Awas, Keringat Dingin Bisa Menandai 5 Penyakit Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Awas, Keringat Dingin Bisa Menandai 5 Penyakit Ini

Halodoc, Jakarta - Seseorang yang sedang sakit dapat mengalami keringat dingin. Hal ini terjadi ketika seseorang tepat mengeluarkan keringat meski udara di sekitarnya terbilang sejuk. Gangguan ini umumnya terjadi ketika seseorang mengalami suatu penyakit.

Seseorang yang mengalami keringat dingin umumnya berhubungan dengan stres secara mendadak. Stres tersebut dapat berhubungan dengan fisik atau psikologis dan bisa saja keduanya. Memang hal yang umum apabila seseorang mengalami keringat dingin ketika sakit. Berikut beberapa penyakit yang menyebabkan hal tersebut!

Baca juga: Ini Penyebab Keringat Keluar Berlebihan Saat Malam Hari

Penyakit yang Mempunyai Gejala Keringat Dingin

Tubuh mengeluarkan keringat ketika diproduksi oleh kelenjar keringat ekrin yang sebagian besar adalah air. Hal ini bertujuan untuk mendinginkan tubuh. Sementara, panas pada tubuh terkadang memicu kelenjar keringat apokrin yang aktif ketika seseorang stres atau mengalami perubahan hormon. Hal ini yang berhubungan kuat dengan keringat dingin.

Keringat dingin terjadi ketika kamu merasakan secara tiba-tiba hawa dingin pada tubuh yang keluar bersamaan dengan keringat. Gangguan ini tidak normal dan tidak terpengaruh oleh bagaimana udara yang berada di sekitar kamu. Hal ini umumnya terjadi pada telapak tangan, ketiak, dan telapak kaki.

Gangguan keringat dingin dapat disebabkan oleh banyak penyakit yang berbeda-beda. Hal ini umumnya terjadi ketika tubuh bingung untuk merespon penyakit yang terjadi, apakah harus melawan gangguan tersebut atau harus dibiarkan saja. Berikut ini beberapa penyakit yang menyebabkan seseorang mengalami keringat dingin:

  1. Syok

Gangguan ini terjadi ketika tubuh harus bereaksi terhadap suatu kondisi yang ekstrim atau terjadinya cedera parah. Ketika tubuh kamu mengalami syok, organ-organ tidak menerima oksigen atau darah pada normalnya. Syok yang terjadi menimbulkan gejala keringat dingin. Gangguan ini dapat berdampak fatal apabila tidak segera diobati.

  1. Infeksi dan Sepsis

Salah satu gangguan yang menyebabkan seseorang mengalami keringat dingin adalah infeksi. Hal ini disebabkan oleh bakteri atau virus yang menyerang jaringan tubuh. Pada kebanyakan kasus, infeksi menyebabkan jaringan tubuh kamu meradang ketika sistem kekebalan sedang melawan infeksi.

Kamu juga dapat mengalami keringat dingin ketika terserang sepsis. Hal ini terjadi ketika sistem kekebalan merespon infeksi pada perut, paru-paru, sistem kemih, atau jaringan tubuh penting lainnya. Sepsis dapat menyebabkan darah menggumpal, sehingga membuat darah dan oksigen sulit masuk dan menyebabkan keringat dingin.

Baca juga: Enggak Selamanya Berkeringat Itu Sehat, Ini Penjelasannya

  1. Mual atau Vertigo

Seseorang yang mengalami keringat dingin saat mual dan umumnya akan berujung pada muntah. Walau begitu, hal ini tidak selalu pasti. Selain itu, pengidap vertigo juga dapat menyebabkan gangguan ini. Gangguan yang menyebabkan pusing ini dapat menyebabkan keluarnya keringat dingin ketika terjadi.

Jika kamu mengalami gejala berupa keringat dingin, cobalah untuk bertanya pada ahlinya. Dokter dari Halodoc dapat membantu kamu untuk mengatasi gangguan tersebut menjadi lebih parah. Caranya hanya dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!

  1. Hipotensi

Gangguan ini terjadi ketika tekanan darah turun secara drastis. Penurunan tekanan darah ini adalah hal yang normal terjadi ketika kamu tidur atau melakukan sedikit aktivitas. Walau begitu, hipotensi dapat berkembang menjadi gangguan serius, sehingga otak atau organ penting lainnya tidak mendapatkan oksigen yang cukup.

Baca juga: Inilah Bedanya Gejala Serangan Panik, Manik, dan Psikosis

  1. Hipoglikemia

Hipoglikemia terjadi ketika gula darah pada tubuh kamu turun di bawah normal. Hal ini dapat menyebabkan tubuh mengalami kekurangan gula darah, yang berakibat juga pasokan oksigen yang masuk menurun. Jika ini terjadi, perbanyaklah mengonsumsi makanan yang mengandung kadar glukosa tinggi.

Referensi: 
Medical News Today.Diakses pada 2019.What to do about cold sweats
Health Line.Diakses pada 2019.What Causes Cold Sweats and What Can You Do About It?