada organ hati, urinenya akan berwarna gelap dan pekat. Hal ini disebabkan oleh adanya penumpukan bilirubin pada aliran darah, sehingga tersaring dan menjadi urine.

Baca juga: Bukan Hanya Orang Dewasa, Newborn pun Terancam Kanker Hati

2. Feses Berwarna Pucat

Jika feses bayi berwarna pucat atau abu-abu, ada kemungkinan ia mengalami masalah dengan organ hati. Kondisi ini terjadi karena tidak normalnya saluran empedu atau tidak ada penyaringan dari hati ke usus. Hal itu membuat bilirubin bisa masuk ke saluran pencernaan, sehingga feses berwarna tidak normal.

3. Hati Membengkak

Gejala khas lainnya ketika ada masalah pada organ hati bayi adalah pembengkakan hati. Kondisi ini umumnya akan mulai muncul beberapa minggu pertama setelah ia lahir. Tandanya perut bagian atas akan mengeras, dan hal ini akan terdeteksi lewat pemeriksaan rutin.

4. Pembengkakan Perut

Selain mengeras, perut bayi yang hatinya bermasalah juga akan membesar secara tidak wajar, atau disebut asites. Kondisi ini terjadi karena adanya penumpukan cairan di rongga perut. Penyebabnya adalah pelebaran pembuluh darah dan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh.

5. Sakit Kuning (Jaundice)

Bayi yang mengalami penguningan, khususnya di area kulit dan mata, bisa jadi tanda ada masalah pada organ hatinya. Pada kasus yang tidak berat, kondisi ini dapat terjadi selama dua sampai tiga hari pertama kehidupannya ini akan membaik setelah dua minggu kemudian. Namun, jika kondisi ini bertahan selama lebih dari dua minggu, dokter biasanya akan melakukan tes bilirubin untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: Hati-Hati, Bayi Baru Lahir Rentan Idap 5 Penyakit Ini

6. Muntah Darah

Gejala yang cukup berbahaya adalah Si Kecil mengeluarkan darah dari muntah. Hal ini menjadi tanda bahwa masalah pada hati sudah memengaruhi saluran gastrointestinal bagian atas. Kondisi ini juga biasanya disertai dengan berat badan bertambah meski ia kehilangan selera makan, dan urine yang berwarna kuning. 

Itulah 6 tanda hati bayi bermasalah yang perlu diketahui. Jika bayi mengalami salah satu atau beberapa tanda tersebut, segera download aplikasi Halodoc untuk membicarakannya dengan dokter lewat chat atau buat janji dengan dokter di rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Jenis-Jenis Masalah pada Hati

Ada berbagai macam kondisi kondisi dan penyakit dapat mengganggu fungsi hati. Jenis-jenis masalah hati tersebut adalah:

1. Penyakit Kuning

Kondisi ini disebabkan oleh kadar bilirubin (pigmen empedu) dalam aliran darah yang melebihi kadar normal. Meningkatnya bilirubin ini terjadi karena adanya kelainan sel atau peradangan pada hati.

2. Kolestasis

Kolestasis adalah kondisi terhambatnya aliran empedu. Hal ini menyebabkan penumpukan bilirubin.

Baca juga: Jangan Disepelekan, Ini 9 Gejala Kanker Hati

3. Sirosis

Sirosis adalah kondisi terbentuknya luka atau jaringan parut di hati yang bersifat kronis. Kerusakan pada hati yang mengalami sirosis umumnya tidak bisa diperbaiki, dan dapat berkembang menjadi kegagalan hati. 

4. Hepatitis

Hepatitis adalah penyakit peradangan pada hati. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus, meski dapat disebabkan juga oleh kondisi lain. 

5. Kanker Hati

Kanker hati terjadi ketika sel-sel dalam hati mengalami mutasi, sehingga tumbuh secara tidak terkendali. Pada beberapa kasus, infeksi kronis akibat virus hepatitis B dan C menyebabkan kanker hati.

Selain dari jenis-jenis yang disebutkan itu, beberapa penyakit yang disebabkan oleh bakteri, toksin, dan kelainan genetik juga bisa menyebabkan gangguan hati.

Referensi:
Immune Deficiencies Foundation of New Zealand. Diakses pada 2020. Liver disease in infants: a guide to early warning signs.
Children’s Liver Disease Foundation. Diakses pada 2020. Jaundice in The Newborn Baby.
NHS Choices UK. Diakses pada 2020. Newborn Jaundice.
WebMD. Diakses pada 2020. Liver Disease: Types of Liver Problems & Their Causes.