Bagaimana Cara Bruxism Didiagnosis?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
bagaimana-cara-bruxism-didiagnosis-halodoc

Halodoc, Jakarta – Punya kebiasaan menggertak-gertakan gigi? Biasanya, kebanyakan orang akan menggemertakan gigi tanpa sadar bila sedang mengalami stres, cemas, takut atau gugup. Namun, bagaimana bila menggemertakkan gigi sangat sering dilakukan hingga menjadi kebiasaan? Kondisi ini disebut juga dengan bruxism. 

Meskipun kadang-kadang tidak membutuhkan pengobatan, tetapi bruxism yang sudah menjadi kebiasaan bisa menyebabkan kerusakan gigi. Sayangnya, kebanyakan pengidap bruxism tidak menyadari kebiasaannya tersebut sampai akhirnya terjadi komplikasi. Itulah mengapa mengetahui cara mendiagnosis bruxism sangat penting agar bisa segera ditangani.

Mengenal Bruxism

Bruxism adalah kondisi di mana seseorang sangat sering menggertakkan, menekan, atau menggesek-gesekkan giginya ke atas dan ke bawah, maupun ke kanan dan ke kiri secara tidak sadar. Biasanya, bruxism terjadi secara spontan saat seseorang sedang berkonsentrasi, merasa cemas, atau mengalami stres berlebihan. Kebiasaan bruxism juga sering terjadi pada malam hari saat pengidap tertidur. Kebiasaan seseorang menggemertakan dan menggesekkan gigi secara tidak sadar pada malam hari disebut juga sleep bruxism dan sering dikaitkan dengan gangguan tidur.

Orang yang memiliki kebiasaan sleep bruxism biasanya juga memiliki kebiasaan lain yang berkaitan dengan gangguan tidur, seperti mendengkur atau berhenti napas sejenak pada saat tidur (sleep apnea). Bila dibiarkan terlalu lama, bruxism bisa menimbulkan masalah kesehatan, seperti kerusakan gigi, sakit kepala, gangguan pada rahang, dan masalah lainnya.

Baca juga: 5 Masalah Gigi dan Mulut yang Harus Segera Ditangani

Penyebab Bruxism

Perlu diketahui, bruxism tidak terjadi setiap saat, melainkan hanya muncul di saat-saat tertentu, misalnya saat seseorang sedang mengalami tekanan besar. Sampai saat ini, belum diketahui apa yang menjadi penyebab bruxism secara pasti. Namun, beberapa faktor fisik dan psikologis berikut ini diduga bisa menjadi pemicu terjadinya bruxism:

  • Memiliki sifat kepribadian yang agresif, kompetitif, atau hiperaktif;

  • Merasakan cemas, stres, marah, frustasi, atau tegang;

  • Mengalami gangguan tidur, seperti insomnia dan sleep apnea;

  • Susunan gigi yang kurang rata antara bagian atas dan bagian bawah;

  • Memiliki gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, mengonsumsi alkohol, atau menggunakan narkoba;

  • Mengalami Gastroesophageal reflux disease (GERD) yang menyebabkan asam lambung naik kekerongkongan; dan

  • Efek samping obat-obatan phenothiazine dan beberapa obat antidepresan tertentu.

Gejala Bruxism

Bruxism bisa menimbulkan dampak serius bila dibiarkan saja. Karena itu, kamu dianjurkan untuk segera menemui dokter bila mengalami gejala bruxism seperti di bawah ini:

  • Sakit rahang, sampai sulit membuka mulut;

  • Sakit kepala;

  • Sakit telinga;

  • Gangguan makan;

  • Sulit tidur atau insomnia;

  • Mengeluarkan suara yang mengganggu ketika tidur;

  • Gigi menjadi lebih sensitif;

  • Enamel gigi menipis;

  • Gigi retak dan terasa longgar; dan

  • Muncul lekukan-lekukan di lidah.

Baca juga: 6 Kebiasaan Buruk yang Memicu Gigi Sensitif

Cara Mendiagnosis Bruxism

Mendiagnosis bruxism biasanya cukup hanya dengan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa kondisi gigi dan rahang pengidap untuk melihat tingkat kerusakan atau pengikisan pada gigi. Dokter juga akan menanyakan gejala yang dirasakan mengidap untuk mencari tahu apa penyebab masalah kondisi gigi tersebut. Setelah semua pemeriksaan dilakukan dan dokter meyakini adanya kondisi bruxism, maka dokter akan memberikan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi pengidap. 

Baca juga: Pemeriksaan untuk Deteksi Obstructive Sleep Apnea

Itulah cara yang biasanya dilakukan dokter untuk mendiagnosis bruxism. Bila kamu mengalami gejala bruxism seperti di atas, coba bicarakan saja kepada dokter gigi di Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa berbicara dan minta saran kesehatan kepada dokter terpercaya kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Bruxism (teeth grinding) - Symptoms and causes.
WebMD (Diakses pada 2019). Teeth Grinding (Bruxism): Causes and Treatments