Awas, Larva Cacing Tambang Sebabkan Cutaneous Larva Migrans

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Awas, Larva Cacing Tambang Sebabkan Cutaneous Larva Migrans

Halodoc, Jakarta - Cacing tambang adalah jenis parasit yang bisa masuk ke dalam tubuh hewan dan manusia. Ia mudah ditemukan pada binatang, seperti kucing, anjing, domba, kuda, atau hewan ternak lain. Manusia bisa tertular cacing ini dan terinfeksi penyakit. Salah satu penyakit tersebut adalah Cutaneous larva migrans (CLM) yang disebabkan oleh larva cacing tambang.

Maka dari itu, penting untuk menjaga kesehatan dan kebersihan saat pergi keluar rumah, seperti ke peternakan, taman, atau bahkan pantai. Parasit juga bisa menempel pada kulit yang berasal dari benda yang lembap, misalnya handuk.

Baca Juga: Berbagai Infeksi Cacing yang Perlu Diwaspadai

Lebih Jauh Tentang Cutaneous Larva Migrans 

Penyakit ini kerap menginfeksi penduduk yang tinggal di negara tropis dan subtropis, seperti Asia Tenggara, Afrika, Amerika, dan Kepulauan Karibia. Penyakit ini tidak pandang bulu dalam menginfeksi manusia, dari yang muda hingga orang tua, semuanya dapat berisiko mengalami penyakit ini. Meski risiko terbesar tetap dimiliki oleh anak-anak akibat kebiasaan mereka main di ruang terbuka.  Beberapa jenis parasit cacing tambang yang dapat menyebabkan infeksi cacing pada kulit terjadi adalah:

  • Ancylostoma braziliense dan caninum. Parasit ini menjadi penyebab utama CLM dan biasanya ditemukan pada anjing dan kucing;

  • Uncinaria stenocephala. Parasit ini umumnya ditemukan pada anjing;

  • Bunostomum phlebotomum. Parasit ini sering ditemukan pada binatang ternak.

Tidak hanya itu, dua jenis cacing tambang lainnya, yaitu necator americanus dan ancylostoma duodenale, yang hidup di tubuh manusia juga dapat menyebabkan penyakit CLM.

Bagaimana Caranya Cacing Bisa Sebabkan Penyakit Cutaneous Larva Migrans?

Cutaneous Larva Migrans umumnya disebabkan oleh adanya siklus kehidupan parasit yang menular dari tinja binatang yang memiliki telur cacing tambang ke kulit manusia. Biasanya telur ini menetap pada permukaan yang hangat, lembap, dan berpasir. Hal ini dikarenakan telur cacing dapat menetas pada lingkungan tersebut dan menembus kulit yang terpapar.

Larva kemudian menembus kulit binatang melalui lapisan kulit dermis (di antara epidermis dan jaringan subkutan), dan masuk ke paru-paru melalui vena dan sistem limfatik. Dalam proses migrasi atau perpindahan ini, larva tersebut dapat tertelan dan bertelur di dalam usus, yang pada akhirnya akan dikeluarkan melalui tinja.

Saat tinja tersebut mengenai manusia, larva akan menembus permukaan kulit melalui folikel rambut, kulit yang retak, atau bahkan kulit yang sehat sekalipun. Tidak seperti siklus pada binatang, larva tidak dapat menembus dermis. Oleh karena itu CLM hanya terjadi di bagian lapisan luar kulit saja.

Baca Juga: Begini Cacingan Bisa Menular pada Anak-Anak

Apa Saja Gejala dari Cutaneous Larva Migrans?

Beberapa gejala yang dirasakan pengidapnya umumnya ringan. Ini bisa meliputi sensasi gatal, geli atau seperti ditusuk dalam waktu 30 menit pertama setelah terkontaminasi. Lambat laun, permukaan kulit akan memerah atau berubah warna dan muncul benjolan padat pada kulit (papula), hingga permukaan kulit kasar yang menyerupai kulit ular selebar 2-3 mm setelah beberapa jam. Permukaan kulit kasar ini dapat memburuk dan melebar mulai dari 2 mm hingga 2 cm per hari, tergantung dari jenis parasit yang menyerang.

Penting untuk segera menemui pihak medis, sebab dalam kasus tertentu, larva menyebar ke paru-paru manusia melalui pembuluh darah dan berpindah ke mulut hingga tertelan ke usus kecil. Jika larva sudah berkembang jauh, maka ia dapat bertanggung jawab akan terjadinya anemia, batuk, pneumonia, pada manusia. 

Kasus ini memang tergolong jarang, namun bukan berarti kamu bisa mengabaikan gejalanya. Segera buat janji dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan saat gejala muncul. Tak perlu takut antre lama, karena buat janji dengan dokter kini bisa dilakukan melalui aplikasi Halodoc.

Apa yang Bisa Dilakukan untuk Menangani Cutaneous Larva Migrans?

Pengobatan dengan memberikan obat cacing adalah terapi utama untuk mengatasi Cutaneous Larva Migrans. Obat cacing atau antihelmintik yang utama yaitu albendazole dan ivermectin. Sementara itu, rasa gatal bisa diatasi dengan obat antihistamin. Obat ini bertujuan untuk menekan produksi histamin dari dalam tubuh yang menimbulkan gatal pada area masuknya larva cacing di jaringan kulit dalam. 

Jika pemberian obat masih belum mampu mengatasi infeksi cacing ini, maka dokter bisa melakukan tindakan cryotherapy atau terapi beku yang berfungsi untuk mengurangi perkembangan larva yang dapat menyebar ke organ lain melalui pembuluh darah.

Baca Juga: Benarkah Cacing Bisa Jadi Obat Diabetes?

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention (Diakses pada 2019). Cutaneous Larva Migrans.
University College of London NHS (Diakses pada 2019). Cutaneous Larva Migrans.