Awas, Laki-Laki Lebih Berisiko Terkena Kanker Kandung Kemih

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Awas, Laki-Laki Lebih Berisiko Terkena Kanker Kandung Kemih

Halodoc, Jakarta - Gangguan saat buang air kecil yang disertai nyeri panggul bahkan pembengkakan pada tungkai bukan kondisi yang bisa dianggap sepele. Apalagi jika kondisi ini disertai dengan kehilangan nafsu makan, nyeri hebat pada tulang dan penurunan berat badan. Beberapa gejala ini mengindikasikan kamu terkena kanker kandung kemih

Gangguan buang air kecil yang dialami pengidap kanker kandung kemih banyak jenisnya, mulai dari darah pada urine, sering buang air kecil, rasa ingin pipis secara mendadak, dan rasa sakit saat. Laki-laki diduga lebih tinggi risiko mengalami kondisi ini karena salah satu pemicu terbesarnya adalah rokok.

Baca Juga: Ini Bedanya Infeksi Saluran Kemih dan Batu Kandung Kemih

Apa Saja Penyebab Kanker Kandung Kemih?

Kanker kandung kemih bisa berkembang dan menyebar ke bagian tubuh yang lain. Ia bisa terjadi karena ada perubahan struktur DNA (mutasi) pada sel di dalam kandung kemih. Mutasi tersebut membuat sel pada kandung kemih tumbuh tidak normal dan membentuk sel kanker. 

Perubahan sel pada kandung kemih diduga diakibatkan paparan zat kimia, seperti zat karsinogenik pada rokok. Paparan rokok tersebut memicu mutasi pada sel kandung kemih, sehingga berisiko menyebabkan kanker. Fakta juga menunjukkan bahwa seorang perokok memiliki empat kali risiko lebih tinggi mengalami kanker kandung kemih.

Tidak hanya rokok, kanker kandung kemih diduga muncul akibat paparan zat kimia industri seperti 4-Aminobiphenyl, Benzidine, Xenylamine, O-toluidine, Aniline dyes, dan 2-Naphthylamine. Zat tersebut digunakan pada industri pembuatan kulit, karet, tekstil, dan cat. Arsenik juga diduga kuat menjadi penyebab muncul mutasi struktur DNA pada manusia. 

Apa Saja Faktor Risiko Kanker Kandung Kemih?

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker kandung kemih, antara lain: 

  • Berjenis kelamin pria;

  • Wanita yang mengalami menopause dini; 

  • Pernah menjalani radioterapi daerah panggul atau dekat kandung kemih, misalnya untuk pengobatan kanker usus;

  • Pernah menjalani kemoterapi;

  • Mengidap infeksi saluran kemih dan batu kandung kemih yang tidak diobati secara tuntas; 

  • Menggunakan kateter urine jangka panjang;

  • Mengidap skistosomiasis yang tidak diobati;

  • Pernah menjalani operasi prostat;

  • Menderita diabetes tipe 2;

  • Terdapat riwayat penyakit kanker dalam keluarga.

Mengalami salah satu faktor risiko di atas? Sebaiknya rutin melakukan pemeriksaan kesehatan agar tidak terkena kanker kandung kemih. Melakukan pemeriksaan rutin dengan dokter di rumah sakit terdekat kini bisa lebih praktis menggunakan aplikasi Halodoc. Tanpa antre, kamu bisa bertemu dokter dan melakukan pemeriksaan kesehatan.

Baca Juga: Cara Mengobati Infeksi Saluran Kemih Sampai Tuntas 

Apa Saja Pengobatan untuk Atasi Kanker Kandung Kemih?

Pengobatan dilakukan berdasarkan stadium yang dialami pengidapnya. Langkah pengobatan tersebut, antara lain: 

  • Transurethral resection of bladder tumor (TURBT). Ini merupakan prosedur operasi yang umum dilakukan untuk kanker kandung kemih stadium awal. Prosedur ini memasukkan alat yang disebut resectoscope ke dalam kandung kemih melalui saluran pembuangan urine (uretra). Resectoscope tersebut dilengkapi kawat khusus untuk mengangkat sel tumor. Jika jaringan kanker masih ada di kandung kemih pasien setelah tumor diangkat, dokter menggunakan laser untuk menghancurkan kanker tersebut.

  • Sistektomi. Prosedur operasi ini mengangkat sebagian atau seluruh kandung kemih. Ini bisa sebagian kandung kemih tanpa membahayakan fungsi kandung kemih. Atau bisa juga mengangkat seluruh kandung kemih, sebagian dari ureter, dan kelenjar getah bening di sekitarnya. Pada pasien pria, sistektomi radikal mencakup pengangkatan prostat dan vesikula seminalis, sedangkan pada pasien wanita melibatkan pengangkatan rahim, indung telur, dan sebagian vagina. Namun, sayangnya ini dapat mengakibatkan disfungsi ereksi pada pria, serta menopause dini dan infertilitas (kemandulan) pada wanita. 

  • Terapi intravesikal. Terapi ini umum diterapkan pada kanker stadium awal. Dokter memasukkan obat langsung ke kandung kemih. Obat yang dimasukkan antara lain immunotherapy atau kemoterapi. 

  • Radioterapi. Pengidapnya mungkin menjalani radioterapi 5 hari dalam sepekan untuk beberapa minggu. 

Baca Juga: Anyang-Anyangan Jadi Tanda Infeksi Saluran Kemih?

Referensi:
American Cancer Society (Diakses pada 2019). Bladder Cancer. 
NHS Choices UK (Diakses pada 2019). Health A-Z. Bladder Cancer. 
Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Diseases & Conditions. Bladder Cancer.