• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Cara Mengatasi Eksim pada Ibu Hamil?

Bagaimana Cara Mengatasi Eksim pada Ibu Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Bagaimana Cara Mengatasi Eksim pada Ibu Hamil?

Halodoc, Jakarta –  Eksim adalah kondisi gangguan kulit yang membuat kulit menjadi merah dan gatal. Eksim terjadi karena kulit tidak dapat mempertahankan kelembapannya untuk melindungi dari bakteri, iritasi, dan alergen. 

Eksim juga terkait dengan variasi gen serta lingkungan dan makanan. Semua orang bisa mengalami eksim termasuk ibu hamil. Pada ibu hamil, fluktuasi hormon bisa menjadi penyebab eksim. Bagaimana cara mengatasi eksim pada ibu hamil? Baca selengkapnya di sini!

Baca juga: Jenis-Jenis Salep Eksim untuk Atasi Gangguan Kulit

Cara Mengatasi Eksim pada Ibu Hamil

Jika pernah mengalami eksim sebelumnya, kehamilan bisa memicu kekambuhan. Dalam kebanyakan kasus, eksim pada ibu hamil dapat dikontrol dengan menggunakan pelembap dan salep. 

Jika eksim cukup parah, dokter mungkin akan meresepkan salep steroid untuk dioleskan ke kulit. Steroid topikal cukup aman digunakan selama kehamilan. Meski begitu, ada baiknya ibu hamil membicarakannya kepada dokter. Ibu bisa membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan dengan menggunakan aplikasi Halodoc.

Ada beberapa bukti bahwa terapi sinar UV juga dapat membantu membersihkan eksim. Hindari perawatan apa pun yang melibatkan metotreksat atau psoralen plus ultraviolet A (PUVA) selama kehamilan, karena dapat membahayakan janin.

Berikut adalah cara mengatasi eksim yang bisa dilakukan di rumah: 

1. Mandi air hangat.

2. Menjaga kulit tetap terhidrasi dengan pelembap.

3. Mengoleskan pelembap langsung setelah mandi.

4. Kenakan pakaian longgar supaya tidak mengiritasi kulit. Pilih pakaian yang terbuat dari bahan alami, seperti katun. Pakaian wol dan rami dapat menyebabkan iritasi tambahan pada kulit.

5. Hindari sabun atau pembersih tubuh yang keras.

6. Jika kamu tinggal di iklim kering, pertimbangkan untuk menggunakan pelembap udara di rumah. Pemanas ruangan dapat mengeringkan udara di rumah.

7. Minum air sepanjang hari. Ini bermanfaat tidak hanya untuk kesehatan ibu hamil dan kesehatan bayi, tetapi juga untuk kulit.

Baca juga: Sering Cuci Mencuci Tangan Sebabkan Eksim Jadi Parah, Benarkah?

Bagaimana Cara Eksim pada Ibu Hamil Didiagnosis?

Diagnosis eksim akan diketahui dokter dengan memeriksa kulit dan untuk memastikannya dilakukan biopsi. Saat pemeriksaan, beri tahu dokter tentang perubahan apa pun yang ibu alami terjadi selama kehamilan. 

Informasi tersebut dapat menjadi acuan dokter untuk mengesampingkan kondisi lain yang dapat menyebabkan perubahan kulit serta memastikan kalau kondisi eksim ini tidak ada kaitannya dengan kesehatan bayi. Beberapa hal yang biasanya menjadi catatan dokter saat melakukan diagnosis adalah:

1. Kapan kulit mengalami perubahan.

2. Perubahan dalam rutinitas termasuk diet  yang bisa jadi berkontribusi pada perubahan kulit.

3. Tentang gejala yang dialami dan bagaimana gejala tersebut berpengaruh pada aktivitas sehari-hari dan apa yang membuat gejala tersebut memburuk.

4. Bawalah daftar obat-obatan yang sedang dikonsumsi dan sampaikan kepada dokter apa saja yang sudah dijalani untuk menangani eksim.

Baca juga: 5 Hal Ini Menunjukkan Tanda Kehamilan Sehat

Perlu diketahui, gejala eksim yang terjadi selama kehamilan sama saja dengan eksim lainnya. Gejala yang terjadi termasuk benjolan merah, ruam kasar, serta gatal yang dapat muncul di mana saja di area tubuh. Benjolan gatal sering dikelompokkan dan mungkin memiliki kerak. 

Tidak hanya mengganggu tidur, eksim terkadang juga bisa memicu gangguan kesehatan lainnya seperti asma dan demam. Gatal kronis yang menyebabkan kulit yang terkena menjadi berubah warna, tebal, dan kasar, serta infeksi.

Infeksi kulit yang terjadi bisa meningkatkan risiko infeksi dari bakteri dan virus, termasuk virus herpes simpleks. Sebaiknya segera periksakan ke dokter, apalagi jika eksim terjadi saat sedang hamil.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. What Causes Eczema During Pregnancy and How Is It Treated?
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Atopic dermatitis (eczema).