Bagaimana Cara Mencegah Karsinoma Nasofaring?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
karsinoma nasofaring, kanker nasofaring

Halodoc, Jakarta - Karsinoma nasofaring, atau yang lebih akrab disapa dengan kanker nasofaring merupakan salah satu jenis kanker tenggorokan yang terjadi pada lapisan luar nasofaring. Nasofaring sendiri merupakan bagian tenggorokan yang terletak di belakang hidung dan di belakang langit-langit rongga mulut. Untuk mencegah terjadinya karsinoma nasofaring, lakukan langkah-langkah berikut.

Baca juga: Waspada, Ini Penyebab Kanker Tenggorokan

Bagaimana Cara Mencegah Karsinoma Nasofaring?

Pengidap kondisi ini akan mengalami serangkaian gejala, seperti benjolan pada tenggorokan. Kondisi ini akan menyebabkan pengidapnya kesulitan membuka mulut. Sejauh ini, belum ada metode yang dapat mencegah terjadinya kanker nasofaring. Namun, beberapa langkah berikut dapat dilakukan untuk menghindari faktor risiko terjadinya penyakit ini:

  • Mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang. 

  • Jangan mengonsumsi makanan yang diawetkan dengan garam.

  • Berhenti merokok dan hindari asap rokok.

  • Hindari konsumsi minuman beralkohol.

Karsinoma nasofaring juga dapat terjadi karena seseorang mengidap mulut kering (xerostomia). Kondisi ini dapat terjadi karena efek samping terapi radiasi yang dilakukan. Ketika seseorang mengidap mulut kering, infeksi mulut bisa saja terjadi. Dengan begitu, pengidap akan kesulitan untuk menggunakan mulut. Pengidap bahkan dapat mengalami serangkaian masalah kesehatan gigi. Untuk menghindari kondisi ini, beberapa upaya yang dapat kamu lakukan, yaitu:

  • Berkumur dengan larutan air garam. Kamu dapat melakukan cara ini setelah makan.

  • Menyikat gigi minimal dua kali dalam sehari.

  • Menyikat gigi dengan sikat berbulu halus.

  • Jaga mulut agar tetap lembab dengan banyak mengonsumsi air putih.

  • Hindari konsumsi makanan atau minuman asam dan pedas. 

Dalam hal ini, kamu dapat bertanya langsung pada dokter ahli di aplikasi Halodoc mengenai hal-hal apa saja yang boleh atau tidak boleh dikonsumsi. Dengan membatasi diri, kamu akan terhindari dari komplikasi berbahaya akibat karsinoma nasofaring.

Baca juga: Inilah Fakta Seputar Kanker Tenggorokan

Kenali Gejala yang Muncul pada Pengidap Karsinoma Nasofaring

Pada stadium awal kemunculannya, tidak terlihat tanda dan gejala pada pengidap kanker nasofaring. Satu-satunya gejala yang tampak adalah adanya benjolan atau pembengkakan pada salah satu leher atau keduanya. Benjolan ini bisa saja muncul dan tidak terasa sakit. Munculnya benjolan di leher ini bisa saja disebabkan oleh sel kanker yang telah menyebar pada kelenjar getah bening pada leher. Selain itu, beberapa gejala yang muncul, antara lain:

  • Adanya kandungan darah pada air liur.

  • Mengidap radang tenggorokan.

  • Mengalami kesulitan dalam bernapas.

  • Mengalami kesulitan berbicara.

  • Mengalami mimisan.

  • Hidung tersumbat.

  • Mengalami kehilangan pendengaran.

  • Mengalami sakit kepala.

  • Sering mengalami infeksi telinga.

  • Terganggunya penglihatan.

  • Sensasi kaku pada wajah atau mati rasa.

Infeksi telinga merupakan gejala umum yang sering dialami oleh anak-anak. Orang dewasa yang belum pernah mengalami infeksi telinga dan mendadak mengalami kondisi ini, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Karena hal tersebut merupakan tanda kalau kamu tengah mengidap karsinoma nasofaring.

Baca juga: Cari Tahu Penyebab Bengkaknya Kelenjar Getah Bening

Belum diketahui apa yang menjadi penyebab pasti dari karsinoma nasofaring. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan adanya virus Epstein-Barr (EBV) yang terdapat pada air liur. Virus ini dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan orang yang telah terkontaminasi. Virus Epstein-Barr (EBV) yang ada pada pengidap karsinoma nasofaring akan menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak normal dan memicu tumbuhnya kanker.

Referensi:
MedicineNet. Diakses pada 2019. Nasopharyngeal Cancer.
WebMD. Diakses pada 2019. Nasopharyngeal Cancer.