Bagaimana Cara Diagnosis Dyspraxia?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Bagaimana Cara Diagnosis Dyspraxia?

Halodoc, Jakarta -  Pada kehidupan, salah satu faktor yang penting untuk beraktivitas adalah fungsi kognitif tubuh. Keadaan tersebut dapat memengaruhi kemampuan berpikir pada setiap orang. Seseorang juga dapat mengalami masalah pada fungsi kognitifnya. Gangguan tersebut disebut juga dengan dyspraxia.

Orang yang mengidap dyspraxia akan mengalami masalah pada gerakan, koordinasi, penilaian, memori, dan fungsi kognitif lainnya. Gangguan ini dapat menyebabkan seseorang kesulitan untuk beraktivitas. Maka dari itu, cara diagnosis dyspraxia secara dini penting dilakukan. Berikut pembahasan tentang diagnosis gangguan tersebut!

Baca juga: Perlu Tahu, Ini Tahapan yang Dilakukan saat Terapi Okupasi

Cara Diagnosis Dyspraxia Secara Dini

Dyspraxia merupakan sebuah gangguan pada perkembangan koordinasi. Gangguan ini umumnya memengaruhi pergerakan dan koordinasi tubuh. Selain itu, penyakit ini juga dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan kemampuan motorik. Gangguan neurologis ini dapat berdampak pada kemampuan untuk merencanakan dan memproses fungsi kognitif.

Pengidap dyspraxia akan memiliki masalah pada gerakan, koordinasi, penilaian, pemrosesan, memori, dan beberapa fungsi kognitif tubuh lainnya. Gangguan ini juga dapat menyerang sistem kekebalan dan saraf tubuh kamu. Meski begitu, pergerakan dan koordinasi pada tubuh akan paling terpengaruh karena penyakit ini.

Dyspraxia tidak memengaruhi kecerdasan pengidapnya, tetapi mungkin dapat menyebabkan kehidupan sehari-hari menjadi lebih sulit. Hal ini dapat memengaruhi keterampilan koordinasi, seperti menjaga keseimbangan, berolahraga, dan keterampilan yang berhubungan dengan motorik lainnya.

Cara diagnosis dyspraxia dapat dilakukan oleh ahlinya, seperti psikolog klinis, dokter anak, atau terapis okupasi. Seseorang yang mencurigai anaknya mengalami dyspraxia harus melakukan pemeriksaan ke dokter. Kamu juga dapat membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihanmu untuk melakukan pemeriksaan tersebut melalui aplikasi Halodoc, lho. Ayo, download aplikasinya sekarang!

Baca juga: 4 Gangguan Perkembangan Anak yang Harus Diwaspadai

Saat pemeriksaan, dokter akan bertanya mengenai riwayat perkembangan anak dan kemampuan intelektual. Berikut adalah beberapa cara diagnosis dyspraxia lainnya yang dapat dilakukan:

  1. Keterampilan Motorik Kasar. Hal ini dapat dideteksi sebagai cara mendiagnosis dyspraxia. Pemeriksaan ini untuk mengukur seberapa baik anak menggunakan otot besar yang mengkoordinasikan gerakan tubuh. Hal tersebut berhubungan dengan melompat, berjalan, berlari, dan menjaga keseimbangan.

  2. Keterampilan Motorik Halus. Pada diagnosis ini, anak akan diperiksa seberapa baik ia dalam menggunakan otot yang lebih kecil. Misalnya mengikat tali sepatu, memasang kancing, dan menulis.

Setelah itu, dokter akan melihat kinerja yang dikonversi ke dalam nilai. Angka tersebut akan dibandingkan dengan kisaran skor normal pada anak seusianya. Pemeriksaan pada kemampuan mental anak juga harus dilakukan.

Riwayat kesehatan anak juga dapat dimasukkan sebagai bagian dari penilaian. Gangguan yang mungkin terjadi selama kelahiran dan keterlambatan terhadap perkembangan juga akan masuk dalam penilaian terhadap cara diagnosis dyspraxia. Setelah semua penilaian selesai, dokter akan membuat laporan tentang kesehatan anak tersebut.

Baca juga: Inilah Langkah Terapi Okupasi pada Anak Berkebutuhan Khusus

Pengobatan terhadap Dyspraxia

Gangguan dyspraxia yang menyerang seseorang tidak dapat disembuhkan. Namun, dengan dilakukannya perawatan, pengidapnya akan membaik. Namun, hal yang pasti adalah semakin dini diagnosis dilakukan, maka semakin baik prognosis pada orang tersebut. Kamu dapat melakukan pengobatan ini dengan cara:

  1. Terapi Okupasi

Seorang dari terapis okupasi akan mengevaluasi anak ibu untuk mengelola aktivitas sehari-hari di rumah atau di luar rumah. Ahli medis tersebut juga akan membantu anak untuk mengembangkan keterampilan khusus terhadap kegiatan sehari-hari yang sulit dilakukan.

  1. Pelatihan Motorik Perseptual

Pengobatan dyspraxia lainnya yang dapat dilakukan adalah pelatihan motorik perseptual. Pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berbicara, visual, gerakan, dan pendengaran. Seorang pelatih akan memberikan beberapa tugas untuk memacu anak tersebut. Cara ini dapat menantang anak agar dapat menjadi lebih baik.

Referensi:
NHS.uk .Diakses pada 2019.Developmental co-ordination disorder (dyspraxia) in children
Medical News Today.Diakses pada 2019.What is dyspraxia?